INILAH.COM,Jakarta - Harga obat ayang semakin mahal memicu masyarakat
yang berpenghasilan 'rendah' beralih mengkonsumsi obat herbal atau
madu untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Seperti diketahui, adu bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan
berbagai macam gejala penyakit ringan termasuk batuk. Dalam sebuah
riset yang dilakukan para peneliti dari Pennsylvania State University
di Hershey, Amerika menyebutkan bahwa madu terbukti efektif
meringankan batuk pada anak-anak dan membantu mereka tidur nyenyak di
malam hari. Benarkah ?

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa pengobatan dengan madu
bahkan lebih baik dibanding sirup obat batuk yang mengandung
dextromethorphan.

eperti dikutip insidermedecine, salah seorang tim peneliti, Dr. Ian M.
Paul menjelaskan hasil penelitian itu begitu menyakinkan sehingga kami
dapat menyatakan dengan jelas bahwa madu lebih baik ketimbang
dextromethorphan atau tanpa pengobatan sama sekali.

"Banyak keluarga terkait dengan temuan ini dan mereka akan mengatakan
bahwa nasehat nenek benar adanya," jelas Ian M. Paul.

Sejauh ini, pengobatan untuk batu yang disebabkan ISPA atau pilek
biasa belum ada yang benar-benar efektif. Walaupun dextromethorphan
banyak digunakan, tetapi belum ada bukti bahwa obat ini benar-benar
manjur.

Menurutnya, beberapa dokter anak yang membaca hasil studi ini
merekomendasikan bahwa madu dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi
batuk pada anak. Namun mereka menyarankan, sebaiknya madu tak
diberikan pada anak di bawah satu tahun karena berisiko mengalami
botulism atau keracunan.

Dalam studinya, para peneliti melibatkan 105 anak pengidap infeksi
pernafasan atas pada sebuah klinik di Pennsylvania. Para orang tua
anak ini diberi masing-masing sebuah kantong berisi obat beserta
petunjuk dosisnya. Sebagian kantong tidak dilengkapi obat.

Beberapa kantong berisi obat dextromethorphan dengan aroma madu,
sedang lainnya berisi madu dengan dosis serupa. Para peneliti
mengumpulkan data mengenai gejala batuk serta tidur anak-anak dari
orang tua mereka, baik sebelum maupun pasca pengobatan.

Seluruh anak mengalami kemajuan, tetapi yang mengonsumsi madu secara
konsisten mencatat rata-rata skor tertinggi dalam penurunan frekuensi
dan tingkat keparahan batuk mereka. Anak yang minum madu pun mengalami
perbaikan dalam kualitas tidur mereka.


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke