Bahaya Radiasi Nuklir Tak Pernah Disosialisasikan
Sabtu, 19 Juni 2004 | 18:51 WIB 

TEMPO Interaktif, Semarang:Selama ini bahaya pemakaian nuklir dinilai kurang 
disosialisasikan. Pakar nuklir Iwan Kurniawan menyatakan pembangunan PLTN di Muria di 
Jepara dan Madura dinilai tidak perlu mengingat bahaya yang ditimbulkan. Terlebih lagi 
energi alternatif yang bisa dipakai di Indonesia masih banyak ragamnya. Hal ini 
diungkapkan dalam sebuah diskusi soal rencana pembangunan PLTN di Unika Soegijapranata 
Sabtu (19/6).

Iwan yang mantan ahli nuklir di Badan Atom Nasional (BATAN) itu menilai pembangunan 
PLTN ini sangat besar resikonya terutama mengingat pengelolaan yang tidak hati-hati. 
�Kalau PLTN ini dikelola hati-hati memang aman, tetapi di Indonesia?sekarang 
kecenderungan negara-negara maju mulai menghentikan pengambilan energi nuklir ini 
karena kesulitan dalam pengelolaan limbahnya.�

Dikatakannya, selain bahaya kebocoran seperti di Chernobyl, resiko lainnya yakni 
bahaya radioaktif yang masih mengancam seusai pembangkit itu selesai dipakai. Ia 
menyebutkan tanda-tanda yang dialami saat terkena radio aktif nuklir itu. Gejala yang 
muncul dalam relatif singkat yakni pusing, muntah, rambut rontok, gigi tanggal dan 
penuaan dini. Soal penuaan dini ini, ia pernah bertemu korbannya berusia 13 tahun yang 
berubah seperti nenek-nenek dalam waktu 3 bulan. Menurutnya hal ini berbahaya bila zat 
radioaktif ini masuk ke rantai makanan. �Yang lebih jahat lagi, hal ini diturunkan 
secara genetis,� kata Iwan yang kini menjadi pengajar di STIE Nusantara Jakarta ini.

Ia mengungkapkan dalam waktu minimal 30 tahun, tempat pembangkit terutama sumur 
pembangkit itu menjadi sangat radiatif. �Dalam jangka waktu itu tempat itu tidak bisa 
dibiarkan, diurug, digunakan untuk makhluk hidup atau apapun. Karena umur radioaktif 
nuklir ini sangat panjang dengan kekuatan yang lama pula,�katanya.

Saat ini, limbah PLTN menjadi masalah bagi pengelola di negara maju. Mereka 
mempersoalkan bagaimana membuang limbah itu mengingat bahaya radioaktifnya itu. Bahaya 
radioaktif nuklir selama ini, kata dia, tak pernah diberitahukan kepada masyarakat. 
Maka ia pun tak heran ketika sebagian masyarakat menyatakan persetujuannya. 

Pembangunan PLTN Muria dan Madura yang mengemuka kembali dinilai tidak memberi 
pengaruh yang positif. Adanya pembangunan PLTN ini, tak lebih karena cita-cita untuk 
penerapan ilmu para ahli di BATAN. 

�Saat mulai dimunculkan pembangunan PLTN tahun 1992 itu bukan atas dasar prediksi 
kebutuhan energi listrik. Masih surplus listrik. Kalaupun sekarang ada pernyataan 
semacam itu, saya kira alternatif pembangkit energi ini masih banyak yang lain,� kata 
lulusan Universitas Tzukuba Jepang jurusan Fisika Nuklir Eksperimen ini.

Dia menilai kebutuhan energi di Indonesia untuk beberapa tahun mendatang masih bisa 
dicukupi dari pengembangan pembangkit tenaga lain. 

Ia mencontohkan tenaga uap, gas alam, batu bara, angin dan panas bumi serta matahari. 
Dikatakan lagi bahwa tahun 1994 prediksi kecukupan tenaga pembangkit sudah pernah ada 
dan masih mencukupi. �Masih banyak alternatif lain, tapi mengapa harus nuklir yang 
sangat beresiko. Ini tergantung political will pemerintah,� tandas Iwan. 

Dian Yuliastuti � Tempo News Room



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, 
atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke