Bisa jadi ideu hade keur komunitas jeung universitas yeuh

 Monmouth, Si Kota Wikipedia
*
*
*
http://inet.detik.com/read/2012/05/21/142054/1920871/398/monmouth-si-kota-wikipedia?i991103105
*
*

Jakarta* - Bayangkan Anda memindai barcode yang tertempel di sebuah
bangunan. Lalu, di layar gadget Anda langsung muncul halaman Wikipedia
terkait bangunan tersebut. Ya, Anda bisa melakukannya di kota mungil
Monmouth, Inggris.

Dulu, Kota Monmouth di sebelah tenggara Provinsi Wales, Inggris, hanya
dikenal sebagai tempat kelahiran Raja Henry V. Padahal kota mungil ini kaya
akan sejarah dan budaya. Ratusan bangunan bersejarah tersebar di seluruh
kotanya.

*Nah*, untuk mendongrak kembali pariwisata di sini, pemerintah setempat
bekerjasama dengan Wikimedia UK dalam proyek bertajuk 'Monmouthpedia'.
Proyek ini akan mewujudkan fantasi Anda akan kemudahan akses informasi
tentang tiap bangunan bersejarah di Monmouth!

Mengutip situs DailyMail yang dikunjungi detikTravel pada Senin
(21/5/2012), lebih dari 1.000 barcode berbentuk plakat dan stiker telah
disebar di seluruh kota. Sebagai wisatawan, Anda tinggal memindai barcode
yang tertempel di bangunannya lalu muncul halaman Wikipedia terkait
bangunan tersebut. Keren!

Untuk urusan koneksi internet, Anda tak perlu khawatir. Soalnya, jaringan
WiFi telah terpasang di seluruh kota ini!

Hampir tiap bangunan punya barcode tersebut mulai dari museum, sekolah,
bangunan bersejarah, pub, hingga toko roti. Artikel tentang tiap tempat pun
tak main-main, dibuat sendiri oleh masyarakat dan pebisnis di kota ini.
Kemudian, beberapa relawan menyadurnya ke lebih dari 26 bahasa, mulai dari
Hindi hingga bahasa Hungaria.

Sekarang, terdapat lebih dari 450 artikel baru tentang Monmouth yang telah
masuk dalam jaringan Wikipedia. 150 di antaranya telah diperbaharui dalam
enam bulan terakhir.

Monmouth dipilih menjadi kota Wikipedia pertama di dunia karena sejarah dan
budayanya yang kuat. Buktinya, Roger Bamkin selaku Direktur Wikimedia UK
berkata kalau kualitas dan kuantitas artikel Monmouth dalam Wikipedia
sangat merefleksikan kultur, sejarah, dan peninggalan yang kaya di kota ini.

"Para turis mancanegara tak hanya bisa mendapatkan informasi dalam bahasa
mereka sendiri, tapi juga mengeditnya langsung," kata Bamkin.

Selanjutnya, penemu Wikipedia Jimmy Wales berencana mengaplikasikan sistem
ini pada beberapa kota lain.

Kirim email ke