Sebagai bujangan saya anti poligami , soalnya orang yang berpoligami itu orang rakus yang ngehabisin jatah orang termasuk gw :))
Masalah data ketimpangan laki-laki perempuan itu nggak pernah terbukti bahkan paska PD I dan PD II sekalipun, malahan yang terjadi terutama dinegara-negara teluk seperti UEA , Arab Saudi , Kuwait , Bahrain , Oman juga di China jumlah laki-lakinya jauh lebih banyak dari perempuan jadi (bisa liat dan cari datanya di internet) kalau ikut logika kaum pendukung poligini maka yang harus digalakkan itu poliandri bukan poligini. ----- Original Message ----- From: "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 30, 2004 1:09 AM Subject: Re: [Kebangkitan_Bangsa] Dapur "Antipoligami" > > Ah mas jangan terlalu dibanding-bandingkan seperti itu lah apalagi lari-lari > ke akidah segala.. saya lihat mereka memang tidak berbicara hukum dalama > kasus katering poligami ini lebih daripada tema sosial yang menurut pendapat > mereka tidak patut. Apalagi sesuatu yang dihalalkan oleh Allah itu bukan > suatu perintah yang harus dilaksanakan, Tapi hanya menyatakannya sebagai > sesuatu yang halal. Memang saya pribadi pada dasarnya tidak setuju dengan > poligami, tapi pada sisi lain saya tidak ingin memaksakan hal itu untuk > menutupnya sekaligus apalagi dengan menyamaratakan pelaku poligami berarti > melecehkan sebagaimana yang tercantum dalam media massa tentang protes ini. > Memandang poligami bagi saya sama halnya dengan kita memandang thalak, > sesuatu yang dihalalkan oleh agama tapi bukan diperintahkan yang bersifat > keharusan. Pada intinya bagi saya kehalalan yang diketengahkan oleh ajaran > itu sebagai bukti betapa ia juga memperhatikan dinamika kehidupan sosial > kemanusiaan yang tidak bisa kita paksakan harus selalu linier dengan jalan > ideal semestinya. Poligami dan Thalak bukanlah sesuatu keharusan hanya > semata-mata karena dianggap halal dan boleh, tapi juga tidak bisa 100% kita > kesampingkan begitu saja dan membuangnya jauh-jauh hanya karena tidak sesuai > menurut prinsip ideal kita sebagai mana yang di tunjukkan oleh para aktivis > ini. Bagi saya, hal itu masih sangat diperlukan karena kita mengerti apa > yang terjadi di masyarakat tak selamanya hanya begitu-begitu saja tapi > merupakan ruang yang komplek dan dialektis, maka poligami bisa kita jadikan > jalan terakhir ketika mengalami jalan buntu sebagaimana thalaq juga begitu > adanya. > > Pada bagian ini, tanpa mengesampingkan kritik kita terhadap gerakan aktivis > perempuan ini khususnya yang mengaggap poligami sama dengan pelecehan, bagi > saya kita juga perlu memberikan apresiasi terhadap perjuangan mereka di mana > memang pada kenyataannya kehalalan poligami, tidak sedikit kasus yang > terjadi menunjukkan bagaimana kehalalan itu diekspolitasi untuk kepentingan > dan kesenangan pribadi. Bahkan dalam suatu ceramah seorang da'i yang > kebetulan berpoligami, dia malah mengesploitasi ayat poligami sebagai > alasannya untuk memilih wanita-wanta cantik saja yang ia garisbawahi pada > ayat bagian "Ma Thaaba lakum minan Nisaa". Ada lagi da'i lain [dia sendiri > tidak poligami] yang memberikan alasan rasional bahwa perbandingan wanita > dan laki-laki itu sudah selisih banyak sehingga kalau dihitung-hitung bahasa > kasarnya kelebihan stok. Waktu itu kami jawab aja nyeletuk, masuk akal > alasan sampean tapi tolong dipikir yang masih bujangan dan belum nikah juga > masih banyak. Dan tidak sedikit juga kasus yang memang intinya mengandung > pelecahan yang berusaha mencari-cari pembenaran dengan ayat. > > Walaupun demikian, kita juga bisa bersikap lebih bijaksana ketika pada > kasus-kasus lain ternyata poligami dibutuhkan sebagai jalan terakhir dan > solusi yang dihalalkan oleh agama sesuai syaratnya seperti misalnya kasus > istri mandul. Orang kadang bisa saja berpikir [khususnya aktivis perempuan > itu], masalah itu bisa di atasi dengan adopsi anak misalnya. Tapi lagi-lagi > persoalannya tidak segampang itu, apalagi hal itu menyangkut darah keturunan > dan tidak bisa semua orang yang punya kasus istri mandul disamaratakan > begitu saja bisa menerima adopsi sebagai alternatif. Dengan adanya poligami, > istri mandul bisa tetap sebagai manusia terhormat yang tidak > terkatung-katung hidupnya hanya karena nasibnya yang seperti itu dan pada > sisi lain suami juga memiliki solusi alternatif lain yang tidak bertentangan > dengan agama. dan selanjutnya pembicaraan kedua pihaklah yang menentukan > bagaimana mestinya apa yang dilakukan. > > Terakhir, sebelum ayat yang membolehkan poligami itu, beberapa ayat > sebelumnya membicarakan persoalan sosial yang juga patut untuk disimak. dan > pertanyaannya, ayat poligami dimulai dengan huruf Fa yaitu Fankihuu dimana > bisa diteliti kembali apakah fungsi fa ini sebenarnya, apakah Fa > Isti'nafiyah yang tidak ada hubungan dengan yang sebelumnya, atau dia Fa > Fasihah, atau Fa lainnya? Penting untuk dianalisa bersama. Dan idealnya > memang cukup satu saja [Saya satu aja belum neh hehe -:)] > > Terima Kasih > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
