X.25 merupakan protokol layer 3 (Network), X.25 mengatur deteksi dan koreksi error, flow control, signal supervisor antar node, dan beberapa fasilitas untuk mengontrol pengiriman paket. Untuk data linknya (Layer 2) dipakai Link Access Procedure Balanced (LAPB), yang berfungsi untuk menjamin data terkirim point-to-point tanpa terjadi drop atau duplikasi.
Frame relay hanya akan memeriksa validitas dari frame data, dan tidak akan meminta re-transmission apabila terjadi error. Untuk melakukan koreksi error dibutuhkan protokol pada layer yang lebih tinggi. X.25 dapat juga dilewatkan frame relay, seperti halnya IP. (X.25 over Frame Relay, IP over Frame Relay). X.25 dibuat ketika teknologi transmisi jarak jauh masih berkualitas rendah. Untuk itu diperlukan fasilitas koreksi error yang baik. Dan karena kualitas transmisi yang kurang bagus, access-rate maksimum untuk X.25 adalah 56Kbps Frame Relay dibuat ketika sirkuit dan transmisi digital sudah tersedia, untuk itu Frame Relay tidak lagi memerlukan koreksi error. Frame Relay mempunyai access-rate maksimum bisa mencapai T3 / 45Mbps. Frame Relay adalah synchronous higher-level data link control (HDLC). > Enggak seperti itu. > X.25, frame relay, dan yang paling canggih ATM sama-sama teknologi yang > bersaing di level layer 2 untuk WAN model packet switch (point - > cloud -point). > Sedangkan untuk WAN berbasis circuit switch (point to point) layer 2-nya ada > HDLC, SLIP, dan PPP. > > Untuk level 3 bisa pake IP, IPX, atau semacamnya. -- Wima S.Y. -- --------------------------------------------------------------------- Number of subscribers (updated daily): 217 To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
