Bisa saja, yang milih Rais Am adalah Rais Syuriyah cabang dan wilayah namun yang perlu adalah penjenjangan kemampuan keulamaan melalui lembaga bahtsul masail. Jiia proses itu terstruktur dengan baik, maka Rais Syuriyyah ditingkat masing-masing adalah Ulama tertinggi di daerah tersebut, maka kemudian Rais Am adalah Ulama Tertinggi di seluruh Indonesia.
Kenapa tidak bisa? >===== Original Message From "yoes" <[EMAIL PROTECTED]> ===== >saya pikir tidak pas juga kalo proses pemilihan rais 'am >diserahkan 'hanya' kepada mereka yang masuk kategori "kiai >khos".legitimisainya kurang kuat,terlebih terma itu kan, sperti kita >ketahui masih 'ngambang',belum jelas!!! siapa yang berhak masuk >kategiru itu, dan siapa yang punya otoritas untuk membahas "kriteria >kiai khos". > >saya pikir,kita masih berhusnuzon,bahwa para muktamirin telah >mwakili "warga nu secara umum".terlepas dari intrik2 yang terjadi. >satu lagi terma "kiai khos" juga kan adalah terma yang >di "launchingkan" oleh seseorang.dia yang "mengangkat" >dan "memberhentikan" kiai khos,hehehe.... >ga usah di jelaskan sapa yang sudah dicopot dari jabatan itu dari >orang itu,hehehe.... > >so, mari kita kembangkan budaya demokrasi kita tanpa saling sikut- >menyikut...apalagi sampe demo dan mengeluarkan kalimat2 yang vulgar!!! >taukan selepas acara pembukaan itu...... > >terima kasih!!! >--- In [EMAIL PROTECTED], Pradhita al-Rasyid <[EMAIL PROTECTED]> >wrote: >> >> Benar2 memprihatinkan melihat (dari jauh) muktamar NU >> kali ini; Apalagi nanti kalau sampai terjadi perebutan >> jabatan Rais Aam syuriah antara Gus Dur dan Kyai >> Sahal. Seperti perebutan jabatan politik saja. >> >> Karena NU pada dasarnya adalah organisasi keagamaan, >> maka pemimpin tertingginya seharusnya juga para ulama. >> Mungkin perlu dibentuk semacam wilayat al faqih, >> seperti di Iran. Untuk menyederhanakan, sebutlah >> wilayat al-faqih versi NU ini adalah Dewan Kyai Khos. >> Kalau ada Dewan kyai Khos ini, maka pemilihan Rais Aam >> dan Ketua Tanfidhiyah tidak perlu harus melalui >> pemungutan suara dari pengurus2 NU cabang dan wilayah, >> tetapi cukup ditentukan dan dipilih secara langsung >> oleh Dewan Kyai Khos ini. >> Intinya, Dewan Kyai Khos ini memiliki kekuasan >> tertinggi, berhak menetapkan apapun dan berhak >> mengeluarkan hak veto kapanpun kalau diperlukan. >> Dengan sistem yang seperti ini, maka tidak akan >> terjadi konflik yang memalukan seperti yang terjadi >> dalam muktamar kali ini. Kalau terjadi perbedaan >> pendapat atau bahkan konflik diantara para anggota >> Dewan Kyai Khos (misalnya seperti Kyai langitan versus >> Kyai Lirboyo), maka seharusnya diselesaikan secara >> intern, diantara para anggota Dewan Kyai Khos itu >> sendiri. Nahdiyin dan para pengurus NU yang lain hanya >> tinggal mendengar dan patuh. >> >> Masalahnya kemudian adalah menentukan siapa2 yang >> berhak masuk dalam Dewan Kyai Khos ini. Kriterianya >> tentu adalah kualitas keulamaan-nya, penguasaannya >> terhadap warisan intelektual islam masa lalu (kitab2 >> kuning), kesufian-nya, juga, idealnya, penguasaan >> terhadap ilmu2 modern (minimal tidak buta sama >> sekali). Syukur2 kalau ada anggota Dewan Kyai Khos >> yang sekaliber Imam Khomaini, atau sekaliber Allamah >> Thabathaba'i, pengarang kitab Tafsir Al-Mizan, yang >> juga seorang