Nuhuuuuns Kang Sirod, Info yang bermanfaat, Mamang Share ke yang lain. 
Serai/ Sereh ternyata bisa bermanfaat melawan nyamuk :). Di Balong Mamang ge 
Sereh tinggal nancepin dikebon langsung jadi hehehe. Di kampung apalagi selain 
Sereh yang biasa ditanem dihalaman/ belakang rumah itu Cikur, Koneng, Laja, 
dlsb. Ngak tahu sekarang mah, udah mulai pada males kali ya. Mending beli ti 
pasar hehehe. 

nuhuuuuns nun,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: "Sirod, Muhammad" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 19 Nov 2012 18:50:16 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Melawan nyamuk

Intisari-Online.com – Musim hujan telah tiba, kita mesti waspada terhadap
penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit infeksi akut ini disebabkan
oleh virus dengue, tertama menyerang anak-anak. Ditandai dengan gejala
demam tinggi secara mendadak dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi
menimbulkan renjatan (shock) dan kematian. Penyakit ini ditularkan lewat
gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Bagaimana upaya pencegahannya? Ya, dengan memutuskan rantai penularannya.
Sebagian orang berusaha menghindari gigitan nyamuk penular dengan cara
memasang kelambu saat tidur, mengolesi kulit dengan obat antinyamuk, atau
menghilangkan tempat perindukan dan peristirahatan nyamuk. Juga tak sedikit
yang memberantas vektor penyakit itu (nyamuk) dengan menyemprotkan bahan
kimia sintetis. Celakanya, cara ini sangat tidak ramah lingkungan.

Obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar maupun oles umumnya mengandung
insektisida dengan beberapa senyawa kimia. Misalnya, nyamuk Culex sp. Dan
Aedes aegypti diberantas dengan menyemprotkan racun serangga. Selain
berdampak positif (nyamuk sekarat), ada pula dampak negatifnya. Kemungkinan
timbul keracunan pada manusia, hewan ternak, polusi lingkungan, dan hama
menjadi resisten. Adakalanya juga insektisida ini menyebabkan bau menyengat
dan bikin sesak napas dan alergi pada kulit sehingga berpengaruh terhadap
kesehatan. Di samping itu, penyemprotan dengan insektisida sintetis
membutuhkan biaya  cukup besar.

Nah, dalam melawan nyamuk, ekstrak serai bisa mnejadi solusi. Ekstrak ini
merupakan senyawa kimia alamiah yang berbau khas dan dapat digunakan untuk
menghindari gangguan/gigitan nyamuk.

Cara mendapatkan ekstrak serai cukup sederhana. Ambil batang dan daun serai
sebanyak 1 kg, dicuci dan ditiriskan, kemudian dihaluskan (diblender).
Hasil blenderan dilarutkan dalam air 250 ml, dan biarkan terendam selama
satu malam. Selanjutnya rendaman tersebut disaring. Hasil saringan disimpan
dalam botol dan diencerkan dengan aquades.

Ekstrak itu berupa minyak atsiri yang mengandung beragam senyawa, antara
lain sitrat, sitronela, gerantol, mirsena, nerol, farsenol methil heptenon,
dan dipentena. Yang paling diandalkan membunuh nyamuk hanyalah setronela,
karena memiliki sifat racun (desisccant). Cara kerja racun ini seperti
racun kontak yang mematikan karena tubuh serangga (nyamuk) kehilangan
banyak cairan.

Bahan ekstrak itulah yang nanti digunakan dalam penyemprotan nyamuk atau
sebagai “obat nyamuk” semprot atau “obat nyamuk” oles dengan konsentrasi
senyawa kimia yang rendah dan alamiah. Seberapa banyak ekstrak dan cairan
pelarut digunakan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain ramah lingkungan dan tanpa efek sampingan, pemberantasan nyamuk
dengan cara ini juga relatif murah. Apalagi tanaman serai sudah tidak asing
bagi kita. Batang dan daunnya biasa digunakan untuk bumbu masak, minyak
wangi, bahan pencampur pada jamu, juga dapat menghasilkan minyak atsiri.

Serai merupakan tumbuhan herba menahun. Jenis rumput-rumputan ini bisa
setinggi 50 – 100 cm, berdaun tunggal berjumbai sepanjang 1 m, lebar 1,5
cm, dengan tekstur kasar dan tajam. Permukaan atas dan bawah daun berambut
serta berwarna hijau. Batang tak berkayu, beruas-ruas pendek, serta berakar
serabut.

Anda ingin bertanam serai? Ambil tunas atau anakannya, dan tancapkan ke
tanah. Beres! (Intisari)

Kirim email ke