Janji 100 Hari Pemerintahan SBY
Oleh Hatim Gazali 

http://www.suarakarya-online.com/news.html?category_name=Opini
Sambil menunggu realiasi program 100 hari kita harus menanamkan optimisme dan 
positive thingking (husnu al-dann) bahwa hal-hal tersebut bisa terealisasi 
dengan baik. Sebab, apa yang menjadi program 100 hari kabinet SBY bukanlah 
tergolong amat berat. Hal yang teramat akut untuk diselesaikan di negeri ini 
adalah kemiskinan, pendidikan, pengangguran, Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). 

   Setelah dilantik jadi presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf 
Kalla (SBY-MJK) beserta menteri-menterinya kembali mengeluarkan janji politik 
selama 100 hari pertama kepemimpinannya. Ada lima janji selama 100 hari 
pertama. Yaitu, menangkap dalang pengeboman (teroris) Dr.Azahari dan Noordin 
Mohd Top, pengamanan lebaran dan tahun baru distribusi BBM dan sembako lancar, 
penanganan ilegal logging (pencurian dan perdagangan kayu gelondongan ilegal), 
program shock therapy membawa kemeja hijau kasus-kasus hukum yang selama ini 
tak bisa dibawa kepengadilan, terakhir, semua pejabat negara harus menyerahkan 
daftar kekayaan seminggu setelah menjabat. (Suara Karya 23/10) 


   Sudah menjadi lazim, setiap presiden baru selalu memberikan janji-janji 
politik yang menggiurkan bangsa Indonesia. Hal tersebut dimaksudkanya untuk 
tetap menjadi optimisme dan harapan masyarakat terhadap pemimpin baru sebagai 
presiden yang benar-benar berpihak pada rakyat dan mampu menyelesaikan 
persoalan kebangsaan di negeri ini. Bahkan, janji-janji politik itu tidak hanya 
datang dari presiden, tetapi juga dari kabinet Indonesia Bersatu. 


   Pertanyaannya, akankah janji-janji politik itu terealisir dengan baik ? Dan 
sanksi apa buat pemerintah jika janji-janji politik tersebut tidak bisa 
direalisasikan (jika perlu ada sanksi)? Kedua hal inilah yang hendak penulis 
bahas pada kesempatan kali ini. 


   Setiap orang, termasuk presiden, boleh saja mengeluarkan janji-janji 
politiknya. Tapi, tidak selamanya janji tersebut bisa terealisir dengan baik. 
Dalam konteks Indonesia, ada banyak variable yang menentukan kesuksesan 
presiden dalam merealisasikan janjinya. Apa yang menjadi agenda dan idealitas 
tidak selamanya sinergis dengan realitas dilapangan. 


   Namun demikian, sambil menunggu realiasi program 100 hari kita harus 
menanamkan optimisme dan positive thingking (husnu al-dann) bahwa hal-hal 
tersebut bisa terealisasi dengan baik. Sebab, apa yang menjadi program 100 hari 
kabinet SBY bukanlah tergolong amat berat. Hal yang teramat akut untuk 
diselesaikan dinegeri ini adalah kemiskinan, pendidikan, pengangguran, 
Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). Sementara, program untuk membawa kemeja hijau 
hukum yang tidak bisa dibawa kepengadilan tidak bisa memberi jaminan bagi sang 
koruptor untuk masuk buih. Sebab, hal tersebut terkait dengan Jaksa Agung, 
Presiden dan realitas politik. 


   Karena itulah, hal-hal mendasar yang terkait langsung dengan rakyat bawah 
harus menjadi program utama bagi pemerintah SBY-MJK. Untuk itu, perlu dukungan 
dari banyak pihak baik ditingkat pusat maupun daerah. Ditingkat pusat, DPR/MPR 
harus memposisikan diri sebagai kontrol terhadap pemerintah bukan sebagai 
partner untuk menindas rakyat. Begitupula dengan lembaga pemerintah lainnya 
harus bisa bekerja secara profesional dan proporsional. Sementara ditingkat 
daerah, mulai dari Gubernur, Wali Kota, Bupati, Camat bahkan sampai kepala desa 
juga harus mendukung program-program yang memiliki oreintasi untuk 
menyelesaikan persoalan kebangsaan. Merebaknya kasus korupsi dilembaga 
legislatif daerah (DPRD) dibeberapa daerah adalah persoalan yang harus 
diselesaikan didaerah dengan profesional dan perlu ada penanganan secara 
khsusus agar pelakunya bisa ditindak sewajarnya serta hal serupa tidak terulang 
kembali. Karena itulah, tingkat kesuksesan pemerintah SBY dalam merealisasikan 
programnya bukan
 hanya terletak ditingkat elite (pusat) semata, tetapi sampai pada tingkat 
daerah. Hal ini penting menyangkut diberlakukannya otonomi daerah, 
disentralisasi. 


   Janji politik pemerintah SBY yang tertuang dalam program 100 hari harus kita 
anggap sebagi kontrak politik antara pemerintah dengan rakyat. Karena itulah, 
jika janji-janji tersebut tidak bisa direalisasikan, maka tidak boleh tidak 
harus ada sanksi baik secara politik ataupun moral seperti mengundurkan diri. 
Tanpa ada sanksi yang jelas, kredibelitas dan akuntabilitas pemerintah dan 
kabinet Indonesia Bersatu menjadi tanda-tanya besar. Semua orang akan menilai 
seleksi menteri yang dilakukan SBY hanya sekedar kamuflase belaka. Dan, 
janji-janji politik itu hanya sekedar upaya untuk membangun optimisme bangsa 
Indonesia. 


   Jika demikian, kekecewaan bangsa Indonesia terhadap pemerintah saat ini 
bukanlah hal yang mustahil. Sejarah masa lalu telah membuktikan. Ketika Gus Dur 
(panggilan akrab KH.Abdurrahman Wachid) naik sebagai presiden, bangsa Indonesia 
sangat optimis bisa keluar dari lilitan krisis multidimensi. Namun, seiring 
dengan perjalanan waktu serta pernyataan-pernyataan dan tindakan 
kontroversialnya, rakyat Indonesia (MPR) kecewa terhadap kepemimpinan Gus Dur. 
Akhirnya, ia harus merelakan diri untuk meninggalkan Istana Merdeka dan 
digantikan oleh wakilnya, Megawati Soekarno Putri. Kejadian historis ini harus 
menjadi pelajaran baik bagi pemerintahan SBY kali ini. *** 
(Penulis aktivis di Community for Religion and
Sosial Engineering (CRSe) Jogjakarta) 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - You care about security. So do we.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke