JAKARTA, (PRLM).- Ketua DPR RI Marzuki Alie menyampaikan keprihatinan
atas terjadinya kekerasan berdarah terhadap pemeluk ajaran Syiah di
Sampang, Madura, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, dia menilai aksi itu
beranjak dari ketidakpahaman masyarakat terhadap fatwa Majelis Ulama
Indonesia (MUI) yang menyatakan aliran Syiah bukanlah aliran yang
sesat.

“Ada baiknya dilakukan sosialisasi oleh Kementrian Agama bersama MUI.
Kita tahu Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa bahwa syiah
itu tidak sesat, artinya seharusnya tidak terjadi sesuatu seperti yang
kita dengar belakangan ini,” kata Marzuki dalam konferensi pers di
Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/12).

Baginya kasus kekerasan berdarah di Sampang yang mengakibatkan 2
korban jiwa dan puluhan rumah dibakar jauh dari nilai-nilai
Rahmatanlilalamin yang bermakna Islam memberikan rahmat kepada dunia
beserta isinya. Nabi Muhammad SAW lanjutnya telah memberikan contoh
bagaimana hidup berdampingan dengan damai bersama kepercayaan lain.

Ketika ditanya wartawan tentang kepentingan politik dibalik kekerasan
tersebut, politisi Partai Demokrat ini menyebut kemungkinan itu perlu
didalami. Ia berharap para pemimpin umat atau ulama di daerah dapat
berperan meredam hal ini.

“Ulama itu-kan mengayomi umat agar jangan terjebak pada aksi kekerasan
yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Para pemimpin
agama berada di wilayah independen, walaupun sering menerima sowan
dari para politisi namun hendaknya jangan sampai terseret kepentingan
politik,” lanjutnya.

Pada bagian lain Ketua DPR meminta aparat kepolisian dapat
mengoptimalkan kerja sama dengan masyarakat agar informasi kemungkinan
munculnya kekerasan dapat dideteksi dini. “Kepolisian itu tentu ada
keterbatasan, makanya kerja sama dengan masyarakat itu sangat penting,
mendapatkan informasi apabila diperkirakan ada kemungkinan kerusuhan,”
paparnya.

Ia mengingatkan saat ini rasio jumlah polisi dan penduduk di Indonesia
masih sekitar 1 : 900 jauh dari standar ideal yang dianjurkan PBB
yaitu1 : 400. Kebijakan pemerintah yang akan menambah jumlah personil
kepolisian sampai 20.000 orang pada anggaran tahun depan menurutnya
patut didukung. (A-109/A-108)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/201122

-- 
http://www.kompasiana.com/ahsa


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke