From: Sp Saprudin <udarider <at> yahoo.co.id>
To: WongBanten <at> yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 12, 2008 2:27:38 PM
Subject: [WongBanten] Aya-aya wae?

He..he..he.. .tersiar cerita turun temurun tentang sosok manusia yang nyeleneh 
di sebuah negeri ANTAH
BARANTAH. Negeri yang konon menurut cerita adalah negeri yang subur, makmur, 
gemah ripah, repeh rapih..
Aneka ramga potensi sumber daya alam yang ada di negeri ini, bahkan jika orang 
menanam tongkat akan tumbuh
jadi tanaman. Tapi sayang, katanya para penguasanya tidak berdaya menghadapi 
mainstream thought yang
dibuat oleh negara adidaya. Ketidak berdayaannya itu, maka tak heran jika 
negerei ANTAH BARANTAH mudah
jadi komprador.
Saya mau bercerita tentang manusia yang nyeleneh. Sebut saja dia bernama Maman 
Wajit Sedeng. Saking
nyelenhnya, banyak orang yang tidak memahami jalan pikirannya. Walaupun 
nyeleneh, tapi dia banyak
disukai oleh sebagian manusia. Disukai sebagian orang lantaran dia salah 
seorang tokoh agama Islam
(Kyai) yang moderat. Bukan kalangan ummat Islam saja yang mentokohkan dia, 
bahkan kalangan dari non
Islam pun mengidolakannya seperti pendeta, pastor, romo dan lain sebagainya. 
Namun tidak lepas dari
sikap pro sebagian manusia, ada juga yang kontra terhadap dia lantaran 
pemikirannya yang berani
mengobrak-abrik medan syariah. 
Pernah pada suatu waktu  Maman Wajit Sedeng diwawancari oleh salah satu aktivis 
Jaring Laba-laba yang
bergerak dalam bidang Flularisme Agama. Salah satu isi wawancaranya yang sangat 
kontroversial adalah
berkaitan dengan salah satu sekte Tahubusuk yang menyimpang dari ajaran Islam. 
Dia mengatakan bahwa
Lho ..Tahubusuk tidak menyimpang dari Islam. Biarkan orang-orang Tahubusuk 
bebas menjalankan
keyakinannya. Lho konstitusi negara saja menjamin kebebasan beragama dan 
berkeyakinan. Biarkan
saja...... ungkapnya sambil nyengir-nyengir diselingi canda tawa (guyonan).
Kontan saja, sebagian ulama yang masih waras jalan pikirannya menimpali 
ungkapan Maman Wajit Sedeng
sebagai ungkapan pelecahan agama Islam. Salah seorang ulama berkata dengan nada 
keras : Saya tidak
tahu apakah si Maman Wajit Sedeng itu seorang ulama atau Cendikiawan Muslim? 
Atau sebaliknya orang bodoh
bin tolol bin idiot yang pura-pura jadi orang pinter. Saya perhatikan setiap 
ungkapan-ungkapanny a
selalu mendiskreditkan Islam, selalu melemahkan posisi Islam dan ini sangat 
merugikan Umat Islam.
Selaku muslim kita harus komit terhadap ajaran Islam.. Allah Swt telah 
memberikan jaminan bahwa agama
yang diridhoi oleh Allah Swt adalah agama Islam. Islam adalah agama yang 
sempurna. Kesempurnaan ini akan
senantiasa dijaga oleh Allah sampai hari kiamat. Namun, sudah menjadi 
sunatullah bahwa akan selalu
muncul orang-orang ataupun kelompok yang berusaha merusak atau pun memunculkan 
kekaburan pada agama
yang sudah jelas ini.
Menurut jumhur ulam /pemahaman Ahlus Sunnah, satu hal yang sudah mapan (sudah 
pasti dan tetap) dalam
aqidah bahwa dalam memahami agama ini harus selalu mendahulukan Al Qur'an dan 
As .Manakala ada sesuatu
yang bertentangan dengan Al Qur'an dan As-Sunnah maka harus kita singkirkan. 
Hal ini berdasarkan apa
yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya dan Rasulullah sebutkan dalam Sunnahnya, 
diantaranya:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya 
dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1)

