Baca tulisan Rumadi di


http://www.gusdur.net/indonesia/detail.asp?catName=&contentOID=2437


AM

--- In [EMAIL PROTECTED], "Anis Masduki" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Mas Faqih....di Indonesia, meski sudah banyak duit dikorupsi tapi 
gak 
> pernah terbukti tuh ada "koruptor"....:)
> 
> Saya kira masalahnya bermuara pada banyak hal dalam NU yang masih 
> menjadi -meminjam istilah mas ulil- wilayah "abu-abu". Sekian 
aturan-
> aturan, kriteria-kriteria, definisi-definisi menjadi "teks" yang 
> masih muawwal (multi interpretatif). 
> 
> Di samping itu, tentu juga masih banyak hal dalam NU sampai saat 
ini 
> dan entah sampai kapan masih saja di "awang-awang", masih belum 
> disepakati -kontraversial- dan belum dijadikan aturan baku, di ad-
art 
> kan.
> 
> Saya kira, NU perlu mengatasi semua itu secepatnya dan kemudian 
> diartikulasikan secara konsekwen, tegas dan nyata. Hasilnya adalah 
> supremasi ad-art bahkan transformasi pola pandang, world view, 
> seluruh warga NU. Jika perlu, sediakan dan jelaskan metodologi 
khusus 
> untuk membaca ad-art. 
> 
> Lolosnya HM menjadi ketua PBNU kembali adalah karena figur Mbah 
Sahal 
> yang kurang berani dan tegas, seharusnya HM bisa terjerat karena 
> pertimbangan moral, track-record secara makro dan mikro dst. Bukan 
> Mbah Sahal yang menjerat tapi artikulasi ad-art secara tegas dan 
> ijtihad yang berani.
> 
> 
> sekian dulu,
> anismasduki 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Muhammad.Faqih" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kalau memang masalahnya hanya "10 orang koruptor", kenapa tidak 
> diselesaikan 
> > di pengadilan saja. Itulah makna kedaulatan hukum yang sebenarnya.
> > Kiyai Sahal sebagai Rais Am memang punya hak untuk memveto 
menolak 
> calon Ketua 
> > Umum, tetapi ketidak sediaan Kiyai Sahal untuk menggunakan hak 
veto 
> nya, 
> > merupakan indikasi bahwa beliau menginginkan tegaknya demokrasi 
di 
> NU.
> > 
> > Apa nggak begitu mas Anis Masduki?
> > 
> > Salam,
> > 
> > 
> > >===== Original Message From "Anis Masduki" <[EMAIL PROTECTED]> 
=====
> > >Memahami Arti Sebuah Kongres
> > >
> > >Oleh: Abdurrahman Wahid
> > >
> > >Muktamar NU ke-31 di Boyolali, untuk selanjutnya kita namai 
> kongres,
> > >baru saja usai. Ternyata menjawab pernyataan penulis dalam sebuah
> > >tulisan beberapa waktu yang lalu, bahwa kongres tersebut 
mempunyai
> > >dua wajah. Namun hal yang sama sekali tidak penulis perkirakan, 
> yaitu
> > >bahwa para sesepuh NU memerintahkan penulis untuk mendirikan 
sebuah
> > >organisasi baru di luar NU formal yang ada. Penulis merasa sangat
> > >sedih sekaligus sangat bangga dengan penunjukan tersebut. Sangat
> > >sedih, karena ia harus meninggalkan NU yang selama ini 
dilayaninya
> > >dengan menjadi pengurus sejak 1979. Sejak hasil Muktamar NU ke-26
> > >tersebut, segera penulis menjadi Khatib Awal PBNU di bawah sang 
> kakek
> > >KH. Bisri Syansuri sebagai Rais ` Aam. Kemudian NU terbelah dua, 
> blok
> > >Situbondo di bawah pimpinan KH. As'ad Samsul Arifin dan blok 
Cipete
> > >di bawah pimpinan DR. Idham Chalid.
> > >
> > >Pertentangan antara kedua blok itu berjalan secara "lucu", karena
> > >dengan sekretariat tetap satu, berkantor dan menggunakan alamat 
> yang
> > >sama dan hanya berbeda dalam nomor surat saja. Penulis menjadi 
> orang
> > >yang mengendalikan pihak blok Situbondo, dan H. Chalid Mawardi
> > >mengendalikan pihak blok Cipete. Sedangkan DR. Fahmi Syaifuddin
> > >Almarhum menjadi perantara antara kami berdua. Karena antara 
> penulis
> > >dan H. Chalid Mawardi tidak pernah ada pertentangan (bahkan 
terikat
> > >hubungan kekeluargaan karena perkawinan), maka NU `aman-aman' 
saja.
> > >Hal inilah yang sebenarnya penulis ingini, agar terjadi dalam
> > >hubungan antara KH. M. Sahal Mahfudz sebagai Rais `Aam dan 
penulis
> > >sendiri untuk selanjutnya. Kalau ini terjadi, toch pada akhirnya
> > >penulis dan teman-teman lain di lingkungan NU (yang pada waktu 
itu
> > >sudah dapat `menumbuhkan keberanian') dapat memperbaiki NU secara
> > >pasti.
> > >
> > >Dalam pertemuan antara penulis dan Dr. KH. A. M Sahal Mahfudz di
> > >jalan Adi Sucipto (dekat Manahan Solo) penulis bertanya 
kepadanya,
> > >dapatkah beliau melarang KH. Drs. Hasyim Muzadi untuk menjadi 
salah
> > >seorang anggota Pengurus Besar Nahdlatul `Ulama (PBNU) periode 
> 2004-
> > >2009? Ia menjawab tidak dapat melakukan hal itu apapun 
alasannya. 
> Itu
> > >berarti ia `merelakan' perpecahan dalam tubuh NU yang penulis
> > >harapkan pada waktunya dapat diselesaikan dengan tetap berpegang
> > >kepada perintah tertulis para sesepuh (baca: Ulama Sepuh) untuk
> > >mendirikan organisasi baru, yang berarti juga benar-benar 
> menjadikan
> > >NU terbagi dua, pihak struktural (dalam hal ini PBNU dibawah 
> pimpinan
> > >Dr. KH. AM Sahal Mahfudz), dan organisasi baru yang
> > >penulis "jalankan" dipimpin para sesepuh itu.
> > >
> > >Persolannya sederhana saja: dapatkah beberapa ulama yang memimpin
> > >PBNU sekarang "mengendalikan" organisasi tersebut, dan "tidak
> > >dikalahkan" oleh kesepuluh orang (yang sebagian bermasalah sudah
> > >lebih dari 3 kali menjadi anggota PBNU, masalah kejujuran moral 
dan
> > >kepremanan yang "melecehkan" para sesepuh) yang dipimpin oleh 
Drs. 
> H.
> > >Hasjim Muzadi itu? Sekarang yang terpenting adalah bagaimana 
> menjaga
> > >agar kedua organiasi itu tidak berbenturan, karena hal itu akan
> > >mengakibatkan keterpecah-belahan yang dilarang oleh kitab suci 
Al-
> > >Qur'an, yaitu dalam ayat "Berpeganglah kalian pada tali Allah 
> secara
> > >keseluruhan, dan jangan terpecah belah" (Wa'tashimu bi habli 
Allahi
> > >Jami'an wala tafarraqu).
> > >
> > >Mengapakah adanya kedua organisasi dapat `dibiarkan' di kalangan
> > >Nahdliyin? Karena kitab suci kaum muslimin juga yang
> > >mengatakan: "Sesungguhnya telah ku-ciptakan kalian lelaki dan
> > >perempuan, dan ku-jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-
suku
> > >bangsa agar saling mengenal" (Inna khlaqnakum min dzakarin wa 
untsa
> > >wa ja`alnakum syu`uban wa qabaila li ta`arafu) hingga akhir ayat.
> > >Jadi, masalahnya sekarang bagaimana kedua organisasi dapat 
berbeda
> > >tanpa membuat kaum Nahdliyin terpecah. Disinilah kearifan 
penulis 
> dan
> > >Dr. KH. A M Sahal sekali lagi diuji. Karena Drs. KH Hasyim Muzadi
> > >tidak seperti DR. KH. Idham Chalid yang bersedia mengalah kepada 
> para
> > >sesepuh NU dalam Muktamar ke-27 di Asembagus, dengan tidak
> > >mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU sehingga keutuhan
> > >organisasi "dapat diselamatkan".
> > >
> > >Sudah tentu hal ini berarti kesediaan untuk bertemu dan berbicara
> > >antara para sesepuh, yang memerintahkan berdirinya organiasi 
baru 
> itu
> > >dengan para ulama yang mendukung PBNU. Cukup banyak kegiatan yang
> > >dapat dihadiri kedua belah pihak bersama-sama, tanpa harus 
bertolak
> > >belakang antara mereka dalam gerak kehidupan sehari-hari. Ini 
> berarti
> > >kesediaan untuk bersilahturahmi antara kedua belah pihak, dengan
> > >menggunakan berbagai "kesempatan", seperti berbagai peringatan 
> hari-
> > >hari besar, acara perhelatan (seperti perkawinan) dan hari-hari
> > >peringatan nasional. Sudah tentu, kehidupan pondok pesantren dan
> > >hubungan kekeluargaan sangat dekat antara para warga pondok
> > >pesantren, akan menjadi wahana komunikasi antar warga seperti 
yang
> > >dimaksudkan itu. Hal-hal semacam inilah yang dapat menjadi 
penjaga
> > >hubungan antar warga NU sendiri seperti dikemukakan diatas.
> > >
> > >Mengapakah penulis mengemukakan hal itu? Karena melihat beberapa
> > >indikator yang obyektif seperti akan berakhirnya krisis multi-
> dimensi
> > >pada ujung tahun ini. Nah, apa yang akan menjadi kesudahan dan 
> proses
> > >itu? Jawabnya adalah salah satu antara dua hal berikut: kita 
tetap
> > >menjadi bangsa yang kecil, lemah dan miskin, atau mengatasi 
krisis
> > >itu sehingga kita mampu menciptakan bangsa yang kuat dan negara 
> yang
> > >besar. Sudah tentu kita ingin yang berjalan adalah jawaban kedua.
> > >Munculnya kemampuan untuk menjadi bangsa yang besar dan negara 
yang
> > >kuat, adalah kalau benar-benar kita menuju kepada tegaknya 
> demokrasi
> > >yang harus diwujudkan dalam bentuk kedaulatan hukum yang tuntas,
> > >perlakuan sama pada seluruh warga negara tanpa pandang bulu asal-
> usul
> > >mereka, kemerdekaan berbicara pendapat, pengembangan SDM yang 
> memadai
> > >dan keadaan yang mantap dalam kehidupan bersama para anak bangsa.
> > >
> > >Untuk mencapai sasaran-sasaran diatas diperlukan hal yang sama
> > >diantara para warga NU. Karena itu prioritas tindakan-tindakan
> > >yang "harus" kita ambil adalah memelihara keutuhan NU baik secara
> > >kolektif maupun individual diantara para warganya. Penulis tidak
> > >dapat melukiskan dengan tepat tindakan apa yang dilakukan untuk
> > >menuju ke arah itu, yang baru terasa makna dan artinya dikala
> > >ada "ancaman-ancaman perpecahan" tersebut. Penulis menyadari, 
> menjaga
> > >terlaksananya sekian macam kegiataan untuk mencapai keadaan itu
> > >tidaklah mudah. Apalagi di kalangan warga NU yang demikian 
> heterogen
> > >dan memiliki pola hidup yang memang tidak "di desain" untuk itu.
> > >Memang benar klaim bahwa NU adalah gerakan Islam terbesar di 
> seluruh
> > >dunia, yang mengharuskan kita untuk mencari unsur-unsur yang
> > >membuatnya besar. Dan itulah yang tampak dalam berbagai kegiatan 
> yang
> > >semula tidak dirasakan sebagai demikian.
> > >
> > >Jelaslah dengan demikian bahwa arti kehadiran NU menjadi sangat
> > >penting, kalau kita menginginkan keadaan dimana kita menjadi 
bangsa
> > >yang kuat dan negara yang besar. Sudah tentu NU yang bersatu,
> > >sehingga tenaga dan kekuatannya tidak terpencar-pencar dan 
terfokus
> > >seperti yang kita perlukan. Hal ini hanya akan dapat tercapai 
jika
> > >secara sadar warga NU menghindarkan diri dari keterpecah-
belahan. 
> Dan
> > >untuk menghindari hal itu, tidak berarti mereka harus melakukan 
> upaya
> > >penyeragaman (uniformisasi) kehidupan mereka dalam segenap 
> aspeknya.
> > >Kita percaya para warga NU cukup dewasa, sehingga mereka tidak 
akan
> > >melakukan tindakan-tindakan yang akan memecah-belah organiasi 
yang
> > >mereka cintai itu. Dan yang akan menjalani proses alami menuju 
> kepada
> > >perbenturan bangsa yang kuat dan negara yang besar. Proses yang
> > >berintikan upaya melestarikan apa yang kita inginkan untuk masa
> > >depan, dan membuang apa yang mungkin mengganggu kita saat itu 
> adalah
> > >sebuah proses sejarah yang terjadi dimanapun, bukan?
> > >
> > >
> > >
> > >--- In [EMAIL PROTECTED], "Muhammad.Faqih"
> > ><[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >> >===== Original Message From "nur munir" <[EMAIL PROTECTED]> =====
> > >> >Alhamdulillah,
> > >> >tapi.....nanti lain kali kalau sudah beramal jangan ditunjuk-
> > >tunjukkan lagi
> > >> >yaa
> > >> >yang ikhlas saja.
> > >> >wassalamu'alaikum
> > >>
> > >> Yang beramal itu Pak Ghoffar, pak Kusno, Pak Agus, Mas Ifan,
> > >delegasi NU UK.
> > >> Yang menunjuk-nunjukkan dan menyombong-nyombongkana dan ya ria
> > >adalah saya.
> > >>
> > >> Tanyakan Gusti Allah, apakah mereka masih diberi pahala.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
> 
>_____________________________________________________________________
> _
> > >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa 
NU 
> Mesir dan 
> > KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> > >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu 
hal 
> Anda harus 
> > meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> > >[EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke