http://www.gatra.com/artikel.php?id=45572 Pemilu Presiden Alumni Sayyid Maliki Tolak Kampanye Mega-Hasyim
Surabaya, 8 September 2004 20:16 Temperatur politik para ulama dan santri di Jawa Timur menjelang pemilihan presiden kian memanas. Aksi dukung-dukungan atau tolak- tolakan mulai teruangkap ke ruang publik. Sore ini, giliran keluarga alumni pesantren Sayyid Mohammad al-Maliki menolak politisasi tokoh besar asal Mekah itu untuk kepentingan Pemilihan Presiden di Indonesia. "Tidak benar Sayyid Mohammad mendukung presiden perempuan" kata KH Luthfi Bashori, pengasuh pondok pesantren ar-Ribath, Singosari, Malang. Luthfi Bashori menjadi juru bicara bagi sekitar sekitar 30 alumni pesantren Sayyid Muhammad al-Maliki yang menamakan diri "as- Shofwah" dalam jumpa pers di Jl. Purwodadi Raya 37 Surabaya pukul 16.00 hari ini. Mereka berkumpul untuk mengklarifikasi pernyataan Rois Syurian PWNU Jawa Timur, KH Masduqi Mahfudz yang dikutip Majalah Gatra 28 Agustus 2004. Gatra mengutip pernyataan sejumlah ulama NU Jatim yang mengatakan bahwa ulama besar asal Hijaz itu--Prof. Dr. Sayyid Mohammad al-Maliki-- menyatakan bahwa presiden perempuan hukumnya halal. Alasannya presiden tidak sama dengan khalifah yang mempunyai kekuasaan absolut. Luthfi menegaskan bahwa Sayyid Maliki tidak pernah memberi legitimasi kepada Calon Presiden manapun. Ia membenarkan bahwa pada 8 Agustus lalu sejumlah 28 kiai NU Jatim yang dipimpin KH Masduki Mahfudz sowan ke kediaman Sayid Maliki di Makkah dan meminta fatwa mengenai presiden perempuan. Menurut Luthfi, tuan rumah tidak pernah memberikan statement seperti dipublikasikan oleh ulama NU itu. Setelah pertemuan di Makkah tersebut, di Jatim beredar selebaran yang menyerukan warga NU memilih pasangan Mega-Hasyim pada Pilpres mendatang. Ajakan dalam selebaran satu halaman tersebut mendasarkan atas saran rohani dari `ulama besar Hijaz'. Menurut Luthfi, Sayid Maliki hanya menjawab dengan mengutip sebuah hadits "Antum a'lamu bi'umuri dunyaakum" (Kalian lebih mengerti mengenai urusan negara kalian". Dengan demikian, menurut Luthfi, telah terjadi pelintiran. Kepada sejumlah wartawan cetak dan elektronik, Luthfi menegaskan bahwa atas nama keluarga alumni, pihaknya tidak ingin terjadi lagi pencatutan nama guru mereka untuk melegitimasi calon presiden manapun. "Itu sangat kami sesalkan" katanya. Forum tersebut dihadiri pula oleh KH Sadid Jauhari, pengasuh pondok pesantren as-Suniyah, Kencong, Jember, Jatim. Ia adalah satu dari 28 kiai yang menghadap Sayyid Maliki ketika itu. "Memang tidak ada pernyataan yang mendukung salah satu presiden" katanya. (Mujib Rahman/Surabaya) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
