Alhaamdulillah. Tah geuning kang SP; seratan kang SP teh didukung ku kang Ahsa. 
Alhamdulillah Gusti.

--- In [email protected], Ahsa <ahmadsahidin@...> wrote:
>
> QS Yunus ayat 3: "Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah 
> ada izin-Nya"
> nambihan: 
> Tidak ada seorangkan yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa 
> seizin-Nya." (QS. Al-Baqarah: 255)
> 
> www.ahmadsahidin.wordpress.com
> 
> 
> ________________________________
> Dari: Sp Saprudin <udarider@...>
> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; wanita - 
> muslimah <[email protected]> 
> Cc: "[email protected]" <[email protected]>; 
> urangsunda <[email protected]> 
> Dikirim: Rabu, 2 Mei 2012 10:52
> Judul: Bls: [kisunda] Tafsir Ayat ( Qur_an )
> 
>   
>  
> Punten kang Abbas,
> Maos tulisan Akang ngenaan Arsy jeung Syafaat
> Anu dinukils ku Kang Abbas surat Yunus ayat 3, ieu :
>  
>  
> [10:3] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi 
> dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala 
> urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada 
> izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah 
> Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?  
> 
> Kang, punten kuring sanes Mufasir (Ahli Tafsir), nanging mun maos hartos dina 
> ayat eta eces pisan yen anu dimaksad SYAFAAT teh nyaeta 
> "PERLINDUNGAN/PERTOLONGAN"
> Kaiatan Arsy jeung Syafaat jelas, yen Allah bersemayam di atas Arsy pikeun 
> ngatur segala urusan sakabeh makhluqna. Didieu Allah ngajelaskeun yen Alam 
> Jagad Raya ieu teh ciptaan jeung diatur ku Anjeun-Na, jeung henteu aya Tuhan 
> selain anjeun-Na jeung henteu aya syafaat (perlindungan/pertolongan) kacuali 
> angin ti Allah.
> Urang teh jalmi kasebat makhluq liyabuduun, pasti butuh pertolongan jeung 
> perlindungan ti anu nyiptakan Alam samesta ieu.
> 
> Sakitu we ulasan singket ti kuring, punten upami salah.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: Abbas Amin <abas_amin08@...>
> Kepada: wanita - muslimah <[email protected]> 
> Cc: kisunda <[email protected]>; [email protected]; 
> urangsunda <[email protected]> 
> Dikirim: Rabu, 2 Mei 2012 6:50
> Judul: [kisunda] Tafsir Ayat ( Qur_an )
> 
>   
> TAFSIR AYAT
>  
> Sungguh tidak sedikit ayat Qur_an yang belum bisa kita Tafsirkan dengan 
> tepat, sehingga memang wajar kalau yang masih belum sepenuhnya memahami Isi 
> Al Qur_an itu banyak sekali jumlahnya, walaupun mereka sudah mengaku Islam 
> sejak bayi; dengan demikian akibat selanjutnya adalah “pada kwalitas 
> keimanan”; tidak mengherankan apabila setelah besar bayi tersebut kemudian 
> pindah agama; atau bahkan jadi atheis sama sekali.
> Walau di surat 2 ayat 2 dst. dinyatakan : tiada keraguan, bahwa Risalah itu ( 
> Al Qur_an adalah petunjuk bagi oraang yang Taqwa ).
> Disini selain terjemahan, kita berhadapan lagi dengan penafsiraan ayat. Tidak 
> ada keraguan maksudnya adalah memang Risalah itu adalah petunjuk dan pegangan 
> bagi manusia yang taqwa atau siap Taqwa; tapi tak ada jaminan bahwa si yang 
> BACA akan MENGERTI.
> Jadi ayat tersebut harus ditafsirkan memang pegangan yang bagus, bagi yang 
> MENGERTI, dan mau mengerti itu yaaa atas KEHENDAKNYA jua. Kita bisa 
> berusaaha; tetap saja Tuhan juga yang menentukan si manusia bisa mengerti 
> atau tidak.
> Benar2 makin terbukti Innalloha alaa kulli Syaai’in Qodiir.
