Salam,
Saya, Estiyan dari IGOS Center Bandung, telah melakukan social
engineering dan silaturahmi ulang dengan Klub Linux Bandung atas
undangan dari Sakra, sebagai tindak lanjut pertemuan di CommonRoom.
Pertemuan dilakukan dengan lokasi di Resto Kelinci Jl.Tubagus Ismail
40 Bandung. Pertemuan ini dihadiri oleh Estiyan dan Eko Mursito (IGOS
Center Bandung), dan dari Klub Linux Bandung, yaitu Bayu, Sakra, Andi
S, Rizki, Aldi, Rendra, Ata, Bandi.

Dalam pertemuan ini diceritakan apa yang terjadi diantara Klub Linux
Bandung dengan IGOS Center Bandung di masa lalu, dan kemungkinan-
kemungkinan hubungan ini di masa kini dan berikutnya. Akhirnya
disepakati untuk memulai kembali hubungan Klub Linux Bandung dengan
IGOS Center Bandung, kembali bergandengan tangan dengan saling dukung
dan komunikasi yang jelas, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang
kontra produktif, sesuai dengan konsep gerakan opensource Indonesia,
yaitu Academic (POSS) - Business (IGOS) - Community (KLUB) - Goverment
(Ristek).

IGOS adalah suatu propaganda sosialisasi penggunaan opensource di
kalangan Bisnis. Sesuai dengan falsafah Richard Stallman bahwa Free
Software is not Free Lunch, pengadaan produk open source harus
dikenakan biaya jasa dan media, tentunya harus masuk akal. Jadi
komersialisasi opensource software terletak pada service (jasa)
dukungan teknis. Dengan demikian Indonesia Go OpenSource dapat
memaksimalkan Human Resource (Sumber Daya Manusia) dengan modal
opensource software, serta menyelamatkan bangsa ini dari derita dan
pemborosan pembelian lisensi software pada inisiasi awal pendirian
bisnis yang menggunakan software komputer.

IGOS Center Bandung adalah percontohan pertama model bisnis opensource
yang disosialisasikan di mall, atas inisiatif pihak Kementrian Riset
dan Teknologi Republik Indonesia. Model bisnis ini berbentuk gerai
yang menyediakan produk opensource berupa fisik dan iso; dukungan dan
konsultasi teknis dan migrasi; sosialisasi pelatihan penggunaan produk
opensource. Untuk menghidupkan gerai ini, dibutuhkan komitmen
profesional untuk operasi harian dan berlanjut. Komitmen ini sekarang
dipegang oleh Eggie Rizki, Yustinus Dwi, Eko Nurdiyanto, Dani
Ramdhani, Estiyan. IGOS Center Bandung dipimpin oleh Estiyanti
Ekawati, dan dibina oleh Eko Mursito (ITB), Hemat (Penajati), Hoki (Be
Mall), Kemal (Ristek) dan Yayasan Inovasi Terbuka. Meskipun IGOS
Center Bandung di inisiasi oleh Ristek, status IGOS Center Bandung
adalah pihak ketiga, bukan "plat merah" seperti yang didesas-desuskan.
Singkatnya IGOS Center Bandung dibuat sebagai lokasi tempat dimana
para pengguna opensource dapat mencari dukungan teknis dan produk.
Sedangkan Klub Linux Bandung diharapkan menjadi suatu perkumpulan
komunitas yang dapat mewadahi para pengguna dan pencinta opensource
software.

Tahun ini IGOS Center Bandung akan mengadakan Padepokan Linux di
Bandung, yang akan dimulai bulan Februari,  bertujuan untuk
menghasilkan sedikitnya 100 pengguna mahir opensource software dan
terdaftar secara resmi. Padepokan ini akan mengadakan pelatihan linux
seminggu sekali seperti padepokan silat atau pramuka; dengan iuran
bulanan untuk menghidupkan Padepokan ini. Akan diadakan suatu ujian
kenaikan tingkat berkala, yang secara resmi menunjukkan tingkat
keterampilan (skill) penguna opensource software; tidak semahal
sertifikasi, setidaknya untuk kepercayaan diri (confidence) pengguna
opensource software. Padepokan ini mengajak IGOS Center Bandung, POSS
ITB, UPI, dan sekarang mengajak KLUB dan pihak lainnya, guna
sosialisasi den regenerasi pengguna opensource software.

Oleh karena ini IGOS Center Bandung mengharapkan hubungan kerjasama
dan dukungan lanjut dari Klub Linux Bandung. Terima kasih.

Salam,
IGOS Center Bandung.

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub 
Linux Bandung" group.
To post to this group, send email to [email protected].
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected].
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en.

Kirim email ke