Tidak, saya bukan anti teknologi baru, tetapi seperti yang sudah diketahui
sebagian besar orang ada suatu "cacat" dalam ext4 yang mengakibatkan
kehilangan data (google "ext4 data loss"). Beberapa solusi "sementara" bisa
kita temukan, tetapi tetap menimbulkan "penalti". Saya sendiri baru
bermigrasi ke ext4 satu bulan lalu setelah 9 tahun menggunakan reiserfs, dan
hasilnya mengecewakan. Ketika memindahkan data (cukup banyak, 10GB) ke
harddisk external 3.5" tiba-tiba listrik mati, progress baru 20%. Setelah
listrik kembali hidup, saya kehilangan 20% data tersebut. Tidak bisa
ditemukan dimanapun, dan lebih jauh lagi saya tidak dapat menemukan tool
recover untuk ext4.

Sayang memang karena sebagian besar distro rilis terbaru secara default
menawarkan ext4 sebagai filsystem. Setelah pengalaman ini, saya beralih
kembali. Untuk media backup, saya mempercayakan pada reiserfs, yang memiliki
tool recover built-in yang sangat bagus. Sementara di laptop, saya memilih
btrfs yang masih experimental. Namun kali ini, saya membaca sebanyak mungkin
artikel tenatang btrfs sebelum menggunakannya. Developer ext3 dan ext4 pun
bahkan menyebut btrfs sebagai filesystem masa depan, pengganti ext3 dan
ext4.

Sayang sekali reiser4 belum 100% matang, Hans Reiser, sang kreator keburu
dipenjara karena membunuh istrinya.

Link
http://en.wikipedia.org/wiki/Btrfs
https://btrfs.wiki.kernel.org/index.php/Main_Page
http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1389279
http://www.phoronix.com/scan.php?page=article&item=reiser4_benchmarks&num=1

-- 
Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung
Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis

Kirim email ke