"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu 
mengikuti pemimpin-pemimpin
selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya)."( Al-Araf: 3)

"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya (terserah) kepada 
Allah. (Yang mempunyai
sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan 
kepada-Nyalah aku
kembali." (Asy-Syura: 10) 
Nabi Shalllahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Saya tinggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat setelah 
berpegang dengan keduanya
yaitu Kitab Allah dan Sunnahku." (Riwayat Al-Hakim dari Abu Hurairah, 1/172, 
lihat Shahih Al-Jami' no.
2937 dan Ash-Shahihah no. 1761)
Metodologi yang dihembuskan oleh Maman Wajit Sedeng merupakan warisan dari para 
pengikut iblis
laknatullah yang penuh dengan kebusukan dan kemunafikan. Hal ini Allah Swt 
menjelaskan tentang
orang-orang munafiq dalam firman-Nya:
"Apabila dikatakan kepada mereka: 'Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain 
telah beriman.'
Mereka menjawab: 'Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah 
beriman?' Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang bodoh tetapi mereka tidak tahu." 
(Al-Baqarah: 13)
Orang macam si Maman Wajit Sedeng ini tahu akan keharusan berbuat dan bersikap 
namun dia tidak tidak tahu
cara berbuat dan bersikap menurut syariat. Pemikiran macam Maman Wajit Sedeng 
bahkan dikembangkan
menjadi lebih sistematis dengan mengacu pada demokratisasi dan hak azasi 
manusia hasil olahan kaum
sekulerisme barat. Apa yang diputuskan akal, itulah yang benar. Dan apa yang 
ditolaknya maka itu tentu
salah. Paham Maman Wajit Sedeng ini adalah manusia dengan semata akalnya 
sendiri dapat mengetahui
batas-batas kebaikan dan kejahatan.
Perkataan orang macam Maman Wajit Sedeng jelas bertentangan dengan ayat-ayat 
dan hadits yang telah
disebutkan di atas. Oleh karena itu, alasan seperti ini tidak bisa diterima 
(karena salah), apapun
alasannya. Lebih-lebih karena dalilnya juga cuma dari akal, dimana akal ini 
satu sama lain bisa berbeda
pandangan (dalam memahami sesuatu). Lantas pandangan siapa yang mau dijadikan 
standar oleh Maman Wajit
Sedeng itu?
Pantaslah kalau Maman Wajit Sedeng itu orang bingung yang dilansir dalam al 
Qur'an, Allah Ta'ala
berfirman :

"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan 
petunjuk." (Adh-Dhuha: 7)
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. 
Sebelumnya kamu
tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui 
apakah iman itu, tetapi Kami
menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami 
kehendaki diantara
hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada 
jalan yang lurus."
(Asy-Syura: 52)
Bagi yang berakal sehat, dia akan tahu, misalnya, bahwa shalat adalah sesuatu 
yang baik setelah diberi
tahu syariat. Tahu mencium Hajar Aswad itu baik, tahu melempar jumrah itu baik, 
tahu jeleknya daging babi
sebelum ditemukan adanya cacing pita di dalammnya, dan banyak pengetahuan 
lainnya semua adalah dari
syariat. Dengan demikian syariatlah yang menerangkan baik atau jeleknya 
sesuatu. 
Memang terkadang akal dapat menilai baik buruknya sesuatu namun hanya pada 
perkara yang sangat terbatas,
seperti baiknya kejujuran dan jeleknya kebohongan. Dalam permasalahan lain, 
terutama dalam perkara
aqidah dan ibadah, akal banyak tidak tahu bahkan butuh bimbingan wahyu untuk 
mengetahuinya. 
Paham model Maman Wajit Sedeng ini adalah warisan iblis laknatullah, firman 
Allah Swt. :
"Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya 
mereka adalah kaum yang
melampaui batas." (Adz-Dzariyat: 53) 

Kirim email ke