Tah- tah geuning jadi inget ramalana kasepuhan dari Bandung yg diceritakan Kang Oman Abdurahman, Geologi ITB, Geomagz, yang bisa membobol jatigede katanya rombongan Munding/ Kerbau yg ngamuk dari Galunggung? Ada kait mengkait kah dgn Kang Rudi yang berasal dari Galunggung yg bisa ngamuk membongkar semua kebobrokan yang ada di Industri Perminyakan yang akan merembet ke SBY? Industri Migas itu besaaaaaaar sekali dan pasti kait mengkait ke Presiden n' para Pejabat Tinggi.
Atau kerbau galunggung hanya kiasan? Gunung galunggung meletus memicu gempa lalu dan karena jatigede ada di pusat gempa maka jebollah bendungannya? Entah ada kaitan antara mau digenanginya Jatigede tanggal 1 Oktober bertepatan dengan kesaktian pancasila yang akan menenggelamkan lebih dari 25 Situs Bersejarah Sunda dengan kejadian Kang Rudi tapi tentunya Issue Kang Rudi merupakan Issue nasional yg sangat berpengaruh kepada SBY. Kerbau Galunggung Mudah-2an Bisa Mengamuk dan Menjebol Bendungan Jatigede yang akan menenggelamkan Kabuyutan. Kabuyutan adalah Simbol Kebaikan, maka Kerbau Galunggung apabila mengamuk dan berhasil menjebol bendungan dapat kembali menegakan nilai-2 kebaikan. Seperti kita ketahui Resi Guru Darmasiksa membuat Amanat Galunggung yang isinya barang siapa yang tidak bisa menjaga Kabuyutannya/ Nilai-2 Kebaikan maka lebih hina dari pada kulit musang yg dibuang ketempat sampah. Bisakah Kerbau Galunggung Ini Mengamuk dan Membongkar Kebobrokan yang ada di Industri Migas dan menegakan kembali Kabuyutan/ Nilai-2 Kebaikan dan Kebenaran? Wallohualam... Yang jelas Karma Bagi Perusak Kabuyutan sudah terbukti, JK yg menginisiasi kembali Waduk Jatigede tahun 2004 telah dipermalukan kalah telak pada Pilpres 2009 oleh SBY, Dani Setiawan Gubernur Jabar kalah telak dari Aher yang tidak diperhitungkan sebelumnya pada Pilgub 2008 dan malah langsung dipenjarakan untuk korupsi Damkar yg mana sebagai Sekda, malah Gubernurnya N Nuryana aman-2 sajah. Nah apakah SBY akan bernasib sama dengan JK dan Dani Setiawan karena membiarkan Situs Kabuyutan Jatigede yg akan ditenggelamkan? Kerbau Galunggung mengamuk dan menumbangkan SBY? Sehingga dengan tumbangnya SBY dan Rezimnya muncul rezim yang bersih sehingga Waduk Jatigede tidak jadi diairi dan Kabuyutan yang akan ditenggelamkan tetap terjaga dan malah semakin kuat, nilai-2 kebaikan moral n' spiritual semakin dihargai sehingga Indonesia bisa bangkit dan maju? Wallohualam... Kerbau Galunggung Mengamuklah Hancurkan Semua Kebathilan, Bongkar semua Kebobrokan, Bersihkan semua keburukan, dan Tegakan Kebenaran/ Kebaikan. Pun sapun kaluluhuran... nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 27 Aug 2013 01:01:33 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Senyum-ITB] Fwd: [TM-ITB-Bandung] Berita Detik.com (dibandingkan dengan Kompas) Ditembak dari samping memang berat tapi lebih berat kalau ditembak dari belakang. Im Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Akhyar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 27 Aug 2013 07:46:05 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Senyum-ITB] Fwd: [TM-ITB-Bandung] Berita Detik.com (dibandingkan dengan Kompas) Itu Wawancara dengan kontan. Dikutip Kompas. Salam, Akhyar Sent from my iPhone On 27 Agt 2013, at 06:42, Yoelson <[email protected]> wrote: > Sisi lain berita ttg Mas RRR (Rudi Rubiandini Ria) dari Kompas. > > Salam, > YOE > TM'91. > > Sent from my iPad > > Begin forwarded message: > >> From: basuki basuki <[email protected]> >> Date: August 27, 2013, 6:12:22 AM GMT+07:00 >> To: "[email protected]" <[email protected]> >> Subject: [TM-ITB-Bandung] Berita Detik.com (dibandingkan dengan Kompas) >> Reply-To: [email protected] >> >> >> Ma'af, >> >> Hanya ingin menyampaikan berita yang ditulis di Kompas yang menurut saya >> lebih lengkap dan informatif (bukan gosip) dibanding Detik.com >> Mudah-mudahan yang benar selalu dilindungi-Nya.. >> Dan yang salah mendapatkan hukuman yang setimpal.. >> >> Salam prihatin, >> >> Basuki- TM'91 >> >> >> http://nasional.kompas.com/read/2013/08/26/1841098/Rudi.Rubiandini.Saya.Ditembak.dari.Samping.