>===== Original Message From "Anis Masduki" <[EMAIL PROTECTED]> ===== >Mas Faqih....di Indonesia, meski sudah banyak duit dikorupsi tapi gak >pernah terbukti tuh ada "koruptor"....:)
Iya, ini alasannya orang pessimis dan skeptis. Mana yang lebih baik, mengajukan ke pengadilan atau marah-marah tidak ada ujung pangkalnya, seperti kita di mailing list ini, he, he, he, :-) >Saya kira masalahnya bermuara pada banyak hal dalam NU yang masih >menjadi -meminjam istilah mas ulil- wilayah "abu-abu". Sekian aturan- >aturan, kriteria-kriteria, definisi-definisi menjadi "teks" yang >masih muawwal (multi interpretatif). >Di samping itu, tentu juga masih banyak hal dalam NU sampai saat ini >dan entah sampai kapan masih saja di "awang-awang", masih belum >disepakati -kontraversial- dan belum dijadikan aturan baku, di ad-art >kan. Bukankah semua petinggi NU selalu bilang seperti itu. NU itu bukan organisasi modern, tapi... ini... itu... dsb yang hebat-2. Kalau mau memperbaiki, ya NU ini harus dibuat menjadi organisasi normal. Salah satu caranya, hormatilah mekanisme organisasi. Rapat, kongres, muktamar, Munas, dan yang lain-lain. Kalau sampean menganggap, saat ini PBNU yang terpilih adalah korak. Kita harus menerima kenyataan bahwa memang pengurus NU seluruh Indonesia raya itu korak semua. Kalau tidak korak semua, mana mungkin korak bisa terpilih menjadi rais am dan ketua umum. Beranikah sampean berkesimpulan seperti itu? >Saya kira, NU perlu mengatasi semua itu secepatnya dan kemudian >diartikulasikan secara konsekwen, tegas dan nyata. Hasilnya adalah >supremasi ad-art bahkan transformasi pola pandang, world view, >seluruh warga NU. Jika perlu, sediakan dan jelaskan metodologi khusus >untuk membaca ad-art. Ya, saya setuju ini. Sampean tanya, berapa Kiyai NU yang pernah baca AD ART??? >Lolosnya HM menjadi ketua PBNU kembali adalah karena figur Mbah Sahal >yang kurang berani dan tegas, seharusnya HM bisa terjerat karena >pertimbangan moral, track-record secara makro dan mikro dst. Bukan >Mbah Sahal yang menjerat tapi artikulasi ad-art secara tegas dan >ijtihad yang berani. Secara tidak sadar, sampean selalu merendahkan banyak orang, termasuk Kiyai Sahal. Kita tidak perlu kultus individu, tapi mari kita hormati pemimpin kita. Mbah Sahal itu dipilih secara aklamasi dan bersih. Itu saja sudah sampean cela seperti itu. Saya kira tidak proporsional bersikap demikian. Mengapa sih sampean tidak mau mengontrol HM seperti orang lain mengontrol pak Harto? Apa sampean kira HM punya kekuatan seperti pak Harto? Kalau sampean bisa mengkritik HM melalui media seperti Amin Rais mengritik Pak Harto maslah freeport jaman dulu itu, atau seperti tempo yang menulis Habibi dengan pembelian kapalnya dari Jerman, saya yakin sampean berhasil meluruskan jalannya PBNU. Ini tantangan bagi mereka yang punya data kongkrit. Buatlah laporan tentang PBNU seperti tempo menulis Habibi saat itu. Sampena lihat, Gus Mus tidak bersedia, K Tholhah tidak bersedia. Saat ini K Thalhah bersedia menjadi wakil Rais Am. Itu artinya beliau-2 masih percaya kepada mbah Sahal. Tugas sampean membantu orang-2 seperti K Thalhah dan mbah Sahal itu supaya berani mengadili P Hasyim. Saya yakin banyak berhasilnya.Sekian dulu. Salam, >sekian dulu, >anismasduki > > >--- In [EMAIL PROTECTED], "Muhammad.Faqih" ><[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Kalau memang masalahnya hanya "10 orang koruptor", kenapa tidak >diselesaikan >> di pengadilan saja. Itulah makna kedaulatan hukum yang sebenarnya. >> Kiyai Sahal sebagai