> Seperti contoh ayat ini : Allahu ladzii kholaqossamaawaati wal ardho, wa maa 
> baina humaa, fii sittati ayyamin tsummastawaa ‘alal Arsy. Maa lakum min 
> duunihii miwwaliyyiwwalaa syafii’I; apalaa tatazakkaaruun.
> Terjemahan dari Depag : Tuhanlah Yang menciptakan outer space dan bumi ( 
> katanya dalam 6 masa ) ; dan juga antara keduanya; kemudian Tuhan bersemayan 
> diatas Arsy yang Agung. Tak ada yang bisa memberi Syafaat kecuali DIA; apakah 
> kalian tak memikirkannya?
> Yang masih membingungkan dalam ayat ini, adalah Al Arsy; kemudian 
> dihubungkannya dengan Syafaat.
> Jadi bagaimana kita menafsirkan ayat ini ?
> Kita tahu Tuhan itu Al’A_laa, artinyaa Maha Tinggi ( tingginya jauuuuh 
> sekali ).
> Jadi jelas diatas.
> Al Arsy, apakah itu suatu tempat ? kita harus tolak pengertian ini; karena 
> Tuhan tak memerlukan tempat. Jadi duduk atau bersemayam diatas Arsy, 
> bagaimana menterjemahkanNya ?
> Bersemayam disini, jangan diterjemahkan DUDUK seperti pada manusia. Tapi 
> haruslah berpikir bahwa bersemayam = POSISI. Posisi Tuhan ada diatas Alam 
> semesta; mungkin yang dimaksud istilah arsy disini adalah Alam Semesta.
> Ini tidak berarti Tuhan bertempat tinggal; sebab memang posisi Tuhan ada 
> diatas  atau seluruh alam semesta ada didalam Tuhan; maka dari manapun 
> melihat; pasti Dia ada diatas. Dan diatas itu , adalah dari sudut pandang 
> manusia.
> Yang dimaksud bertempat tinggal adalah seluruh apa saja yang berada di ALAM 
> SEMESTA; sementara TUHAN ada diluar Alam Semesta.
> Jadi HUKUM Alam berlaku bagi seluruh penghuni alam semesta; tapi Tuhan diluar 
> Hukum Alam; karena Tuhan diluar alam semesta. Maka dari itu “Ulama” 
> menterjemahkannya sebagai yang tak bertempat tinggal. Tapi mereka tak bisa 
> lebih jauh lagi menguraikannya; malah dikatakan jangan menyelidiki tentang 
> Tuhan; tapi selidikilah CIPTAANNYA !
> Tapi walau bagaimanapun, kalau berusaha kearah itu bisa, kenapa tidak !?
> Setelah itu, yaitu setelah bersemayam bagaimana ? Kaum Mutazillaah 
> berpendaapaat bahwaa Tuhaan diam saja, hanya memperhatikan tingkah laku 
> manusia. Dan Netral, tak ikut campur. Jelas pandangan ini salah besar; 
> padahal Tuhan kan Al Qoddir; maka Tuhan tak pernah istirahat barang 
> sekejappun; kerjaan Tuhan banyak sekali; yaitu mengontrol seluruh Makhluqnya 
> termasuk Alam Semessta; menerima do'a dan harapan; mengonrol program takdir 
> dlsb. mencatat semua perbuaatan dari seluruh manusia; yang memang termasuk 
> programnya. Jadi tak ada sekejappun diam; Tuhaan selalu bekerja keras; daan 
> tentu saja bekerja keras Tuhan tak bisa dibaandingi oleh kerja kerasnya 
> manusia.
> Untuk sementara tulisan saya; yang tetap merupakan “Brain Storming” saya 
> aakhiri sampai disini dulu. Lain waktu kita sambung lagi.
> Billahi Taufiq wal hidayah, wassalaaamu’alaikum warahmaatullahi 
> wabarakaatuh. 
> 
> "Pada hari itu tidak berguna syafa'at kecuali (syafa'at) orang yang Allah 
> Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Ia telah meridhai 
> perkataannya." (QS. Thaha: 109)
> "Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah 
> diizinkan-Nya memperoleh syafa'atitu ...." (QS. Saba': 23)
>  
> tah dina eta ayat diluhur dijelaskeun yen aya anu dibere izin kanggo masihan 
> syafaat. cobi saha (dina ayat eta kabeh) anu dibere hak keur masihan syafaat?
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke