Asa kurang objektive mun satiap laku lampah sagolongan ummat Islam langsung 
dinisbatkan ka kelompok Wahabi. Istilah Wahabi ku jalma umum dinisbatkeun ka 
ngaran Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi. Anu sabenerna Muhammad Abdul 
Wahab mangrupakeun pelopor gerakan ishlah dimangsa Islam aya kamunduran jeung 
kabekuan berfikir anu dakwahna ngajak sangkan aqidah Islam dibalikkeun kana 
kamurnia harti tauhid tina syirik jeung sagala manifestasina.
Mun kurang faham kumaha ajaran tauhid Muhammad Abdul Wahab teh, mangga aos 
KITABUTTAUHID anu jadi rujukan ulama dunya widang aqidah.
   

________________________________
 Dari: Narayana Adipranata <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 4 Juli 2012 10:51
Judul: Bls: [kisunda] Fw: MALI:  Ngancurkeun Masjid Kuno, Kajahatan Perang!
  

 
   
 
wahabi teh cenah ceuk sakaol mah kelompok muslim nu nuturkeun 
aqidah+kayakinan Muhammad ibnu Abdul Wahhab. sok di nisbatkeun oge ka 
salafi...hampura kang Sp, lain maksudna nuduh ka wahabi. da kuring oge ari 
ngaji mah osok di HASMI. maksud teh nanya ka tulisan naha nu dimaksud islam 
garis keras teh wahabi???
 

________________________________
 Dari: Sp Saprudin <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 4 Juli 2012 10:23
Judul: Bls: [kisunda] Fw: MALI:  Ngancurkeun Masjid Kuno, Kajahatan Perang!
  

  
Kang Narayana, ari Wahabi teh naon nyah?????
 
Dari: Narayana Adipranata <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 4 Juli 2012 10:19
Judul: Bls: [kisunda] Fw: MALI:  Ngancurkeun Masjid Kuno, Kajahatan Perang!
  

  
isalm garis keras teh wahabi maksudna????
 
Dari: Waluya <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 4 Juli 2012 9:21
Judul: [kisunda] Fw: MALI:  Ngancurkeun Masjid Kuno, Kajahatan Perang!
  

  
Aya beja nu matak eneg, sanajan kajadianana tempatna jauh ti urang, di Mali, 
nagara di Afrika Kulon. Situs situs Kuno Islam di Timbuktu Mali diancurkeun ku 
kaum pemberontak Islam garis heuras, da dicap ngagedekeun kamusrikan. 
Situs-situs Kuno Islam ieu geus asup kana warisan Dunia ku Unesco (saperti 
borodudur di Indonesia). Akibatna murudul kutukan ti sakuliah Dunya kana 
kalakuan kaum  nu "anti peradaban" ieu. 

Nyanggakeun wartosna:

http://internasional.kompas.com/read/2012/07/03/06575197/Serangan.Tempat.Suci.Islam.di.Timbuktu.Kejahatan.Perang

Serangan Tempat Suci Islam di Timbuktu "Kejahatan Perang"
Selasa, 3 Juli 2012 | 06:57 WIB 

Jaksa di Mahkamah Kejahatan Internasional, Fatou Bensouda, menyebut 
penghancuran tempat-tempat suci Islam di kota kuno Timbuktu, Mali, sebagai 
kejahatan perang.

Bensouda mengatakan, para penyerang akan diajukan ke pengadilan.

"Pesan saya kepada mereka yang melakukan kejahatan ini adalah hentikan 
penghancuran tempat-tempat keagamaan sekarang juga," kata Bensouda kepada 
kantor berita AFP.

"Tindakan mereka tergolong kejahatan perang dan saya memiliki kewenangan untuk 
melakukan penyelidikan," tegas Bensouda.

Kecaman juga datang dari Sekjen PBB Ban Ki-moon yang mengatakan bahwa serangan 
terhadap situs warisan budaya dunia sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Tempat-tempat suci tersebut diserang pemberontak dari gerakan Islamis Ansar 
Dine pada hari Minggu (1/7/2012), serangan kedua yang mereka lakukan sejak 
Sabtu. Empat mausoleum dirusak dalam insiden ini.

Masjid kuno

Pemberontak mengatakan tempat-tempat suci ini tidak Islami, tetapi Menteri 
Kebudayaan Mali, Diallo Fadima Toure, mengatakan, tindakan pemberontak 
mengancam warisan budaya Mali.

"Mereka menyerang nilai-nilai budaya kami. Mereka menyerang monumen dan 
mausoleum kami, peninggalan yang menjadi aset budaya, yang oleh UNESCO telah 
ditetapkan sebagai situs peninggalan dunia," kata Toure.

"Yang sangat disayangkan adalah ada 333 makam orang suci di Timbuktu. Mereka 
menyerang makam tersebut dan bertekad menghancurkan semua makam yang ada," 
katanya.

Toure juga mengatakan, konsep Islam yang diusung pemberontak tidak populer di 
kalangan komunitas Muslim di Mali.

"Mereka adalah para teroris, orang-orang yang tidak memiliki keimanan, 
orang-orang yang membawa pesan Islam yang salah. Kami di Mali tidak mengenal 
jenis Islam ini," katanya.

Situs UNESCO menyebutkan, ada tiga masjid besar kuno di Timbuktu yang dibangun 
sekitar tahun 1400, ketika kota tersebut mengalami zaman keemasan.

Ketika itu Timbuktu dikenal sebagai kota persinggahan dan pusat kegiatan ilmiah.

Selain masjid kuno, juga terdapat makam yang diyakini sebagai tempat 
peristirahatan terakhir orang-orang suci. 

Sumber: BBC Indonesia

   

     

     

     
      

Kirim email ke