Enya ngerakeun pisan. Boga Wagub teh. Nepi ka kudu diprotes ku wargana. Asa
can maca naon gawena nu kawartakeun kana koran. Noongan Tempo, eusina warta
kagiatan jeung gebrakan Jokowi jeung Ahok deui - Jokowi jeung Ahok deui.
Teu ngareunteung ka Batawi kitu?


2013/6/27 mj <[email protected]>

> **
>
>
> Basa Arnold "I'll be back!" Swarzenegger jadi gupernur California, manehna
> eureun maen film. Ti mangsa kampanye keneh, film-filmna teu ditayangkeun di
> bioskop.
> Tapi eta kitu di nagara terbelakang, di nagara maju cara Indonesia mah kieu
> buktosna. wkwkwkw
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of Gunawan Yusuf Miarsadireja
> Sent: Thursday, June 27, 2013 9:38 AM
> To: [email protected]; URANGSUNDA
> Subject: [Urang Sunda] Tokoh Masyarakat Jabar Adukan Deddy Mizwar ke KPID
> Rabu, 26/06/2013 - 17:55
>
> BANDUNG, (PRLM).- Sikap Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Deddy
> Mizwar
> yang bersikukuh tetap membintangi iklan dan bermain film membuat sejumlah
> tokoh masyarakat Jabar mengadukannya kepada Komisi Penyiaran Daerah (KPID)
> Jabar, Rabu (26/6/2013).
>
> Mereka menilai, sikap Deddy menunjukkan rendahnya penghormatan terhadap
> jabatan serta masyarakat Jabar.
>
> Demikian disampaikan Deddy Jamaludin Malik saat dihubungi "PRLM". Dia
> mendatangi Kantor KPID untuk menyampaikan aspirasi dari sejumlah tokoh
> Jabar, yakni Tjetje Hidayat, Dindin Maolani, Memet Ramdan, Yayat Hendayana.
>
> "Saya hadir untuk menyampaikan aspirasi kami dari hasil diskusi pada Senin
> (24/6/2013). Kami meminta KPID untuk membahas kasus iklan yang masih
> ditayangkan terkait dengan wagub," tuturnya.
>
> Dia menegaskan, para tokoh Jabar menolak perpanjangan iklan komersial yang
> dilakukan Deddy.
>
> "Yang bersangkutan sudah menjadi wagub yang merupakan jabatan publik.
> Sedangkan iklan merupakan hal komersial dan pribadi," ucap Deddy Jamaludin.
>
> Dengan demikian, ada perbedaan antara wilayah komersial dengan jabatan
> publik yang terkait dengan pengabdian.
>
> "Kalau terus berjalan, persepsi yang terbentuk pada masyarakat adalah
> jabatan wagub hanya sampingan bagi Deddy Mizwar," tuturnya.
>
> Padahal, tuturnya, misi wagub adalah melayani kepentingan publik.
> "Bagaimana
> mngkin pelayanan dilakukan separuh-paruh dengan bermain film dan sinetron
> serta bekerja. Ini kan mengecewakan dan mengkhianatai 42 juta warga Jabar,"
> kata Deddy Jamaludin.
>
> Lebih lanjut, dia menyatakan para tokoh meminta wagub segera mengumumkan
> kepada publik sikap untuk menghentikan kehadirannya dalam iklan komersial
> dan film.
>
> "Harus dihentikan, caranya dengan menghentikan iklan serta uangnya di
> kembalikan," kata Deddy Jamaludin.
>
> Menurutnya, para tokoh itu maklum jika bakal ada penalti dari perusahaan
> pemilik iklan karena pembatalan kontrak sepihak.
>
> "Namun itu adalah resiko yg harus siap diterima sebagai pejabat publik yg
> tidak boleh lagi mewakili kepentingan kelompok tertentu, terutama
> kepentingan usaha tertentu," ujarnya.
>
> Para tokoh Jabar pun memberikan solusi jika pembatalan kontrak iklan sulit
> dilakukan. "Wagub dapat mengubah iklan komersial menjadi iklan layanan
> masyarakat yang disponsori pemilik iklan sebelumnya," ucapnya.
> (A-201/A-89)***
>
> ------------------------------------
>
> ngala dollar >>
> http://profitclickers.info/buburuh-ngeklik.php?urang=sundaYahoo! Groups
> Links
>
>  
>

Kirim email ke