Gara-2 Kang R yg lagi di Norwegia, Ngirimin Energy Cucurugan ternyataaaa 
BELANDA udah berhasil membangun beberapa MiniHydro dari Cucurugan/ Air terjun. 
Yg tertua dibangun tahun 1926 di Leuwi Liang Kabupaten Bogor.

Nah di Sumedang juga ada di Parakan Kondang dibangun tahun 1955. Waktu 
Pembangun Bendungan Jatigede, turbin di Parakan Kondang ini sempet kena 
longsoran dan mati terkubur tertutup tanah longsor. 
http://www.indosiar.com/fokus/plta-babakan-berhenti-beroperasi_80514.html

Salah satu bukti ilmiah yang disampaikan oleh Kang Sobirin DPKLTS bahwa 
Struktur Tanah Jatigede sangat labil karena berada di ekor pertemuan dua 
lempengan. Jangan sampai Waduk Jatigede Menantang Bencana. Begitu beres 
dibangun apalagi China sebagai kontraktor, dimana China terkenal dgn produk 
abal-2nya lalu kemudian diairi dan jebol tanggulnya, bencana untuk masyarakat 
Majalengka, Cirebon, dan Indramayu :((.

Tulisan Teh Mei di Fesbuk:
karena pembangunan waduk tanpa kamapanan ilmiah berdasarkan ambisi dan 
spekulasi hanya akan menimbulkan bencana Jabar

Presiden SBY, gubernur Ahmad Heryawan, menteri PU Djoko Kirmanto: batalkan 
pengisian air Jatigede hanya untuk mengusir masyarakat setempat - Paraf Petisi!

Mei hanya menandatangani petisi ini pada Change.org .

http://m.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.change.org%2Fid%2Fpetisi%2Fpresiden-sby-gubernur-ahmad-heryawan-menteri-pu-djoko-kirmanto-batalkan-pengisian-air-jatigede-hanya-untuk-mengusir-masyarakat-setempat&h=VAQFstuem&s=1

indosiar.com, Babakan - Tebing setinggi ratusan meter Selasa (02/06/09) 
kemarin, longsor menimpa saluran air Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA 
Babakan Sumedang, Jawa Barat. Akibatnya pasokan listrik untuk wilayah Sumedang, 
Garut dan Majalengka menjadi terhenti.

Longsoran tanah masih terus berguguran di Desa Eretan, Kelurahan Parakan Saat, 
Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Material tanah dan pepohonan yang 
tumbang, masih belum bisa dibersihkan karena tanah yang masih labil. Polisi 
yang tiba di lokasi segera menutup kawasan bencana ini karena dikhawatirkan 
akan terjadi longsoran susulan yang membahayakan.

Selain menutup badan jalan, sekitar 10 ribu meter kubik longsoran tanah juga 
menutup saluran air di pintu air PLTA Parakan Kondang. Akibatnya pembangkit 
listrik berkapasitas 10 megawatt yang menyuplai energi listrik ke wilayah 
Sumedang, Garut dan Majalengka berhenti beroperasi karena kehabisan pasokan air.

Pihak proyek Bendungan Jatigede mengaku belum bisa memastikan apakah longsoran 
ini terjadi karena tanah yang labil akibat pembangunan bendungan atau karena 
curah hujan yang tinggi.

Sementara itu Manager Teknik Unit Pelayanan Bisnis PLTA Saguling, Bambang 
Wibowo mengaku, tidak tertutup kemungkinan longsoran tanah terjadi akibat 
pembangunan bendungan Jatigede. Karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan 
pengembang proyek Bendungan Jatigede untuk segera memperbaikinya dan diusahakan 
dalam tiga hari kedepan PLTA bisa beroperasi kembali. Namun untuk mencegah 
pemadaman bergilir akibat tidak beroperasinya PLTA Parakan Kondang, pihal PLN 
akan menggunakan suplai listrik dari PLTA Saguling dan sejumlah pembangkit 
listrik yang ada didaerah Jawa Barat. (Deni Muhammad Arif/Sup)

86 Tahun Hasilkan Listrik Dari Energi Air
Jumat, 01 Juni 2012 13:49 Ferial
   
Penilaian Pengguna: / 0 JelekBagus 

EBTKE--Banyak orang yang tidak menyangka, bahwa di Bogor terdapat sebuah 
pembangkit listrik yang sudah tua tapi hingga saat ini masih berdiri tangguh 
dan beroperasi memproduksi listrik. Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota 
Bogor, tepatnya di Desa Kracak, Kec. Leuwiliang Kabupaten Bogor, terdapat Pusat 
Listrik Tenaga Air (PLTA) Kracak yang sudah beroperasi sejak tahun 1926 dan 
sampai detik ini masih beroperasi menghasilkan listrik. PLTA dengan total 
kapsitas terpasang 18,9 MW (3×6,3 MW) ini memanfaatkan aliran sungai Cianten 
dan sungai Cikuluwung. PLTA ini mulai diibangun oleh Pemerintah Belanda pada 
tahun 1921, dan lima tahun kemudian PLTA Kracak mulai beroperasi hingga hari 
ini.

Listrik yang dihasilkan dari PLTA Kracak disalurkan melalui jaringan transmisi 
70 kV ke Gardu Induk (GI) Kedung Badak di Bogor dan GI Bunar di Rangkasbitung. 
Kemudian dari kedua GI ini, listrik kemudian disalurkan kembali ke dalam sistim 
kelistrikan Jawa Bali.

Turbin dan generator di PLTA Kracak masih orisinal sejak pertama kali dipasang 
dan belum pernah diganti. Begitu juga dengan pipa untuk suplai air (penstock) 
sepanjang 1,5 Km dari tempat penampungan air (tandon air) ke turbin yang juga 
sudah terpasang sejak jaman  dahulu. Artinya, peralatan yang terpasang di PLTA 
Kracak ini sudah berumur 86 tahun dan masih berfungsi dengan baik.

PLTA Kracak merupakan salah satu unit pembangkit yang dikelola oleh Unit Bisnis 
Pembangkitan (UBP) Saguling PT Indonesia Power, salah satu anak perusahaan PLN. 
Selain PLTA Kracak, UBP Saguling juga mengelola beberapa pembangkit lainnya 
yang juga sudah berusia lanjut tapi masih tangguh beroperasi. Diantaranya, PLTA 
Bengkok dan Dago di Bandung (beroperasi 1923), PLTA Parakan Kondang di 
Kabupaten Sumedang (tahun 1955), PLTA Ubrug di Sukabumi (tahun 1924) dan 3 PLTA 
di kota Bandung, yakni PLTA Plengan (tahun 1922), PLTA Lamajan (1925) dan PLTA 
Cikalong (1961). Semua PLTA tadi masih beroperasi dengan baik sampai 
sekarang.(ferial)
nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke