Woooooow hedeeed euy.. Sudah lilaaa bin lama sekali Mamang teu nga apdet
www.kasundaan.org hehehe. Sugan teh ngak ada yang baca euy . sihoreng teh
geuning banyak juga yg maca euy.. horseeeeey Ceumangaaaat Aa. Ternyata The
Most Popular Article na teh geuning Watak Budaya Sunda, sabenerna ini teh
tulisan Kang Eman Sulaeman Budayawan Sunda di Bogor ti Yayasan Hanjuang
Bodas yg dimuat ku Koran Radar Bogor manstaaap Mang Dahlan Iskan. ingaaaa
ingaaaa jangan lupa sama Budaya yah. Ngan ku Mamang ditambahan saeutik
hehehe. Majuuuuu teruuuuus Susundaaan ah. Save Our Culture & Love Our Nature
For Sustainable Future :) Ieu Article-na ku Mamang ditangkodkeun bisi
tertarik pengen maca deui.. Alus keur lenyepaneun/ introspeksi diri,
termasuk Mamang oge borokokok keneh hehehe. Dihandap ieu oge top 10 articles
yg dibaca ku para pembaca :). 


Watak
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=53>  Budaya Sunda 

50197 


Kronologi
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=15>  Sejarah Sunda 

49132 


Legenda
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=63>  Lutung Kasarung 

23419 


Kacapi
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=54>  Indung, Simbol Sunda Lama 

21696 


Panceg
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=58>  Dina Galur Komunitas Metal Bandung... 

19922 


Si
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=55>  Kabayan Sebagai Cerita Rakyat 

17686 


Amanat
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=52>  Galunggung 

15061 


Si
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=61>  Kabayan 

12377 


Si
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=56>  Kabayan, Mengabdi dan Mengabadi 

12020 


Sunda
<http://www.kasundaan.org/id/administrator/index.php?option=com_content&task
=edit&id=5>  - Ti Urang, Ku Urang, Keur Balarea 

9268 

Sunda berasal dari kata Su = Bagus/ Baik, segala sesuatu yang mengandung
unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter
Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang
dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas
diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka
Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan
kesejahteraan lebih dari 1000 tahun. 

Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau
Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru
dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya
peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di
Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara. Bahkan menurut
Stephen Openheimer dalam bukunya berjudul Sundaland, Tatar Sunda/ Paparan
Sunda (Sundaland) merupakan pusat peradaban di dunia. Sejak dari awal hingga
kini, budaya Sunda terbentuk sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun,
modernisasi dan masuknya budaya luar lambat laun mengikis keluhuran budaya
Sunda, yang membentuk etos dan watak manusia Sunda.

Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih.
Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga
didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang 'nyunda' perlu memiliki
hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus
bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya.

Setiap bangsa memiliki etos, kultur, dan budaya yang berbeda. Namun tidaklah
heran jika ada bangsa yang berhasrat menanamkan etos budayanya kepada bangsa
lain. Karena beranggapan, bahwa etos dan kultur budaya memiliki kelebihan.
Kecenderungan ini terlihat pada etos dan kultur budaya bangsa kita, karena
dalam beberapa dekade telah terimbas oleh budaya bangsa lain. Arus
modernisasi menggempur budaya nasional yang menjadi jati diri bangsa. Budaya
nasional kini terlihat sangat kuno, bahkan ada generasi muda yang malu
mempelajarinya. Kemampuan menguasai kesenian tradisional dianggap tak
bermanfaat. Rasa bangsa kian terkikis, karena budaya bangsa lain lebih
terlihat menyilaukan. Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi pada budaya
Sunda, sehingga orang Sunda kehilangan jati dirinya. 

Untuk menghadapi keterpurukan kebudayaan Sunda, ada baiknya kita melangkah
ke belakang dulu. Mempelajari, dan mengumpulkan pasir mutiara yang
berserakan selama ini. Banyak petuah bijak dan khazanah ucapan nenek moyang
jadi berkarat, akibat tidak pernah tersentuh pemiliknya. Hal ini disebabkan
keengganan untuk mempelajari dengan seksama, bahkan mereka beranggapan
ketinggalan zaman. Bila dipelajari, sebenarnya pancaran etika moral Sunda
memiliki khazanah hikmah yang luar biasa. Hal itu terproyeksikan lewat
tradisinya. Karena itu, marilah kita kenali kembali, dan menguak beberapa
butir peninggalan nenek moyang Sunda yang hamper punah.

Ada beberapa etos atau watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju
keutamaan hidup. Selain itu, etos dan watak Sunda juga dapat menjadi bekal
keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Etos dan watak Sunda
itu ada lima, yakni cageur, bageur, bener, singer, dan pinter yang sudah
lahir sekitar jaman Salakanagara dan Tarumanagara. Ada bentuk lain ucapan
sesepuh Sunda yang lahir pada abad tersebut. Lima kata itu diyakini mampu
menghadapi keterpurukan akibat penjajahan pada zaman itu. Coba kita resapi
pelita kehidupan lewat lima kata itu. Semua ini sebagai dasar utama urang
Sunda yang hidupnya harus 'nyunda', termasuk para pemimpin bangsa.

Cara meresapinya dengan memahami artinya. Cageur, yakni harus sehat jasmani
dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat
moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifat
suudzonisme. Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi
pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak
emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan,
bukan hanya dibaca atau diucapkan saja. Bener yaitu tidak bohong, tidak
asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan
agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi
timbangan, dan tidak merusak alam. Singer, yaitu penuh mawas diri bukan
was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum
pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak
cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya. Pinter, yaitu
pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas
jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai
menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah
pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan
orang lain.

Sumber: Bapak Eman Sulaeman, Yayasan Hanjuang Bodas, Bogor.

nuhuuuns,

mang asep kabayan

www.dkabayan.com

 

Kirim email ke