Salian di
Cilacap, di Kec. Salem Kab. Brebes oge rea keneh komunitas nu migunakeun basa
Sunda dina gunemcaturna. Saperti di Lembur Ciseureuh, tutugan Gunung Kumbang
Brebes, huluwotan Cipamali. Malah di tonggoheun ieu lembur aya tempat (situs)
nu katelahna "sasakala Siliwangi" nu oge kacatet dina lalampahan
Bujangga Manik
Mangsa ekspedisi
Bujangga Manik taun 2006 di salasahiji wewengkon nu aya di Kec. Salem Brebes,
aya komunitas Sunda nu henteu wae make basa Sunda sapopoena, tp msh knh 
ngayakeun
upacara tradisi saperti sidekah bumi. Oge kokolot di eta lembur msh mamake iket
(totopong)
Katerangan ti balad
nu basa kuliahna kungsi panalungtikan di kec. Salem Brebes, basa nu digunakeun
nyaeta basa Sunda. Pangpangna mah Sakecamatan ngagunakeun basa Sunda. Kec.
Salem ieu ngawates jeung Kec. Bumiayu. Tah ari di Kec. Bumiayu ge rea nu
gunem sapopoe ku basa Sunda, ngan teu ragem siga di kec. Salem.



----- Original Message -----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: 
Sent: Wednesday, May 2, 2012 4:48 PM
Subject: [kisunda] Basa Sunda di Cilacap.

Mulok Bahasa Sunda akan Diterapkan di Kec. Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah.

Kamis, 03/05/2012 - 05:51 

CILACAP, (PRLM).- Prihatin dengan jebloknya nilai muatan lokal bahasa Jawa 
rata-rata siswa sekolah dasar di Kecamatan daeyugluhur Cilacap Jawa Tengah, 
mulok Bahasa Sunda akan diterapkan pada kurikulum SD pada tahun ajaran 
2012-2013 di kecamatan perbatasan antara Cilacap (Jateng) dengan Kota 
Banjarpatoman Jabar.

Selama mulok bahasa Jawa diterapkan di 30 SD dan 2 MI di Dayuehluhur, nilai 
maksimal yang mereka dapat 6, "Nilai 7 sudah sangat istimewa sebab mereka tidak 
mengenal karakter bahasa Jawa," kata Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan 
Dayeuhuluhur - Nunung Sugiyono ketika dihubungi “PRLM” Rabu (2/5).

Bahasa ibu warga Dayeuhluhur adalah Bahasa Sunda, orang tua mereka tidak pernah 
mengenalkan bahasa Jawa, sementara dari segi wilayah administratif mereka masuk 
wilayah Jateng. Namun secara geografis dan interaksi sosial warga memilik ke 
sosial budaya Jabar. Sebab dari segi ekonomi warga Dayeuhluhur memiliki 
ketergantungan besar terhadap Kota Banjarpatoman khususnya untuk pemenuhan 
kebutuhan pokok masyarakat.

"Sehingga para siswa tidak mengenal karakter bahasa Jawa seperti unggah ungguh, 
kromo inggil, ngoko dan sebagainya, mereka sangat kesulitan belajar, akibatnya 
nilai mulok bahasa Jawa selalu jeblok,"jelas Nunung.

Melihat situasi itu warga Dayeuhluhur para tokoh masyakarat, LSM dan 
facebooker, membentuk tim pengembang yang bekerja keras melakukan studi banding 
ke Ciamis dan Tasikmalaya Jawa Barat sebagai rujukan pembuatan kurikulum 
silabus dan perangkat Kegiatan Belajar Mengajar lain.

Pihaknya sudah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan 
Olaharaga Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo khusus untuk Kecamatan Dayeuhluhur 
diijinkan menambah mulok Bahasa Sunda tanpa meninggalkan mulok Bahasa Jawa.

"Bertepatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 kita Launching, ditandai 
penyerahan Kurikulum Silabus RPP Pelajaran Mulok Bahasa Sunda dari Tim Penyusun 
Kurikulum Bahasa Sunda kepada UPTD Pendidikan Kecamatan Dayeuhluhur di kantor 
UPTD Pendidikan Dayeuhluhur,"jelasnya. 

Dengan begitu mulok Bahasa Sunda akan dilakukan pada tahun pelajaran 2012 - 
2013 mulai Juli nanti. Sebagai tahap awal mulok Bahasa Sunda diberikan pada 
kelas 4, 5, dan 6 SD. Sementara untuk SMP rencananya pada 2013 mendatang.

Sebaliknya para guru yang sebagian warga Jateng, mereka berasal dari Klaten. 
Purworejo, Klaten, Cilacap dan Banyumas masih yang belum memahami bahasa Sunda. 
Kepada para guru kata Nunung akan diberi pelatihan khusus Bahasa Sunda pada 
Juni mendatang.

Sekitar 100 persen warga yang tinggal di 14 desa Dayeuhluhur berbahasadan 
budaya Sunda, Desa Cilumping berbatasan langsung dengan Kota Banjarpatoman atau 
sebelah timur Syungai Cijolang, sementara desa Panulisan Barat berbatasan 
dengan Kuningan dan Ciamis.(A-99/A-26).***
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke