Dadang Heriadi, Memanusiakan Penderita Sakit Jiwa

Posted by Faisal Fadilla
Noorikhsan<http://salmanitb.com/author/faisalfadilla/>on Friday, 23
March 2012 in
Khazanah <http://salmanitb.com/category/khazanah/> · 0
Comments<http://salmanitb.com/2012/03/dadang-heriadi-memanusiakan-manusia-lewat-merawat-orgil/#comments>

Dadang Heriadi, mengabdikan diri untuk merawat orang gila di bawah Yayasan
Keris Nangtung. (Foto: kickandy.com)

Siapa yang menginginkan di tengah keluarganya ada orang “minus”? Di antara
kita ada yang jijik, iba, atau bahkan mungkin mencaci-maki mereka. Melihat
mereka di jalanan tanpa sehelai pakaian melekat di tubuhnya, makan dan
tidur pun tak tentu asal usulnya.

Namun, semua rasa jijik itu tidak berlaku bagi pria yang satu ini. Sosok
ini bisa kita katakan “superhero” untuk orang-orang “minus” atau
orang-orang yang menderita gangguan mental. Dadang “orgil” Heryadi, bukan
berarti dengan kata orgil (orang gila) itu Dadang termasuk ke dalam
orang-orang “minus”. Julukan itu diberikan karena Dadang bersama
rekan-rekannya membina sebuah yayasan yang merawat orang-orang penderita
gangguan mental. Yayasan tersebut diberi nama  Keris Nangtung.

Keris Nangtung mendedikasikan diri untuk berkhidmat terhadap mereka yang
mengalami gangguan penyakit jiwa. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki,
termasuk bangunan yang sifatnya pinjaman, yayasan ini terus bertahan.

“Ingat saran Gus Dur. Kasih nama mesti *nyeleneh* biar cepat dikenal,” ujar
Dadang diiringi tawa menggelegar.

Yayasan Keris Nangtung resmi di-aktanotaris-kan pada 14 November 2008.
Keris Nangtung menampung dan merehabilitasi orang-orang sakit gangguan
mental. Inspirasi datang tatkala Dadang masih berstatus sebagai Pegawai
Negeri Sipil di Perusahaan Listrik Negara.

Saat itu, Dadang melihat seorang penyandang sakit jiwa yang sedang
mengais-ngais makanan di tong sampah. Ia mengaku tersentuh, kemudian
mengenang masa lalunya yang buruk– sebagai pemuda nakal yang suka
minum-minuman keras. Dadang berpikir, andai tidak berhenti mabuk-mabukan
saat itu, mungkin sekarang ia sudah seperti orang gila tersebut.

Kejadian itu seolah menjadi titik balik dalam perjalanan hidup Dadang.
Pucuk dicinta ulam tiba tatkala Dadang menemukan rekan yang satu pemikiran
dengannya. Ada Taufik Ahmad Rifai dan Rofi Setiawan, kakak iparnya yang
ahli pengobatan spiritual. Maka, di tahun 2008 bersama-sama mereka mulai
merawat orang-orang sakit jiwa yang menggelandang di jalanan.

Saat ini Dadang dan istrinya tinggal di bekas ruko terminal Cilembang,
Tasikmalaya, bersama dengan  pasien-pasien sakit jiwanya. Selalu saja ada
hambatan ketika akan melakukan tindakan-tindakan mulia. Ketika misi
kemanusian ini mulai dirintis, Dadang ditentang dan dihina oleh sanak
saudaranya. Hanya tekad kuat dan niat ikhlas Dadang yang membuat misi
kemanusiaan ini terus berjalan.

Tak sedikit orang yang meremehkan perjuangan Dadang. Saat mencari dana dan
donatur ke beberapa pihak, Dadang tak jarang ditolak dan harus mendengar
kata-kata tidak sedap. “Mereka bilang, buat apa kasih makan orang kayak
gitu. Mendingan saya kasih makan anjing.”

Cacian dan hinaan tidak lantas membuat Dadang berkecil hati. Ia tetap
berjuang dan bersabar. Sampai akhirnya, salah satu stasiun televisi
nasional meliput apa yang dilakukannya. Yayasan Keris Nangtung pun menjadi
terkenal.

Selain didukung rekan-rekannya, dukungan paling utama tentunya dari sang
istri tercinta, Ai Siti Jainap. Ai tidak pernah malu mengurusi yayasan dan
tinggal di ruko jelek walau dihina keluarga dan kerabatnya. Sehari-hari Ai
membantu meyiapkan makan dan dan segala urusan rumah tangga di yayasan
tersebut.

Ai juga menjadi ibu asuh bagi bayi-bayi pasien penyandang gangguan jiwa
yang melahirkan di sana. Saat ini, ia merawat dua bayi berusia 2 minggu dan
10 bulan.
Kegiatan yayasan Keris Nangtung kini mulai banyak menerima bantuan baik
dari donatur tetap maupun tidak tetap. Bahkan, kini mereka memiliki
beberapa relawan, termasuk mantan pasien yang kini sembuh total. Kondisi
ini meringankan beban para pengurus yang telah mengorbankan tenaga dan
materi untuk perjuangan kemanusiaan ini.***

http://salmanitb.com/2012/03/dadang-heriadi-memanusiakan-manusia-lewat-merawat-orgil/

Kirim email ke