Hello A.,

Monday, September 17, 2001, 9:16:09 AM, you wrote:

ADM> Halo KLAS.......

ADM> Kemaren hari minggu saya iseng mampir ke warnet Kafelinux, maksud saya
ADM> ingin dikit main2 ssh untuk cek server saya di kantor, daripada harus download
ADM> putty lebih dulu.
Jika mau sdr. Didit bisa melakukan Crtl-Alt-F1 dan telnet ke server-nya,
sayangnya ssh nggak bisa.

ADM> Tapi betapa terkejutnya ketika saya minta station Linux di situ tidak ada sama 
sekali.
ADM> Katanya hanya booting-nya aja yg Linux, kemudian masuk ke Win.

ADM> Ini warnet yang menggunakan nama Linux aja nggak ada station Linux-nya sama 
sekali,
ADM> apa lagi yang lain, trus dalam hati berpikir kapan Linux bisa dikenal oleh 
masyarakat
ADM> pengguna komputer desktop ??
Benar, linux koq nggak ada linux-nya. Pertimbangannya adalah sesuai
pendapat Anda, dari sisi bisnis tidak menguntungkan. Mengapa? Karena
terbukti bahwa konsumen amat sangat tidak mau belajar sehingga tugas
operator menjadi berlipat, selain membantu konsumen juga mengajar
konsumen. Apabila ada 10 konsumen yang telah mengalami pembelajaran
sedangkan hanya 2 yang bisa, maka setiap kali mereka ke kafelinux
mereka harus dibelajarkan lagi. Hal ini sangat memberatkan operator.

ADM> Memang tidak dapat dipungkiri bahwa untuk alasan bisnis, masyarakat lebih memilih 
ADM> *Win, dan warnet harus menyediakan *Win. Tetapi kan bisa dibikin dual boot, trus 
ikut
ADM> memperkenalkan Linux ke pelanggan, minimal pelanggan tau ... dan di benak 
pikirannya
ADM> tertanam vocab baru "Linux" :))
Kami menggunakan station yang diskless dalam pengertian tidak
menggunakan media hard maupun floppy dalam melakukan booting. Secara
otomatis tidak dimungkinkan dual boot, tetapi sesuai jawaban saya
diatas, sdr. Didit bisa melakukan telnet dengan cara tersebut.

Untuk menanam vocab linux itu sulit, saya gambarkan misal rekan
klas, jika benar mereka menggunakan Linux tentunya mereka akan ke kafelinux,
jika sdr Didit tahu bahwa pertama kali kami menggunakan linux
kondisinya sangat mengerikan dan dari klas sendiri hanya beberapa
orang yang sudi menggunakan jasa kami. Bukankah ironis, jika kafelinux
fight sendirian sedangkan klas yang notabene kumpulan Linuxer malah
tidak mau menggunakan linux?

Komentar saya yang panjang merupakan pendapat saya pribadi dan mohon
jangan ditanggapi lain, hal ini sekaligus memberikan gambaran kepada
rekan yang lain bahwa mengembangkan linux akan lebih mudah jika orang
yang bersatu dalam kata juga mau bersatu dalam karya.

ADM> Thanks

ADM> Didit

-- 
Best regards,
 rudyanto
pinguinweb.com



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke