Kawasan Karst di Jawa Makin Rusak Jumat, 23 Maret 2012 | 19:00 Museum KARST DUNIA terletak di tengah pegunungan Sewu, Wonogiri Jawa Tengah. Kawasan karst di Wonogiri dinilai memilik keistimewaan tersendiri. Yakni karstnya ada di permukaan dan ada yang di dalam. Sehingga kawasan Karst ini layak untuk dilengkapi dengan museum. Museum yang dibangun di Pracimantoro Wonogiri ini menggambarkan khasanah karst dengan keunikan goa-goa di Pracimantoro. Di dalam bangunan museum ini tersimpan banyak koleksi atau benda dan informasi yang berhubungan dengan karst. Bentuk Bangunan Museum Karst Pracimantoro ini unik seperti berbentuk piramida. (Indonesiatop) JAKARTA - Kerusakan kawasan karst di Pulau Jawa makin parah karena pemanfaatannya tidak dimulai dengan studi kelayakan yang memperhatikan fungsi hidrologi dan keunikan karakteristik karst, kata seorang peneliti.
Peneliti muda di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Rahmadi mengatakan di Tuban, Jawa Timur, kawasan karst atau daerah yang antara lain meliputi batuan kapur berpori sudah bopeng-bopeng karena dikeruk. Kondisinya akan makin rusak dengan kehadiran pabrik semen raksasa di wilayah itu. "Di Padalarang, bukit-bukit karst telah hancur tak lagi berbentuk karena aktivitas penambangan yang sangat intensif," kata alumnus Fakultas Biologi UGM yang baru lulus dari Graduate School of Science and Engineering di Ibaraki University, Jepang, itu melalui surat elektronik kepada Antara di Jakarta, Jumat. Pabrik semen juga sudah mengoyak bukit kapur yang tidak lagi hijau di sepanjang tol Jagorawi ke arah Bogor dan di Gunungsewu, Bedoyo. Bukit-bukit kapur sudah ditebas sampai hampir rata dengan tanah. Nasib bentang alam yang memiliki lembah, bukit, gua dan sistem sungai bawah tanah di Nusakambangan (Cilacap) juga tidak lebih baik. Sebagian sudah rusak akibat aktivitas penambangan pabrik semen. Cahyo khawatir rencana pembukaan pabrik semen baru di beberapa daerah seperti Grobogan, Pati, Bayah (Banten), dan Sukabumi akan semakin mengancam kelestarian kawasan karst karena selama ini industri semen berkontribusi besar pada kerusakan karst. Industri semen memotong bukit-bukit dengan banyak mata air tak pernah kering di kakinya untuk mengambil batu kapur. "Mereka telah mengoyak karst yang banyak berperan sebagai reservoir air," katanya. Ia mengatakan, kerusakan karst dalam jangka pendek maupun panjang bisa mengancam sumber-sumber air yang penting bagi masyarakat sekitar. "Dengan daerah tangkapan yang makin kecil, pasokan air ke dalam kapur makin sedikit dan lebih banyak yang menjadi air larian atau air permukaan," katanya. Kerusakan karst, lanjut dia, juga berdampak pada kelestarian lingkungan gua karena kurangnya pasokan air menyebabkan ornamen gua mati dan berhenti berproses, serta fauna akuatik yang bergantung pada air rembesan seperti udang primitif Stenasellus kehilangan habitat dan punah. Oleh karena itu, upaya penyelamatan kawasan karst harus segera dilakukan, katanya. (tk/ant) http://www.investor.co.id/tradeandservices/kawasan-karst-di-jawa-makin-rusak/32588#Scene_1