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp >> >> >> Rudi Rubiandini: Saya "Ditembak" dari Samping... >> >> Penulis : >> Fitri Nur Arifenie >> Senin, 26 Agustus 2013 | 18:41 WIB >> >> Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK >> Migas) Rudi Rubiandini dibawa keluar dari Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, >> Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2013). Rudi Rubiandini ditangkap >> Selasa (13/8/2013) malam karena diduga menerima suap dari pihak swasta. Dari >> rumah mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, KPK >> menyita sejumlah barang bukti berupa 400.000 dollar AS yang disimpan dalam >> tas hitam dan motor berkapasitas mesin besar merek BMW. | KOMPAS >> IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES >> 65 >> 314 >> 20 >> >> JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah lama bungkam, mantan Kepala Satuan Khusus >> Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi >> Rubiandini, akhirnya mau bicara blak-blakan kepada sejumlah wartawan terkait >> kasus dugaan suap tender minyak mentah yang membelitnya. >> >> Senin (26/8/2013) pagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan >> kesempatan kepada sejumlah wartawan media untuk menemui Rudi secara >> bergiliran di ruang tahanan KPK. >> >> Saat ditemui Kontan sekitar pukul 10.50 WIB, Rudi yang mengenakan rompi >> tahanan KPK berwarna oranye dan kemeja putih terlihat santai menjawab semua >> pertanyaan Kontan. Hanya sekitar 15 menit, Kontan mendapatkan kesempatan >> mewawancarai Rudi. >> >> Rudi tak sendiri saat sesi wawancara. Ia bersama sang istri dan salah satu >> anak perempuannya yang setia menemani Rudi selama menjalani proses hukum di >> KPK. >> >> Seperti diketahui, KPK pada Selasa (13/8/2013) malam menangkap Rudi di rumah >> dinasnya di Jalan Brawijaya VIII/30 Jakarta Selatan. Rudi ditangkap karena >> diduga menerima suap dari Simon Gunawan Tanjaya, seorang petinggi perusahaan >> trader minyak asal Singapura, Kernel Oil, Pte, Ltd. >> >> Kepada Kontan, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 51 tahun silam itu >> membantah dugaan tersebut. >> >> "Saya tidak tahu ada uang di dalam tas Deviardi," katanya. >> >> Deviardi alias Ardi adalah pelatif golf yang turut ditetapkan sebagai >> tersangka oleh KPK karena diduga sebagai orang yang membawakan uang suap >> kepada Rudi dari pihak Kernel Oil senilai 400.000 dollar AS. Uang itu diduga >> sebagai pelicin terkait tender penjualan minyak mentah negara yang berasal >> dari kilang di Senipah. Pemenang tender ini sudah diumumkan oleh SKK Migas. >> >> Lalu, apa yang diketahui Rudi soal dugaan suap itu? Selengkapnya, berikut >> wawancara wartawan Kontan, Fitri Nur Arifenie, dengan Rudi Rubiandini >> seputar penangkapan dirinya oleh KPK: >> >> Apa kabar Pak Rudi? >> Kabar saya baik. Di sini saya bisa beribadah membaca Al Quran setelah >> sehabis salat, yang selama ini mungkin saya agak susah mencari waktunya. >> >> Bisa diceritakan apa yang terjadi dalam kasus hukum Anda? >> Sebenarnya sudah ada yang memperingati kejatuhan saya. Saya akan jatuh di >> bulan Agustus, tetapi, ya, sudah saya terima. Tugas saya di SKK Migas itu >> mengamankan penerimaan negara Rp 450 triliun, itu yang saya perjuangkan. >> Perang saya di situ, tetapi ini diguncang dari samping Rp 10 miliar yang >> tidak bisa saya tolak. >> >> Jadi, Anda terjatuh? >> Saya jatuh bukan di medan perang, melainkan oleh orang-orang yang berada di >> samping saya. Saya berjuang sendiri, bekerja dari jam setengah enam pagi >> sampai tengah malam tidak berarti apa-apa dengan adanya kasus ini. Saya >> dihantam kiri kanan, depan belakang, dan luar dalam. >> >> Benar ada ancaman kepada diri Anda? >> Sebelum ditangkap, saya menerima ancaman pada 2-3 bulan sebelumnya. Ada isu >> demo, mengancam akan mendongkel saya dari SKK Migas. Uang yang saya kejar >> itu hampir mencapai Rp 450 triliun. Saya sudah berusaha untuk merapikan >> industri ini tetapi ada angin kecil seperti ini. Saya ini sedang membenahi >> tata kelola migas, tentu banyak yang merasa terganggu dengan apa yang saya >> lakukan. Yang jelas saya ini tidak pernah korupsi, tidak ikut mengurusi >> proyek-proyek. Tekanan muncul dari mana-mana, lihat sendiri kalau di DPR >> seperti apa ke saya. Tetapi, ternyata ditembaknya dari samping. >> >> Mengapa bisa ada uang di rumah Anda? >> Semua berawal dari lapangan golf. Kalau saya tidak main golf, pasti juga >> tidak akan seperti ini (sambil mengelus dada). Yang penting saya tidak >> korupsi, tidak peras orang. Memang salah saya ada orang yang kasih, saya >> terima. >> >> Saya bukan malaikat, saya bukan orang suci. Namun, saya tidak pernah memeras >> kontraktor atau meminta uang kepada mereka. Kalau sekarang ada yang memberi >> gratifikasi dalam jumlah yang besar, saya pun tidak tahu, dan tahu-tahu ada >> di rumah saya, ya bagaimana. >> >> Anda tahu kedatangan KPK? >> Saya juga tidak tahu. Pada malam kejadian itu, tiba-tiba KPK datang ke rumah >> saya. Saya tidak tahu kalau ada uang di dalam tas. Uang itu ditaruh di tas >> golf dan dia (Deviardi alias Ardi) kan datang ke rumah saya hanya sebatas >> untuk ngobrol. Ketika dia (Ardi) di rumah, KPK sudah langsung di pintu. >> >> Di media beredar kabar yang membawa uang sudah pergi dan bapak terima uang >> itu? >> Saya tidak tahu apa-apa. Selama ini saya tidak pernah terima uang sebesar >> itu. Saya tidak tahu ada uang. Uang ditaruh di tas golf dan tas golf >> tersebut diletakkan di ruangan saya karena kami ngobrol di rumah. Tidak ada >> kaitannya sama proyek. Jadi, kabar dari Johan Budi itu salah semua. >> >> Bapak kenal Komisaris PT Kernel Oil (Simon G Tanjaya)? >> Saya tidak kenal Simon. Saya belum pernah ketemu dengan Simon, tetapi saya >> memang sudah lama kenal dengan orang Kernel Oil yang di Singapura. Mereka >> suka konsultasi hal-hal teknis terkait dengan minyak. Pertemuan saya dengan >> orang Kernel Oil di Singapura bukan untuk proyek ini itu, melainkan murni >> soal teknis yang kebetulan waktunya hampir bersamaan. Tetapi tidak ada >> omongan soal itu (uang suap tender kondensat). >> >> Bagaimana dengan pengacara, kami dengar tidak disiapkan oleh SKK Migas? >> Pengacara masih famili saya. Saya belum bisa kasih kontaknya karena masih >> dibentuk timnya. Sekarang terserah kalau dari kantor (SKK Migas) sudah tidak >> peduli. Saya tidak peduli, apakah saya mau diputus hubungan kerja atau tidak >> dapat pesangon sekalipun. >> >> Masalah surat dan isu-isu yang berkembang? >> Saya di tahanan tidak memegang alat, atau telepon seluler sama sekali. Jadi >> saya mau menulis pakai apa. Saya belum pernah diperiksa sebagai terdakwa, >> itu (yang ngomong) mereka saja yang di luar. Selama ini saya diperiksa >> sebagai saksi. >> >> Setelah kasus ini selesai, apa yang akan Anda lakukan? >> Setelah ini saya tetap ingin kembali ke ilmu dan pengetahuan saya. Tetap >> tidak ke birokrat. Saya ingin menyumbangkan profesionalisme, entah di >> asosiasi ataupun dunia pendidikan. Saya ingin menyumbangkan ilmu saya untuk >> kebaikan negeri ini, mungkin saya akan bergabung dengan NGO. Saya akan tetap >> memberi yang bisa saya berikan untuk bangsa ini. >> >> Sampai kapan di KPK? >> Mungkin sekitar 4 bulan. Mereka bilang waktu investigasi 4 bulan, ya sudah >> saya jalani saja semuanya sesuai dengan hukum. Selama 4 bulan ini saya tidak >> bisa apa-apa, semua digeledah bahkan yang milik saya pribadi ikut disita. >> Biarkan hukum berjalan, nanti mereka juga tahu. Saya punya daftarnya mana >> yang uang saya, mana yang bukan. >> >> Kalau ada yang mendiskreditkan saya, tolong dikonter balik karena di media >> banyak yang keliru. Selebihnya yang terkait proses hukum biarkan saja >> berjalan, saya sudah ikhlas. Ikhlas dan tegar. Memang setiap manusia itu >> akan diuji atas apa yang diucapkan. >> >> Sumber : Kontan >> Editor : Caroline Damanik >> >> >> From: Muhammad Abduh <[email protected]> >> To: tm-itb-bandung <[email protected]> >> Sent: Monday, 26 August 2013 4:54 PM >> Subject: [TM-ITB-Bandung] Berita Detik.com >> >> >> http://news.detik.com/read/2013/08/26/125221/2340468/10/rudi-rubiandini-semuanya-berawal-dari-lapangan-golf?nd771104bcj >> >> Rudi Rubiandini: Semuanya Berawal dari Lapangan Golf >> >> Rista Rama Dhany - detikNews
