Tong poho Cirebon Kang... Nikah Siri jeung Artist Dangdut wkkk... Pernah asuuup 
di TV oge. Tapi Alus euweuh konflik siga kieu... Bupatina sakti Manajemen 
Conflict-na alus pisan hehehe. 

Teu siga Mang Aceng deuih loba gaya make daek diinterpiew di TV hehehe. Padahal 
Bupati Cirebon mah anu ditikah siri-na penyanyi dangdut Melinda tea hehehe. 
Ngan manehna teu loba gaya... Kalem weh, diam- diam cicingeun, cicing cicing 
ngajedog tea xixixi. 

Tah jadi lamun rek baong kudu diajar nga-manage conflict wkkkk. Walikota Bogor 
ge alus nga-manage conflict-na didemo kumaha wae oge lancaaar jaya aman 
tengtram sempet asup TV oge tapi aman hehehe. 

Sigana bener prinsip anu nyebutkeun yen, "lalaki makin beunghar makin baong, 
awewe makin baong makin beunghar" xixixi. Harta, Tahta, Wanita tea hehehe. 

Awewe ge meureun bakat ku butuh daek weh... Daripada sangsara meunang nu 
kasep... Mending beunghar meunang aki-aki hehehe. Visioner pan tipe-2 anu boga 
Jiwa Enterpreneur eta wkkkk.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: rsyaifoel <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 13 Dec 2012 09:23:59 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Baraya_Sunda] lalaki Sunda resep kawin?

Hmmmm.... Bogor, Garut, Tasik....
Wakil rahayat ti Sukabumi can kabejakeun euy! :))

Wakil Rakyat Ini Mengakui Telah Nikah Siri
Penulis : Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | Kamis, 13 Desember 2012 | 16:12 
WIB
 Dibaca: 153 Komentar: -
| Share:
TERKAIT:
Nikah Siri, Anggota DPRD Melanggar Kode Etik
Deni: Istri Sah Dilarang Masuk untuk Hindari Konflik
Anggota DPRD Nikah Siri, Istri Kabur
Hamil 8 Bulan, Istri Wakil Rakyat Ditelantarkan
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tasikmalaya 
memamnggil DRS, salah satu Ketua Fraksi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya terkait 
pernikahan sirinya, Kamis (13/12/2012) pagi. 

Saat pemanggilan itu, DRS mengaku telah menikah siri dengan AJ. Bahkan DRS pun 
sempat mengaku melarang istri sahnya FW (33) asal Bantul, Yogyakarta, masuk ke 
rumahnya untuk menghindari konflik. 

Ketua BK DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dadi Supriadi menyebutkan, terjadinya nikah 
siri oleh salah seorang pejabat publik tanpa ada persetujuan istri pertama 
telah melanggar kode etik DPRD Pasal 15. Dalam pasal itu disebutkan, setiap 
anggota DPRD wajib melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 dan mentaati 
perundang-undangan. 

"Nah, pernikahan tanpa izin istri pertama kan sudah melanggar Undang-Undang 
Perkawinan. Jadi pada aturan itu dikatakan kalau akan menikah lagi harus ada 
persetujuan istri pertama. Beliau sudah mengakuinya," kata Dadi kepada wartawan 
saat ditemui di ruang BK DPRD Kabupaten Tasikmalaya, siang tadi. 

Setelah dilakukan pemannggilan kepada DRS, BK akan segera berembuk kembali 
untuk menentukan jenis pelanggaran yang akan diterima politikus asal PAN 
tersebut. Namun, untuk dugaan menelantarkan istri sahnya, BK tidak akan 
membahasnya. Alasannya, permasalahan itu telah masuk ke ranah hukum, setelah 
adanya laporan dari FW. "Untuk permasalahan yang lainnya, kami tidak 
membahasnya. Kami hanya membahas terkait kode etik saja," kata Dadi. 

Pemanggilan Dipercepat
Sebelumnya, DRS dipanggil BK tadi pagi sekitar pukul 09.00. Pemanggilan 
dilaksanakan secara tertutup dan dipercepat dari jadwal tanpa sepengetahuan 
awak media. Sesuai informasi dari salah satu anggota, awalnya BK akan 
melaksanakan pemanggilan pada pukul 13.00. Namun, pemanggilan dipercepat dan 
dilaksanakan secara tertutup. 

Ketika dikonfirmasi, Ketua BK DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dadi Supriadi mengaku 
tidak ada percepatan jadwal pemanggilan DRS. "Gak ada setahu saya percepatan 
pemanggilan, ini jam sembilan pagi sudah jadwal yang telah ditetapkan. Terus 
rapat BK kan ini tertutup," terang Dadi kepada wartawan di ruangannya. 

Diberitakan sebelumnya, DRS dilaporkan istri sahnya FW, karena diduga telah 
menelantarkannya dan lebih membela istri sirinya. FW bersama ketiga anaknya 
didampingi ibunya melaporkan suaminya itu ke SPK Polres Tasikmalaya, Selasa 
(11/12/2012) siang. Bahkan, saat dirinya dan ketiga anaknya datang ke rumah 
suaminya di Indihiang, Tasikmalaya, mereka sempat ditolak masuk.

Editor :Glori K. Wadrianto



Kirim email ke