Hahahaha beneeeer tah wkkkk

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: dudi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 21 May 2013 11:30:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] GINANDJAR KARTASASMITA keur RI 1

supaya meunang wakilna jokowi tah, ngarah taeun hahaha


2013/5/21 <[email protected]>

> **
>
>
> ** Kumaha pami GKna Kang Ganjar rektor Unpad? Kang Ginanjar, Kang Oma
> Soneta nu ngabeking?
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "mang kaby" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 21 May 2013 11:13:57 +0700
> *To: *<[email protected]>; 'UrangSunda'<
> [email protected]>; <[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[kisunda] GINANDJAR KARTASASMITA keur RI 1
>
>
>
>  *Dari pada Oma Irama anu Urang Sunda oge nu jadi Presiden… Kumaha lamun
> Mang Ginandjar Kartasasmita dikomporan supaya naek jadi Presiden… keun wae
> kitu eleh oge sugan weh meunang… nu penting nunjukeun heula Susundaan masih
> aya hehehe.*
>
> *Ceunah man behind the gun Mang GK ieu teh disababraha paristiwa…
> diantarana turuna Suharto jeung oge sigana Gusdur hehehe. Taaah soook atuh
> kahareup kituh maju ulah ditukang wae hehehe.*
>
> *H. GINANDJAR KARTASASMITA *
> *Sakit, Lalu Jadi Tahanan *****
>
> Tragis, begitulah yang terjadi terhadap mantan Menteri Pertambangan dan
> Energi Ginandjar Kartasasmita, tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi
> dalam pelaksanaan kerjasama antara Pertamina dengan PT Ustraindo Petro Gas.
> Dalam keadaan sakit, ia dijadikan tahanan. Meski tidak langsung dibawa ke
> rumah tahanan Kejaksaan Agung, tapi itu cukup mengiris hatinya. “*Dholim*,”
> sebut Wakil Ketua MPR ini, seperti diceritakan pengacaranya, Muchyar Yara.
> ****
>
> Apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung itu memang cukup menyentak,
> beberapa kalangan. Adnan Buyung Nasution, misalnya. Pengacara senior ini
> melihat, upaya Marzuki menahan Ginandjar hanya karena menuruti instruksi
> Presiden Abdurrahman Wahid. “Jangan hanya karena mengejar target untuk
> melakukan pemeriksaan pada akhir Maret, lantas berbuat ngawur,” katanya. Ia
> mengharapkan, proses pemeriksaan terhadap Ginandjar tetap menghormati
> ketentuan hukum berlaku wajar dan tidak sewenang-wenang. ****
>
> Memang, dalam kasus ini, terlihat ada situasi panik di pihak penegak
> hukum. Tak heran bila ada yang menilai bahwa penahanan Ginandjar terkesan
> dipaksakan. “Tampaknya mereka sudah pada batas frustrasi, sehingga mereka
> mengatakan ‘apa pun alasannya kami akan tetap melakukan penahanan’,” ujar
> Muchyar. Dan ia percaya, penahanan Joni – begitu Ginandjar akrab disapa --
> hanya sekedar untuk memenuhi target tanggal 31 Maret. “Ada aspek-aspek yang
> bersifat non yuridis,” Muchyar menegaskan. ****
>
> Tetapi, Marzuki Darusman, Jaksa Agung, mengelak ada kepentingan politik
> dalam penangkapan Ginandjar. “Kejaksaan juga tidak punya target penangkapan
> demi kepentingan politik. Tetapi, memang ia (Ginandjar) tidak bersahabat
> dengan Gus Dur,” kata Marzuki kepada *TEMPO*. Yang jelas, seperti
> diberitakan Majalah TEMPO edisi 8 April 2001, Gus Dur pernah mengultimatum:
> jika Ginandjar tidak ditangkap sampai 31 Maret kemarin, Jaksa Agung Marzuki
> akan diberhentikan dari posisinya. ****
>
> Soal Ginandjar ini menjadi perhatian khusus Gus Dur. Sampai-sampai,
> Marzuki sendiri tidak perlu melapor secara mendalam soal perkembangan kasus
> bekas menteri Orde Baru itu. “Presiden sudah tahu perkembangan terakhir
> kasus Ginandjar. Kalau beliau sudah tahu, untuk apalagi saya melapor?” kata
> Marzuki. Itu menunjukkan bahwa Gus Dur memang sangat memperhatikan kasus
> itu. Istimewa? Agaknya, iya. ****
>
> Sebelumnya, tak lama setelah tiba di tanah air, Ginandjar langsung
> dicekal. Keputusan cekal itu tertuang dalam surat yang ditanda tangani
> Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen H. Chalid Karim Leo bernomor
> 042/D/DSP.3/03/2001. ****
>
> Tampaknya memang banyak hal yang membuat Gus Dur “tidak akrab” sama
> Ginandjar. Tahun lalu, ia pernah hampir ditangkap juga, bersama Fuad
> Bawazier, Arifin Panigoro, dan lain-lain. Fotokopi surat perintah
> penangkapannya, ditandatangani Jaksa Agung Marzuki Darusman, bernomor
> 032/J.A/07/2000, sempat beredar. Tentu saya, Marzuki membantah keberadaan
> surat itu. ****
>
> Tapi ketika itu, opini telanjur terbentuk -- selain dianggap terlibat
> dalam rantai KKN Orde Baru, Ginandjar juga ditengarai bergerak merancang
> pendongkelan Gus Dur dari kursi presiden. Ia misalnya, disebut-sebut ikut
> membiayai demo guru ke DPR. Seperti ditulis Majalah Forum, ia diduga
> menyediakan dana Rp 5 miliar untuk baju seragam dan logistik saat para guru
> ramai-ramai melakukan demontrasi, April 2000 lalu. ****
>
> Selesai satu soal, kemudian ia juga dikabarkan ikut merancang pengerahan
> massa menjelang Sidang MPR Agustus 2000 lalu, untuk mendesak Gus Dur
> mundur. Selain itu, Ginandjar pun dianggap sebagai simpul bersatunya
> kekuatan PDI Perjuangan dan Partai Golkar untuk menekan Gus Dur selama ini.
> "Ginandjar yang secara intensif mengatur pertemuan antara tokoh-tokoh
> partai politik itu," kata sumber dari kalangan istana seperti dikutip
> Majalah TEMPO, tahun lalu. ****
>
> Soal kedekatan mantan anggota kabinet beberapa periode pada masa Soeharto
> itu dengan PDIP memang tidak terbantahkan. Lolosnya Ginandjar ke Senayan,
> sebagai anggota MPR utusan Daerah Jawa Barat, tidak lepas dari peran partai
> berlambang banteng gemuk itu mendongkraknya. Semula, karir politiknya
> dipastikan hampir macet, menyusul menipisnya kendaraan politik baginya
> untuk sampai ke Senayan. ****
>
> Tetapi, soal KKN -- berkaitan dengan Freeport dan pembangunan kilang
> minyak Pertamina di Balongan -- dan soal upaya menghempaskan Gus Dur dari
> kursinya, semua dibantah oleh Ginandjar. Ia merasa tidak punya masalah
> dengan Presiden Abdurrahman Wahid. "Saya tidak pernah merasa yang
> dimaksudkan Presiden Gus Dur itu adalah saya," katanya kepada TEMPO.
> Memang, Ginandjar tetap anteng menanggapi berbagai tuduhan yang dialamatkan
> kepadanya, dan penuh percaya diri. ****
>
> Sikap tenang dan penuh percaya diri itu pula yang terlihat ketika ia
> tampil dalam acara rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Rabu, 12
> Juli lalu. Pada kesempatan itu ia dengan tangkas menjawab semua pertanyaan
> anggota dewan -- menyangkut masalah PT Freeport, listrik swasta, proyek
> kilang minyak di Balongan, dan lain-lain -- dengan menunjukkan data-data
> kongkret. Justru, anggota dewan sendiri yang terlihat kewalahan dan mati
> kutu menghadapi Ginandjar yang sangat siap itu. "Saya akui data yang dibawa
> Pak Ginandjar sangat baik. Tetapi bukan berarti kami menerima begitu saja
> keterangannya," kata anggota Komisi VIII Priyo Budi Santoso ketika itu. **
> **
>
> Ginandjar lahir di Bandung, 59 tahun lalu. Menamatkan sekolah dasar hingga
> menengahnya di Jakarta. Pada tahun 1959 ia kembali ke Bandung, masuk ITB.
> Kemudian, Ginandjar -- yang akrab dipanggil Joni itu -- memperolah beasiswa
> ke Jepang dan belajar pada Tokyo University for Agriculture Chemical
> Engineering, hingga lulus sebagai insinyur teknik kimia, 1965. ****
>
> Ia kemudian masuk Angkatan Udara RI. Di TNI AU, ia memulai kariernya
> dengan pangkat letnan satu. Ketika pangkatnya menjadi Kapten, ia ditugaskan
> di Sekretariat Negara. Di sini ia sempat mengikuti pendidikan Lembaga
> Administrasi Negara, dan lulus menjadi sarjana administrasi negara, 1980.
> Dua tahun kemudian ia menjadi anggota Badan Pekerja MPR. Selain juga
> berulang kali menjadi anggota delegasi RI ke berbagai konferensi
> internasional, ia juga sering ikut dalam perlawatan kenegaraan Presiden RI.
> ****
>
> Februari 1985, ia menerima tambahan tugas, menjabat ketua Badan Koordinasi
> Penanaman Modal, menggantikan Suhartoyo. Termasuk gesit dan tanggap, lima
> bulan kemudian Ginandjar mengumumkan Keppres No. 5/1985. Antara lain,
> keputusan Presiden itu membolehkan Penanaman Modal Asing memasuki bidang
> usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). ''Asal menyertakan koperasi
> sebagai pemegang 20 persen saham,'' katanya. Di BKPM, di antaranya, ia
> bertugas menyederhanakan prosedur perizinan, dalam kaitan tugas pokok
> mempromosikan penanaman modal di Indonesia ****
>
> Ketika kecil, Ginandjar mengaku anak bandel. Anak keempat dari sepuluh
> bersaudara ini putra Husen Kartasasmita, pegawai Kementerian Pertahanan
> yang aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI), dan pernah menjadi anggota
> DPR hasil Pemilu 1955. Ibunya, Ratjih Natawidjaja, juga aktivis PNI. ****
>
> Ayah tiga anak yang sudah haji ini pengagum semangat *bushido* orang
> Jepang. Ia juga menggemari olah raga bela diri kendo dan kempo, yang
> dipelajarinya semasa di Jepang. Bahkan ia pernah mendirikan dojo, tempat
> latihan kendo dan kempo. Selain itu, lelaki berperawakan tinggi yang tidak
> suka merokok ini juga suka main golf. Menurut istrinya, Yultin Harlotina,
> ''Makanan kesukaan Joni lalap dan sambal.” *(mis/dari berbagai sumber)* **
> **
>
> Sumber: http://www.tempo.co.id/harian/profil/prof-ginandjar.html ****
>
> ** **
>
> nuhuuuns,****
>
> mang kabayan****
>
> www.dkabayan.com****
>
> ** **
>
>   
>

Kirim email ke