Pilihan awal: mandriva
alasan: pertama berkenalan linux melalui mandrake dan sudah sangat familiar
dengn lingkungannya. pernah coba fedora tetapi malas install aplikasi
tambahan dan ketika itu buggy (up to versi 3). berhenti menggunakan mandriva
karena banyak aplikasi yang tidak menyediakan paket untuk mandriva, malas
untuk compile sendiri.

pilihan sebelumnya: gentoo
alasan: lagi getol-getolnya belajar linux dan optimisasi, berhenti karena
lelah dengan ritual compile

pilihan saat ini: linux mint
alasan:default install = ubuntu + all the goody bag. paket aplikasi2 terbaru
umumnya mudah ditemui di ppa repo, bahkan aplikasi yang niche sekalipun

pilihan masa depan: linux mint debian edition
alasan: linux mint + rolling updates, stay up to date tanpa harus reinstall
setiap 6 bulan

in between, mencoba banyak sekali distro termasuk BSD (saya cukup lama
bergaul dengan openbsd). tetapi 3 distro diatas merupakan distro yg paling
lama digunakan

kenapa tidak blankon? karena tidak ada hal-hal tambahan dari ubuntu yang
bisa menunjang produktvitas. for me it's ubuntu + indonesian theme dan
beberapa aplikasi lokal. dan ini bukan masalah nasionalisme.

-- 
Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung
Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis

Kirim email ke