Lewi Supranata wrote:

> > hal utama yang membuat orang memilih Debian adalah paket
> > management-nya (dpkg, apt). Umumnya orang masih melihatnya jauh 
> > lebih baik daripada RPM (lebih intelligent, he..he..)

> maaf nih, saya newbie di linux, mungkin bisa coba disebutkan
> intelligentnya itu ada dimana? saya newbie di linux en barusan 
> saya install potato, tapi kok ya biasa aja, bahkan lebih 
> mbingungin(mungkin belum terbiasa aja yah:) )
> sebelumnya sih saya pake seawolf.

wah susah juga ternyata menerangkannya, he..he... mungkin pake contoh
aja ya...

apt-get install <namapaket>= instal sebuah paket, peringatan kalau
ada konflik, install juga paket lain yang ada hubungan ketergantungan
(mungkin dengan men-download), dst.. semua dengan satu perintah.

apt-get upgrade = upgrade paket-paket terinstal seperlunya
(menyesuaikan nomor rilis), mirip dengan di atas.

jika paket yang di-upgrade merupakan aplikasi server, upgrade
berlangsung tanpa shutting-down komputer, hanya service-nya aja distop
- upgrade - start lagi. konfigurasi tidak akan berubah, kecuali
diperlukan (biasanya butuh jawaban dan konfirmasi anda).

apt-get dist-upgrade = lebih advance daripada apt-get upgrade,
upgrade semua yang diperlukan, paket yang tidak diperlukan akan
dibuang atau diganti dengan paket lain yang dimaksudkan sebagai
pengganti, dsb.. hasil akhir mirip seperti baru install Debian dari
awal (karena dapat cd baru misalnya), hanya saja file-file konfigurasi
tidak berubah (kecuali diperlukan, misalnya karena ada tambahan atau
pengurangan, yang biasanya juga memerlukan jawaban dan konfirmasi
anda).

akan lebih jelas jika kita baca dokumentasinya, melihat hal-hal apa
saja yang mungkin dilakukan oleh tools yang ada.

> ps:
> di komputer saya di rumah, vga tnt2 saya juga tidak dapat langsung
> didetect, setelah installasi finish, x -nya juga kurang "mulus",
> saya juga mengalami masalah di debconf, apabila saya memilih 
> interface web pada waktu instalasi package pertama kali dengan 
> dselect

wah kalau saya debconf-nya sih pilih yang "dialog" (kalau nggak
salah), lebih ringan saja menurut saya dan nggak repot :) toh sama
aja. Akan lebih enak nantinya kalau "sid" (sesudah "woody"), yang
sistem instalasinya bakal berupa GUI.

Soal X, memang kadang kita butuh utak-atik sendiri konfigurasi,
apapun distribusinya, ya nggak? hanya saja sebagian punya tools yang
lebih baik dibanding yang lain.

> > > debian memang suka lambat update, karena mereka sangat perduli
> > > dengan stabilitas.

> seberapa besar effect stabilitas yang diberikan? selama ini distro 
> linux juga selalu stabil? bukankah linux terkenal stabil?

wah kalau yang ini saya masih buta. soalnya belum pernah berurusan
dengan environment di mana sistem wajib stabil, he..he...


Junaedi
+-----------------------------------------------------------+
| Dari sinar matahari, kemudian difilter dengan atmosfer,   |
| dipantulkan oleh benda/objek, diterima oleh mata, hingga  |
| berupa warna-warni dan gambar-gambar yang diproses oleh   |
| otak kita. Sebuah sistem yang sempurna. Maha Besar Allah. |
+-----------------------------------------------------------+

---------------------------------------------------------------------
Number of subscribers (updated daily): 214
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke