Wakakakakakak pan tos aya di bumi Abah hahahaha. Tos insap ayeuna mah... Teu 
wani heureuy ka awewe deui sieun digaplok ku pamajikan hahahaha.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Abbas Amien <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 25 Jun 2013 15:25:05 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Re: Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah

maang kabay, naha tos teu resep deui ka wanita ? hehehe

--- On Tue, 25/6/13, mang kaby <[email protected]> wrote:

From: mang kaby <[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah
To: "Senyum-ITB" <[email protected]>, "Alumni IPB" 
<[email protected]>, "Kota Bogor" <[email protected]>, 
"Baraya_Sunda" <[email protected]>, "UrangSunda" 
<[email protected]>, "Kisunda" <[email protected]>
Received: Tuesday, 25 June, 2013, 7:15 AM
















 



  


    
      
      
      












Wooooooow juaraaaaaaaaa, hooooorseeeeeey bahagia n' senangnya, ada harapan 
Indonesia menjadi lebih baik :). Hiduuuuuup Jokowooooow ajiiiiib pisaaaaan 
(yes).

Mudah-2an Mang Emil ngak kalah sakti n' canggih dari Jokowi - Ahok, Mamang 
yakin Mang Emil selaku Walikota Bandung bisa memberikan suri tauladan yang baik 
kepada Mamang n' junior-2 Alumni ITB lainnya. Geuuuus bosen pisan nempo nu 
pajabat nu teu eucreuuug tur borokokok!! Hayooooh wae mikirkeun jangka imah!! 
Ceuk Mang Ihiiin oge naha teu eraaaaaa!!! Asa panuju Mang Ihin (Solihin GP) 
harita nyarekan Mang Dada basa Demo Baksil di Bandung tea xixixi. Kapan lagi 
Indonesia bisa maju kalo bukan sekarang :). 

Dahsyaaaaat euy, deeeer aaah pruuuuuuung!! Mudah-2an menginspirasi yg lainnyah 
para pemimpin berlomba-2 dalam kebaikan memberikan kontribusi nyata pada 
masyarakat!!! Laina hayoooh wae ngagugulung harta jeung wanita hehehe. 

Mamang ngado'akeun pisan lah :).
nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.comFrom:  "minfra23 ." <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Tue, 25 Jun 2013 13:37:09 +0700To: 
tm-itb-bandung<[email protected]>; <[email protected]>; 
Senyum-ITB<[email protected]>; 
<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: [Senyum-ITB] Fwd: Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah

 



    
      
      
      
Subhanallah....
Alhamdulillah....
Virus Jokowi-Ahok ini harus ditularkan kemana2 nich....
Yang bagus2nya patut dan harus ditiru....
Kalau yang jelek... harus di-improve... Jokowi-Ahok selalu menerima 
kritikan.... dan biasanya langsung di-execute....
 
Surabaya juga bagus.... Bandung mudah2an akan jadi lebih bagus... amiin...
 

Mudah2an aja ada yang baca dan tergerak untuk jadi lebih baik... amiin....
 
Salam,
Morry Infra

---------- Forwarded message ----------
From: Ganis Supriadi <>
Date: 2013/6/25
Subject:  Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah



http://jakarta.kompasiana.com/layanan-publik/2013/06/25/kaget-pelayanan-kelurahan-dki-sudah-berubah-571806.html






Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah
Oleh: Dwi M | 24 June 2013 | 22:34 WIB
Terakhir kali saya mengurus administrasi di kantor kelurahan, kira-kira sudah 
lewat satu tahun lalu. Waktu itu ada panggilan untuk mengambil e-KTP. Rasanya 
malas sekali meninggalkan pekerjaan untuk berdesak-desakan, dan 
berpanas-panasan di kantor kelurahan. Banyak waktu terbuang sia-sia untuk 
menunggu dokumen yang sedang dikerjakan oleh staff kelurahan di wilayah Jakarta 
Timur ini. Kalau tidak terpaksa sekali sih, saya memilih untuk tidak pernah 
datang ke tempat yang namanya kantor kelurahan.

Tapi siang ini saya harus kembali ke kantor kelurahan Cililitan dengan 
terpaksa. Masalahnya, anak saya yang bersekolah di SMP Depok akan melanjutkan 
ke SMA Negeri Depok. Dan ada kebutuhan melegalisir Kartu Keluarga untuk 
pendaftaran di sekolah nanti. Ya sudah, tekad sudah dibulatkan untuk mengantri 
lagi berdesakan dan berpanas-panasan di kantor kelurahan. Namanya juga sayang 
anak.

