Sok mindeng manggih dina hiji acara, di batur, aya ritual ngaleupaskeun manuk Japati. Ngan asa karek manggih, mun eta acara ngencarkeun manuk teh dina kagiatan budaya Urang Sunda mah. Cing sugan aya nu apal, kumaha eta sajarahna, asal-usulna eta acara ngencarkeun manuk teh. ===
senin, 28 mei 2012 14:22 WIB Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar SundaEksistensi Masyarakat Adat Perlu Dukungan RETNO HERIYANTO/"PRLM" *WAKIL* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DR. Sapta Nirwanda S.E., (kedua kiri) dan ibu (kedua kanan) didampingi Eka Santosa (kanan) dan H.S. Hermawan (kiri) melepaskan burung pada pembukaan Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda bertempat di Alam Santosa, Kamp. Sekebalimbing, Ds. Pasir Impun, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung. Senin (28/5/12). Keragaman budaya dan adat istiadat dapat memperkaya potensi pariwisata dan perekonomian daerah yang hingga kini belum banyak disentuh. Sejumlah negara telah menjadikan alam dan seni budaya lokal sebagai bagian dari industri pariwisata dan perekonomian masyarakat yang tidak terpisahkan dalam menghadapi ekonomi global. "Hingga saat ini negara kita belum sepenuhnya melirik kekayaan dan keanekaragaman seni budaya tradisi sebagai bagian dari industri pariwisata dan ekonomi rakyat. Padahal, disejumlah negara maju sekalipun seperti Korea dan Jepang industri pariwisata sebagai penyokong ekonomi global selalu didukung dengan kekayaan alam, seni budaya tradisional. Disini kita memiliki kekayaan budaya berupa masyarakat adat, sudah sepatutnya keberadaan masyarakat adat mendapat dukungan," ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, DR. Sapta Nirwanda, S.E., dalam sambutanya pada pembukaan Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda bertempat di Alam Santosa, Kamp. Sekebalimbing, Ds. Pasir Impun, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, yang diselenggarakan Duta Sawala Adat dan Baresan Olot Tatar Sunda. Acara ini dihadiri, istri Gubernur Jawa Barat, Ny. Netty Heryawan, anggota DPR RI, Ny. Popong Otje Djundjuna, Kadisparbud Jabar, Nunung Sobari, mantan Pangdam Siliwangi Iwan Sulanjana, Dirut Pikiran Rakyat Joko Hendrarto, sejumlah tokoh Sunda, serta perwakilan 20 masyarakat adat se Jawa Barat dan Banten, dan undangan. Ditegaskan Sapta Nirwanda bahwa keberadaan masyarakat adat di Inonesia tidak dapat dipisahkan dari keberadaan negara. "Karena keberadaan masyarakat adat akar budaya terpelihara, dan karena akar budaya pula negara ini ada, karenanya eksistensi masyarakat adat perlu didukung dan dijaga, demikian pula halnya dengan perekonomian mereka yang dalam hal ini berupa ekonomi kreatif," ujar Sapta. Dalam Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda, Sapta Nirwanda menyinggung ekonomi kreatif masyarakat adat ataupun masyarakat tradisional yang belum digali. "Ada banyak makanan khas yang selama ini hanya dikenal oleh bangsa sendiri, sementara negara lain belum mengenal. Negara Korea sudah mengupayakan makanan moci sebagai makanan khas yang mendunia, kenapa kita yang mempunyai oncom dengan berbagai kreasinya tidak dikenalkan, ini menjadi tanggungjawab kita bersama," ujar Sapta Nirwanda. prlm http://klik-galamedia.com/eksistensi-masyarakat-adat-perlu-dukungan-
