On 3/20/10, Rizki Izandi <[email protected]> wrote: > organisasi Paskibra di kota atau sering disebut PPI(Purna Paskibraka > Indonesia) pun sebetulnya tidak mendapat dana dari Pemkot / dinas, namun > karena di setiap sekolah masing2 ada paskibra yang didanai oleh sekolahnya > yang kebetulan perwakilan dari sekolah2 tersebut ada yang ikut kumpul maka > terlihat solid (ketika mengadakan sebuah acara seperti perlombaan) walaupun > tidak mendapat dana seperti paskibra sekolah,, > > apakah kondisi Paskibra kota yang di ceritakan di atas dengan KLuB sama ??
Klo begitu ceritanya sama, sama-sama berbekal idealisme. Tapi saya tidak nyaman klo idealisme dengan perut kosong, kualitas kegiatan biasanya jadi tidak akan optimal. OOT: Klo Pramuka setahu saya ada dana dari pemerintah ya? Makanya ada Kwarnas, Kwarda, Kwacab, sampai Gudep (Gugus depan) di sekolah-sekolah. Saya pikir Paskibra tingkat kota/kab. sekalipun ada dana/simpanan juga dari pemerintah lokal apabila ada kegiatan besar. > maksud dari organisasi tanpa bentuk (OTB) itu seperti apa? Tidak punya badan hukum (yayasan, pt, cv, di bawah organisasi pemerintahan, dsb.). Jadi bagaimana ya? Anggaplah idealisme memenangkan rasa lapar di perut, kira-kira (kembali ke topik) bagaimana mekanisme kaderisasinya yang cocok untuk KLuB? Best regards, -- Andi Sugandi (Bandung) openSUSE Ambassador http://en.opensuse.org/User:Andisugandi -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected]. To unsubscribe from this group, send email to [email protected]. For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en.
