Mencari Format Teknopark untuk Indonesia

www.teknopreneur.com


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perusahaan-perusahaan teknologi
raksasa saat ini, seperti Microsoft, Google, Macintosh, berawal dari
sebuah bisnis skala kecil yang memiliki kekuatan inovasi dan teknologi
yang berdaya saing tinggi, serta mampu memanfaatkan ceruk di pasar
bisnis
teknologi.

Maka menyadari besarnya nilai tambah yang mampu diciptakan bisnis
berbasiskan inovasi teknologi, banyak negara, baik yang telah maju
maupun
yang berkembang, mengupayakan untuk menciptakan cluster yang kondusif
untuk tumbuh dan berkembangnya perusahaan-perusahaan teknologi yang
sering
disebut sebagai Teknopark. Contoh-contoh lazim seperti Silicon Valley
di
Amerika Serikat, Chungbuk Technopark di Korea Selatan, dan Bangalore
di
India telah bercerita dengan sendirinya betapa teknopark yang
berhasil,
memberi dampak yang signifikan bagi negara-negara tersebut.

Di Indonesia, lebih dari 95% bisnisnya berskala kecil dan menengah
atau
yang lebih dikenal sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM). UKM telah
terbukti
mampu menjadi penopang bangsa dalam krisis ekonomi dan terus
bertumbuh.
Termasuk di dalamnya adalah sekian persen UKM berbasiskan inovasi dan
teknologi atau yang dikenal sebagai UKM teknologi.

Namun, inovasi teknologi belum menjadi faktor utama yang diperhatikan
sebagian besar pelaku bisnis di Indonesia. Padahal pada saat yang
sama,
berbagai hasil penelitian yang dibutuhkan masyarakat banyak berhenti
sebelum sampai tahap aplikasi di masyarakat. Memperhatikan kondisi-
kondisi
tersebut, konsep cluster khusus untuk bisnis-bisnis yang memiliki daya
saing inovasi teknologi bisa mendorong terciptanya iklim inovasi yang
produktif, seperti contoh-contoh diatas.

Untuk itu, perlu dicari model terbaik teknopark  yang sesuai untuk
dikembangkan di tanah air, dengan memperhatikan potensi sumber daya
alam,
sumber daya manusia, peta bisnis nasional dan internasional,
infrastruktur, iklim investasi dan lainnya. Maka Teknopreneur mencoba
membahas permasalahan tersebut secara on-line, dalam sebuah forum
diskusi
yang disebut TEKNOPRENEUR.COM NET GATHERING atau TNG
(http://www.teknopreneur.com/2009/01/14/teknopreneurcom-net-gathering-
tn/
). TNG adalah diskusi secara online antar anggota Forum Teknopreneur
Online dengan mengangkat tema seputar bisnis dan teknologi. TNG
menghadirkan narasumber para pemangku kepentingan di bisnis teknologi,
baik dari kalangan pengusaha, profesional, peneliti, birokrat, dll.

Kali ini TNG menghadirkan narasumber Adi Kusma, President Director
Biznet
di Indonesia,
(http://www.thejakartapost.com/news/2008/06/18/adi-kusma-reading-
hidden-opportunities.html
) yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta forum mengenai
konsep Teknopark. Diskusi TNG kali ini berupaya mencari format
Teknopark
yang paling tepat untuk Indonesia, baik dari segi lokasi, fasilitas,
kebijakan khusus, dll. Dapat juga dilakukan perbandingan dengan
teknopark-teknopark di negara lain dan menyesuaikannya dengan kondisi
tanah air. Termasuk poin penting yang perlu dibahas adalah langkah
awal
untuk mewujudkan terbentuknya Teknopark tersebut.

Kami mengajak para pemerhati perkembangan bisnis, teknologi, ataupun
bisnis teknologi untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif secara
on
line di http://www.teknopreneur.com/  yang akan di selenggarakan mulai
tanggal 21 s/d 28 Januari 2009, dengan topik “Mencari Format Teknopark
untuk Indonesia”.


Teknopreneur

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub 
Linux Bandung" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke