----- Original Message ----- From: David Sudjiman <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, August 28, 2002 4:20 PM Subject: [kpli] Hengkangnya Investor Asing
> > > > http://www.mediaindo.co.id/editorial.asp?id=2002082723061307 > > Rabu, 28 Agustus 2002 > > Hengkangnya Investor Asing > > INI berita buruk, sangat buruk, bahwa investor Jepang dan Korea Selatan mulai > menghindari Indonesia. Alasannya pun sangat rasional. Yaitu, karena harga > energi, upah buruh, dan biaya faktor produksi lainnya lebih tinggi dibanding > negara tujuan investasi lainnya. > > Sebagai gambaran, menurut penilaian kalangan bisnis Jepang, upah minimum di > Jakarta saat ini hampir sama dengan di pantai timur Cina. Jika biaya > produktivitas juga dihitung, maka upah minimum di Jakarta lebih tinggi > dibanding Cina. Sementara ongkos listrik di sini lebih mahal dibanding negara > lain di Asia Tenggara dan Cina. > > Apa kata pihak Kamar Dagang Korea Selatan? Banyak faktor yang menghambat > prospek bisnis Korea Selatan di Indonesia. Tapi, intinya, juga menyangkut > tenaga kerja. Yaitu, kebijakan tenaga kerja yang tidak menyenangkan, kenaikan > upah tidak rasional, produktivitas tenaga kerja yang rendah, serta pemogokan. > Selain itu, pelaksanaan undang-undang yang buruk. > > Akibat semua itu, sebagian perusahaan Jepang mulai melakukan relokasi ke > negara lain. Bahkan, sampai Juni 2002, sebanyak 36 perusahaan Korea Selatan > telah merelokasi usaha mereka dari Indonesia ke Myanmar, Vietnam, dan negara > lain sehingga 32.000 buruh di Indonesia terkena PHK. > > Indonesia, memang, bukan lagi surga bagi investor asing seperti di masa Orde > Baru. Setelah krisis datang, reformasi menjulang, di mana-mana terjadi > penjarahan, marak demonstrasi, juga konflik berdarah di sejumlah daerah. > Maka, keamanan menjadi faktor yang mendorong investor hengkang. > > Tetapi, sekarang bukan lagi faktor keamanan yang menjadi alasan. Justru > faktor ekonomi, terutama masalah tenaga kerja. Upah yang dahulu menjadi daya > saing Indonesia, sekarang menjadi unsur yang memberatkan. Buruh yang dahulu > diam, karena dapat dikendalikan, sekarang berkuasa penuh dengan senjata > mogok. Dan, inilah senjata yang menakutkan, yang membuat sejumlah perusahaan > gulung tikar serta melakukan relokasi usaha ke negeri lain. > > Indonesia, memang, sepatutnya tidak bangga karena upah yang rendah. Upah yang > rendah hanya menciptakan kemiskinan. Upah buruh seharusnya meningkat dari > waktu ke waktu sehingga semakin banyak pula rakyat Indonesia yang sejahtera. > > Sebaliknya, sepatutnya pula bangsa ini malu karena tenaga kerjanya tidak > produktif, tetapi menuntut upah tinggi. Sebab, upah tinggi mestinya > berbanding lurus dengan produktivitas. Produktivitas buruk, tetapi upah > tinggi, pasti membuat investor lari. > > Namun, yang paling krusial ialah kegemaran kaum buruh sekarang mengedepankan > tuntutan mereka dengan mogok. Mogok telah menjadi senjata yang mematikan > dialog. Bahkan, setelah sebuah tuntutan dikabulkan, muncul tuntutan > berikutnya, kemudian muncul lagi tuntutan selanjutnya, yang menyebabkan > akhirnya perusahaan bangkrut. > > Mogok adalah hak. Tetapi, inilah hak yang akhirnya merugikan semua pihak. > Tutupnya perusahaan adalah jelas keadaan yang menyebabkan semua pihak menjadi > kalah. Buruh kalah, pengusaha kalah. Tidak ada yang menang, tidak ada yang > untung. Malah, semua buntung. > > Hengkangnya investor Jepang dan Korea Selatan merupakan pertanda bahwa > keadaan semakin buruk. Buruk, karena bisa membawa efek domino, yaitu ikut > hengkangnya investor dari negeri lain. > > Jika itu terjadi, negeri ini kembali diancam krisis yang semakin dalam. > Pengangguran meluas. Yang untung ialah Cina, Myanmar, dan Vietnam. Dan, buruh > di sini tinggal gigit jari. Itukah yang kita cari? > > ------------------------------------------------------- > > > -- > Sturgeon's Law: > 90% of everything is crud. > > > > > --- > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > > --- --------------------------- Yang Mudah dan Menghibur --------------------------------- Hosting menjadi mudah dan murah hanya di PlasaCom. Klik http://idc.plasa.com F1 Mania!! Ikuti F1 Game di Obelix Game Corner di http://www.plasa.com/infotel/f1.html ---------------------------------------------------------------------------------------
