Hemm baca judulnya pasti bingung kan? Apa maksudnya Kabayan is truly capitalist 
alias Kapitalis Sejati hahaha, kalau ada yg sejati berarti ada lawannya 
Kapitalis Murtad/ Mahiwal/ Melenceng hehehe.

Nah untuk lebih jelas mari kita telusuri dari kosmologi n' kelirumologi 
berdasarkan makna/ arti Kapitalis itu sendiri :).

Kapitalis ~ Seorang Yg Menghargai Kapital ~ Modal. Nah menurut teori Modern 
yang Mamang peroleh waktu kuliah S2 di Manajemen Bisnis IPB. Kapital/ Modal itu 
ada dua macam. Yaitu Tangible Capital dan Intangible Capital (CMIIW Please). 

Tangible Capital itu Modal yg ada bungkeuleukannya (ada fisiknya) bisa 
dipegang/ diraba contohnya tanah, bangunan, mobil, gedung, pesawat, peralatan, 
dlsb. Gampang deuh menghitungnya karena ada standard patokannya.

Intangible Capital itu Modal yang tidak ada bungkeuleukannya alias non fisik 
tidak bisa diraba tapi bisa dirasa berupa Value/ Nilai contohnya: Merk, Brand, 
Good Will, dlsb. Susah nih ngitungnya hehehe.

Nah seorang Kapitalist Sejati pasti akan memperhitungkan keduanya dalam 
berbagai keputusan atau kebijakan yg dibuatnya :). Mang Kabayan itu seorang 
Kapitalist Sejati karena sangat menghargai capital/ modal dengan menghitung 
benar Tangible n' Intangible Capital.

Ka'bah Kabuyutan Umat Islam itu kalau hanya dilihat n' dinilai dari sisi 
Tangible Capital/ bentuk fisiknya dan elemen-2 pembentuk fisiknya saja mungkin 
nilainya ngak lebih dari 100jt karena hanya dinding kotak batu bata dibungkus 
kain saja, dalamnya ada batu satu. Namun karena yang dinilai tidak hanya 
Tangible Capital saja juga sisi Intangible Capital-nya dilihat maka Value/ 
Nilai sekotak Ka'bah itu nilainya menjadi tak terhingga bagi seluruh Umat Islam 
dipenjuru dunia. Disanalah Abrahamic Religion diturunkan dimana disana pulalah 
Monoteismeu pertama kali ditegakan di Jazirah Arab oleh Nabi Ibrahim AS. As we 
all know Abrahamic Religion ini menurunkan Kristen dan Islam. Nabi Isa 
keturunan Nabi Ishak putra Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW keturunan Nabi Ismail 
Putra Ibrahim dari berbeda Ibu. 

Nah bagi umat non Abrahamic tentunya Ka'bah menjadi tidak berarti karena tadi 
mungkin hanya dilihat dari sisi Tangible-nya saja. Bagi Umat Abrahamic tentunya 
Ka'bah ini nilainya sangat tinggi sekali bahkan bisa dibilang tidak ada 
bandingannya di alam semesta ini?  

Mang Kabayan mah seorang Kapitalist Sejati menilai secara komprehensip Tangible 
n' Intangible Capital. Oleh karenanya Mang Kabayan melihat Situs-2 Kabuyutan 
Jatigede terutama Kampung Buhun Cipaku dan Kabuyutan Aji Putih yang sudah 
diakui oleh Prof Jakob Sumardjo dan Prof Nina Herlina Lubis sebagai peninggalan 
Arkeolog/ Sejarah harus dijaga kelestariannya karena nilainya tak terhingga, 
tidak ada bandingannya di alam semesta ini. Kalau dilihat secara Tangible 
Capital mah mungkin Situs Aji Putih nilainya hanya 1jt saja lha wong hanya 
onggokan batu saja berupa punden berundak + ada 1 batu menhir simbol 
monoteismeu. Ngitungnya per m3 / per kubik kayak kita beli batu kali. Begitu 
juga pohon-2 besar yg segede rumah kalau dilihat tangible capital mah tinggal 
di ukur berapa kubik lalu dihitung berapa nilainya? Tapi apakah hanya itu? 
Apakah ngak dilihat intangible capital-nya yang tentunya bagi masyarakat disana 
nilainya tak terhingga, sangat berharga sekali. Ibarat Ka'bah bagi Umat Islam 
begi
 tu juga Situs Aji Putih disanalah Urang Cipaku percaya Eyang Haji Abad ke-7 M 
mengajarkan Islam pertama kali mengukuhkan kembali Monoteismeu secara damai ke 
seluruh masyarakat disana dan kemudian menyebar ke Tatar Sunda :). 

Nah Indonesia ini rada murtad nih, bukan Kapitalis Sejati hehehe soalnya hanya 
melihat segala sesuatunya itu dari Tangible Capital dan tidak melihat 
Intangible Value-nya yang juara makanya tega kan Menenggelamkan/ Merusak 
Situs-2 Bersejarah tidak hanya Jatigede lho, Kedung Ombo, dlsb. Malahan Situs-2 
bersejarah pun tidak dirawat. Lihat aja Candi Batujaya di Karawang, Candi Muara 
Jambi, Prasasti Batutulis, dlsb. Karena mungkin Pemerintah Indonesia hanya 
menilai berupa onggokan batu saja harganya tidak lebih dari batu kali untuk 
pondasi dan batu candi yg suka dipasang dijadiin pagar :((.

Beda sama China yang Kapitalist Sejati menghargai situs-2 bersejarahnya makanya 
dikembangin Ming Tombs, Tembok China, Makam Raja, dlsb jadi Tourist Attraction 
yang nilainya juaraaaa tidak bisa tergantikan. Coba tanya China tega kah mereka 
menenggelamkan Makam Raja-2 Ming? Tegakah mereka menenggelamkan Tembok China?   

Nah jadi kalau ada seorang yang berpendidikan mengatakan Situs Kabuyutan itu 
bisa dipindah berarti belum paham teori Capital itu bagaimana hehehe. Apalagi 
kalau Kampung Buhun minta divaluasi/ di appraisal untuk dinilai harganya, 
berapa nilainya? Ya tak terhingga jawabannya kalau paham mengenai Intangible 
Value- mah. Kalau hanya menilai rumah panggung lusuh ya tinggal dihitung kayu-2 
usang itu berapa m3 :((. Sama kayak Ka'bah tinggal dihitung berapa m3 pasir, 
batu, bata dan kainnya, nilainya ngak nyampe 100jt paling. Tapi kalau dihitung 
intangible asset-nya maka ngak ada satupun di muka bumi ini yg mampu 
menghitungnya.

Wallohualam bishawab... Kabayan is truly capitalist xixixi. 

nuhuuuuns,
mang asep kabayan
www.cipaku.org

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke