Pandeglang (10/5/2013) - Emas merupakan logam mulia yang sangat bernilai. Harga di pasaran pun saat ini berkisar Rp 450-490 ribu per satu gramnya.
Harga yang sangat tinggi tersebut ternyata tidak membuat Kecamatan Cimanggu mudah untuk diakses. Bahkan beberapa kampung disekitarnya, seperti Dukuh Handap dan Cikeyeup di Desa Batu Hideung dan Kampung Cegok dan Kampung Aer Jeruk di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Banten, masih terisolir karena akses jalan yang rusak parah, bahkan tidak ada akses jembatan yang menghubungkan jalur antar kampung. Padahal Tambang Emas Cibaliung yang berada di Kecamatan Cimanggu sudah beroperasi sejak April 2010 lalu. Tambang Emas milik Antam ini berjarak sekitar 8 Km dari Kampung Dukuh Handap yang terisolir tadi. Ironisnya, Dukuh Handap juga hanya berjarak sekitar 50 Km dari PLTU Labuan sebagai salah satu penghasil listrik di Pulau Jawa. Namun jalan menuju kampung ini gelap gulita bila waktu Maghrib telah tiba. Kecamatan Cimanggu juga bersebelahan dengan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai lokasi konservasi badak bercula satu yang mendunia. Akan tetapi sayang sekali infrastruktur jalannya rusak parah luar biasa. Masyarakat di sekitar kawasan sudah berulang kali mengeluhkan buruknya infrastruktur diwilayah ini, namun sayangnya para wakil rakyat seolah tidak pernah menepati janji mereka saat kampanye. “Kami sudah frustasi dengan janji dari pemerintah dan wakil rakyat, saat ini siapapun yang akan membangun desa kami, selalu kami terima,” ujar Zakaria, tokoh masyarakat Aer Jeruk. Sementara itu, Muhammad Koni Ketua RT Cikeyeup mengungkapkan kekesalannya karena janji anggota DPRD selalu tidak pernah ditepati. “Saya bosan dengan janji anggota DPRD, setiap kampanye akan membangun desa kami, tapi selalu diingkari saat sudah duduk di parlemen,” ungkap Koni kepada Bantenesia. Dilain pihak, Warti selaku Kepala Desa Ranca Pinang Kecamatan Cimanggu tidak pernah bosan mengajukan perbaikan jalan di desanya, namun ajuan tersebt selalu tertolak saat musrenbang. (Acel/Rudi/B16)
