Kuring jadi emut kana  kunjungan Presiden AS Obama ka Mesir sababaraha taun 
kapengker. Harita teh pami teu lepat mah Obama orasi ilmiah di paguron luhur Al 
Azhar. Teras waktos kunjungan ka Indonesia oge (anu kahiji gagal margi aya 
krisis perkawis RUU kesehatan di AS, tapi anu kadua kalina mah sesuai rencana) 
ngayakeun orasi ilmiah di Kampus UI Depok. Naha ieu teh hiji tanda oge, di 
Indonesia oge bakal kajantenan siga di Mesir? Tos seueur "suara-suara" anu teu 
satuju kana kapamingpinan SBY, dianggap gagal nyejahterakeun masyarakat. 
Puncakna teh panginten engke dina Pemilu. Tanda-tandana tos katingali ti 
ayeuna. Ketua KPU na wae dipingpin ku lulusan sakola pertanian, teu gaduh latar 
belakang pendidikan politik. Gampil pisan "dipolitisir" ku pihak-pihak 
tertentu. Mangkana teu beres-beres ngalereskeun jumlah calon pamilih.

Emut oge, harita teh Obama nyandak istrina ningali masigit istiqlal. Tapi 
istrina uih enggal-enggalan, bade nyimpang heula ka Thailand. Ceuk cenah mah 
bade milarian buah rambutan, buah favorit Obama. Rupina Gan Obama sanes wae 
favorit kana buah Thailand, tapi oge "kasengsem" ka PM Thailand, sakumaha 
katingali dina foto-fotona anu dikirim ku si kuring sawatara dinten kapengker, 
dugi ka first lady AS "manyun" timburuan.

mrachmatrawyani




________________________________
 From: Ahsa <[email protected]>
To: urangsunda <[email protected]>; kisunda <[email protected]> 
Sent: Thursday, August 1, 2013 1:01 AM
Subject: [Urang Sunda] Amerika Serikat Bentuk Aliansi dengan Salafi di Mesir
 


  
Tah ieu aya bewara: manawi tiasa ditampi :-)

..............
Islam Times- Namun menurut Ford, bukti-bukti banyak menunjukkan,
aliansi tersebut tidak akan bertahan lama. "Ini adalah sebuah  aliansi
dini dan pasti akan mengarah ke tampat yang menyebabkan terjadinya
pukulan besar".

Bentrok
antara pendukung dan penentang Mohamad Morsi, Presiden
Mesir
Aliansi antara Amerika Serikat dan Salafi Takfiri
Mesir saling menguntungkan, yang dapat membantu Washington memperkuat
pijakannya
di negara Afrika itu.

"Mesir adalah negara yang sangat penting, dan
Amerika Serikat pasti akan memainkan perannya di negara itu dan di
seluruh Timur
Tengah, "kata Glen Ford, editor eksekutif Black Agenda Report, dalam sebuah
wawancara dengan Press TV pada hari Rabu (30/7/13).

Menurutnya,
Washington telah menjalin aliansi puluhan tahun dengan militer Mesir
dan menjaga
ketergantungan mereka setiap tahun pada ratusan juta dolar bantuan
AS.

"Tapi Amerika Serikat membutuhkan lebih banyak lagi. AS memerlukan
pasukan di lapangan untuk mengacaukan tempat-tempat yang mereka inginkan, dan
untuk itu membutuhkan aliansi dengan Salafi dan jihadis, "katanya.

Namun
menurut Ford,  bukti-bukti banyak menunjukkan, aliansi tersebut tidak akan
bertahan lama. "Ini adalah sebuah aliansi dini dan pasti akan mengarah
ke tampat
yang menyebabkan terjadinya pukulan besar".

AS perlu terus meningkatkan
aliansinya di Timur Tengah untuk memajukan kepentingannya di daerah, tambah
Ford.

"Tak seorang pun di Timur Tengah, tak seorang pun di bagian dunia
menyukai Amerika Serikat. Jika ada referendum dari masyarakat negara, tentu
Amerika Serikat dan Inggris dan Perancis akan ditendang keluar dari
negara-negara mereka dengan segera, " katanya.[IT/r]

-- 
http://www.kompasiana.com/albanduni14

 

Kirim email ke