pakar Matematika. >> >> >> >> Salam sangat2 prihatin, >> Pradhita al-Rasyid >> >> >> >> ---------------------------------------------- >> http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/11/28/brk,20041128- >37,id.html >> ---------------------------------------------- >> Kubu Hasyim Muzadi Tak Gentar, Walau Gus Dur Didukung >> Kiai Sepuh >> Minggu, 28 November 2004 | 21:20 WIB >> >> TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski para kiai sepuh telah >> mendaulat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon >> Rais `Aam Syuriah PBNU berpasangan dengan KH Musthofa >> Bisri (Gus Mus) sebagai calon Rais `Aam Tanfidhiyah >> (Ketua Umum) periode 2004-2009, kubu KH Hasyim Muzadi >> menyatakan tetap siap bersaing dengan Gus Dur di arena >> Muktamar NU ke-31. "Pak Hasyim akan terus maju dan >> tidak khawatir. Kami optimis Pak Hasyim terpilih >> lagi," kata KH Masruri Mughni, Rais Syuriyah PWNU >> Jateng. >> >> Mughni juga menegaskan, dari 36 cabang NU yang ada di >> Jateng, dipastikan hanya dua cabang yang tidak >> mendukung pencalonan terhadap Hasyim yang dipasangkan >> dengan KH MA Sahal Mahfudz. >> >> Khusus tentang kesediaan Kiai Sahal untuk kembali >> dicalonkan sebagai Rais `Aam Syuriyah, Mughni mengaku >> telah bertemu dengan Kiai Sahal. "Kiai Sahal bersedia >> dicalonkan sebagai Rais `Aam Syuriyah berpasangan >> dengan Pak Hasyim dengan catatan, Pak Hasyim harus >> berjanji tidak akan terlibat dan membawa NU ke wilayah >> politik praktis". >> >> Ketidak khawatiran serupa juga disampaikan oleh salah >> satu tim sukses Hasyim, Ahmad Bagja. Menurutnya, >> pernyataan sejumlah kiai sepuh yang mencalonkan Gus >> Dur dan Gus Mus sama sekali tidak berpengaruh terhadap >> pencalonan Hasyim. "Sama sekali tidak berpengaruh, >> karena dukungan tersebut hanya disampaikan oleh >> sejumlah kiai sepuh. Padahal di NU terdapat ratusan >> kiai sepuh," ujar Bagja. >> >> Bagja yang juga Ketua Panitia Muktamar, melihat >> pencalonan Gus Dur belum tentu mulus, karena harus >> menunggu kesediaan dari Gus Mus. "Ya, kalau bersedia, >> kalau tidak," katanya. >> >> Minggu (28/11), bertempat di Hotel Novotel Solo, lebih >> dari dua puluh kiai sepuh NU mendaulat Gus Dur untuk >> menjadi Rais `Aam Syuriah PBNU berpasangan dengan Gus >> Mus sebagai Ketua Umum PBNU. Para kiai tersebut antara >> lain KH Nurul Huda Jazuli (Ploso, Kediri), KH Abdullah >> Abas (Buntet, Cirebon), KH Hamdan Cholid (Martapura), >> KH Sanusi Baco (Sulawesi Selatan), KH Azis Amin >> (Jakarta), KH Zaenuddin Maftuhin (Lasem), KH Mahfud >> Sobari (Mojokerto), KH Hanief Muslich (Mranggen), KH >> Muhaiminan Gunardo (Parakan), KH Chotib Umar (Jember), >> Tuan Guru Turmudzi (Lombok, NTB), KH Mas Subadar >> (Pasuruan). >> >> KH Muhaiminan Gunardo,,juru bicara para kiai sepuh >> menyatakan, alasan dukungan terhadap Gus Dur adalah >> dalam rangka menyelamatkan NU dari ancaman perpecahan. >> >> >> >> >> >> __________________________________________________ >> Do You Yahoo!? >> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >> http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > >______________________________________________________________________ >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: >[EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
