Manstaaaap Mang Hasan... Heueuh maenya teu meunang ngucapkeun selamat Natal 
hehehe. Mengucapkan selamat pan bukan ritual ibadah. Kadang memang sok 
berlebihan tah, padahal kalau dilihat dari sisi sosial kemanusiaan pan baik. 

Hayuuuu aaah bangun Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, Beragam bukan Seragam, 
Unity in Diversity. Pluralismeu bukan Monoton :D. 

Wilujeng dibagi rapot n' wilujeng long wiken buat semuahnya, tong he-love kalo 
bingung nyari tempat liburan bersama keluarga tercinta ke Balong Mamang aja 
xixixi.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 21 Dec 2012 06:32:24 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: Wilujeng! Selamat! Congratulation!?

Gus Sholah: Muslim Boleh Ucapkan Natal
Kamis, 20 Desember 2012 | 14:47 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com *— Cendekiawan Muslim Sholahuddin Wahid mengatakan,
umat Islam sah-sah saja mengucapkan Natal kepada umat Kristiani. Pasalnya,
tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan natal.

"Mengucapkan Natal adalah bentuk ungkapan saling menghormati antarpemeluk
agama," kata Gus Sholah kepada *Kompas.com*, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Gus Sholah menambahkan, para ulama yang melarang umat Islam mengucapkan
selamat Natal perlu mencari alasan tepat. Kendati demikian, Gus Sholah
tidak menyalahkan para ulama itu. Menurutnya, ulama memiliki dasar pendapat
sendiri. Gus Sholah hanya meminta agar para ulama memikirkan dampak sosial
dari ucapannya. Pasalnya, ucapan mereka berdampak luas.

"Aspek sosial tidak pernah melarang Muslim mengucapkan Natal. Saya sendiri
juga mengucapkan Natal," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'aruf Amin melarang umat Islam
mengucapkan Natal kepada Kristiani. Umat Islam, kata Amin, lebih baik
menghindari mengucapkan Natal. "Sebaiknya tidak usah *ajalah* (mengucapkan
Natal). Tahun baru saja. Mengucapkan Natal itu masih menjadi perdebatan,"
kata Amin di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Selain itu, Amin juga mengimbau Muslim untuk tidak menghadiri perayaan
Natal. Sebab, tindakan tersebut diharamkan oleh MUI atas dasar fatwanya.

"Ada fatwa MUI supaya tidak boleh ikut acara ritual Natal. Karena itu
ibadah, haram mengikuti ritualnya," terang Amin.

Meskipun melarang, Amin mengimbau seluruh umat Islam untuk menjaga
kerukunan umat beragama. Hal itu, terangnya, dilakukan saat Kristiani
merayakan Natal. "Kalau untuk perayaan ini (Natal), tentu kita harus
menjaga kerukunan dan toleransi," pungkasnya.

*Aditya Revianur* *Dapatkan artikel ini di URL:*
http://nasional.kompas.com/read/2012/12/20/14473966/Gus.Sholah.Muslim.Boleh.Ucapkan.Natal

Kirim email ke