Saya memarkir mobil di parkiran kantor kelurahan Cililitan yang relatif sepi. 
Pintu tertutup semua, hanya ada satu orang sedang duduk di luar di bangku 
teras. Pikiran saya yang negatif sudah langsung menghakimi, “Ini pasti staff 
kelurahan sudah kabur makan siang semua, urusan bakalan jadi lama deh”. Orang 
yang duduk di luar tadi tadi, mempersilakan saya masuk ke pintu itu. Maka saya 
buka pintu dan masuk ke dalam.

Begitu masuk, saya langsung terpana. Di dalamnya suasana dingin ber-AC. Saya 
sempat bingung. Ini kantor kelurahan, atau Bank Swasta sih ?. Ada 4 petugas 
kelurahan berbaju resmi duduk di belakang meja seperti meja Customer Service 
bank, semuanya wanita. Yang paling ujung kiri, bekerja dengan laptop. Ada 
seorang staff kelurahan yang tersenyum pada saya, dan kursi di depannya kosong. 
Langsung saya duduk disitu. Saya sungguh masih bingung. Mana loket tempat 
mengurus surat-surat seperti biasa ?. Mana tukang ketik yang biasa sibuk 
ketak-ketik seperti kelurahan pada umumnya ?. Ada sekitar 4 orang tamu duduk di 
ruang tunggu, tapi tidak mirip orang mengantri.

Ibu yang tersenyum tadi langsung melayani saya. Foto Copy Kartu Keluarga saya 
langsung dicap dan ditulis-tulis, dan dimasukkan buku registrasi. Kami 
mengobrol ngalor-ngidul, dia bertanya kenapa anak saya tidak sekolah di DKI 
Jakarta saya, kan bagus ? Lalu anak saya apakah tinggal dengan nenek-nya di 
Depok ?, dan sebagainya. Prosesnya cuma 3 menit. Yang luarbiasa, tiba-tiba ada 
seseorang yang mungkin Lurah Cililitan duduk di samping saya dan menandatangani 
fotocopy Kartu Keluarga saya. Beres. Total waktu cuma 4 menit. Semua lembar 
tadi diserahkan kepada saya yang masih kaget.

Lho, ini beneran sudah selesai ?. Dari rumah tadi saya sudah siapkan waktu 
sekitar 3 jam untuk mengurus legalisir Kartu Keluarga ini, tapi sekarang cuma 
dilayani 4 menit saja di tempat yang dingin dan mirip kantor Bank Swasta ini.

Lalu saya salaman dengan ibu tadi sambil memberi salam tempel 2 lembaran 
rupiah. Saya memberi uang ini bukan untuk menyogok, sebab pekerjaan sudah 
selesai. Tapi lebih kepada kepuasan dan terima kasih. Ibu itu mengatakan, “Wah 
bapak saya beri kupon ya pak. Sebab bapak sudah memberikan uang kepada saya”. 
Saya heran, kupon apaan ?. Dia menyobek 2 lembar kupon. Ternyata itu adalah 
kupon amal untuk sebuah panti asuhan. Ternyata uang saya akan dihibahkan lagi 
untuk anak-anak yatim yang tertulis di kupon itu. Saya jadi tambah kagum lagi 
dengan kantor kelurahan ini. Hati yang tadinya kesal karena berpikir akan antri 
lama di kantor kelurahan, sudah diubah menjadi kepuasan yang tak terhingga atas 
pelayanan kantor kelurahan Cililitan ini yang tidak lebih dari 5 menit.

Sepanjang perjalanan pulang, di dalam diri saya tumbuh yang namanya sebuah 
harapan. Tadinya saya sudah apatis melihat negara dan bangsa Indonesia. Tidak 
mungkin mental bobrok pejabat dari atas sampai bawah bisa diubah. Namun sejak 
gubernur yang baru memimpin Jakarta, perlahan-lahan Jakarta berubah melayani 
warganya. Hati saya rasanya puas dan gembira sekali. Harapan baru tumbuh untuk 
Jakarta yang baru, dan juga nanti menyongsong Indonesia baru.

Lewat blog Kompasiana ini saya menitipkan terima kasih untuk pak Jokowi, pak 
Ahok dan juga pak Lurah Cililitan beserta staf-stafnya. Saya yakin di kelurahan 
lain di DKI Jakarta juga sudah berubah baik seperti Kelurahan Cililitan. 
Berubah untuk melayani warga Jakarta.

Sekarang, datang ke kantor Kelurahan sama mengasyikkan  seperti datang ke 
kantor cabang bank Swasta. Selamat datang Jakarta baru.






    
     

    










    
     

    
    






  









Kirim email ke