Rais Am memang punya hak untuk memveto menolak >calon Ketua >> Umum, tetapi ketidak sediaan Kiyai Sahal untuk menggunakan hak veto >nya, >> merupakan indikasi bahwa beliau menginginkan tegaknya demokrasi di >NU. >> >> Apa nggak begitu mas Anis Masduki? >> >> Salam, >> >> >> >===== Original Message From "Anis Masduki" <[EMAIL PROTECTED]> ===== >> >Memahami Arti Sebuah Kongres >> > >> >Oleh: Abdurrahman Wahid >> > >> >Muktamar NU ke-31 di Boyolali, untuk selanjutnya kita namai >kongres, >> >baru saja usai. Ternyata menjawab pernyataan penulis dalam sebuah >> >tulisan beberapa waktu yang lalu, bahwa kongres tersebut mempunyai >> >dua wajah. Namun hal yang sama sekali tidak penulis perkirakan, >yaitu >> >bahwa para sesepuh NU memerintahkan penulis untuk mendirikan sebuah >> >organisasi baru di luar NU formal yang ada. Penulis merasa sangat >> >sedih sekaligus sangat bangga dengan penunjukan tersebut. Sangat >> >sedih, karena ia harus meninggalkan NU yang selama ini dilayaninya >> >dengan menjadi pengurus sejak 1979. Sejak hasil Muktamar NU ke-26 >> >tersebut, segera penulis menjadi Khatib Awal PBNU di bawah sang >kakek >> >KH. Bisri Syansuri sebagai Rais ` Aam. Kemudian NU terbelah dua, >blok >> >Situbondo di bawah pimpinan KH. As'ad Samsul Arifin dan blok Cipete >> >di bawah pimpinan DR. Idham Chalid. >> > >> >Pertentangan antara kedua blok itu berjalan secara "lucu", karena >> >dengan sekretariat tetap satu, berkantor dan menggunakan alamat >yang >> >sama dan hanya berbeda dalam nomor surat saja. Penulis menjadi >orang >> >yang mengendalikan pihak blok Situbondo, dan H. Chalid Mawardi >> >mengendalikan pihak blok Cipete. Sedangkan DR. Fahmi Syaifuddin >> >Almarhum menjadi perantara antara kami berdua. Karena antara >penulis >> >dan H. Chalid Mawardi tidak pernah ada pertentangan (bahkan terikat >> >hubungan kekeluargaan karena perkawinan), maka NU `aman-aman' saja. >> >Hal inilah yang sebenarnya penulis ingini, agar terjadi dalam >> >hubungan antara KH. M. Sahal Mahfudz sebagai Rais `Aam dan penulis >> >sendiri untuk selanjutnya. Kalau ini terjadi, toch pada akhirnya >> >penulis dan teman-teman lain di lingkungan NU (yang pada waktu itu >> >sudah dapat `menumbuhkan keberanian') dapat memperbaiki NU secara >> >pasti. >> > >> >Dalam pertemuan antara penulis dan Dr. KH. A. M Sahal Mahfudz di >> >jalan Adi Sucipto (dekat Manahan Solo) penulis bertanya kepadanya, >> >dapatkah beliau melarang KH. Drs. Hasyim Muzadi untuk menjadi salah >> >seorang anggota Pengurus Besar Nahdlatul `Ulama (PBNU) periode >2004- >> >2009? Ia menjawab tidak dapat melakukan hal itu apapun alasannya. >Itu >> >berarti ia `merelakan' perpecahan dalam tubuh NU yang penulis >> >harapkan pada waktunya dapat diselesaikan dengan tetap berpegang >> >kepada perintah tertulis para sesepuh (baca: Ulama Sepuh) untuk >> >mendirikan organisasi baru, yang berarti juga benar-benar >menjadikan >> >NU terbagi dua, pihak struktural (dalam hal ini PBNU dibawah >pimpinan >> >Dr. KH. AM Sahal Mahfudz), dan organisasi baru yang >> >penulis "jalankan" dipimpin para sesepuh itu. >> > >> >Persolannya sederhana saja: dapatkah beberapa ulama yang memimpin >> >PBNU sekarang "mengendalikan" organisasi tersebut, dan "tidak >> >dikalahkan" oleh kesepuluh orang (yang sebagian bermasalah sudah >> >lebih dari 3 kali menjadi anggota PBNU, masalah kejujuran moral dan >> >kepremanan yang "melecehkan" para sesepuh) yang dipimpin oleh Drs. >H. >> >Hasjim Muzadi itu? Sekarang yang terpenting adalah bagaimana >menjaga >> >agar kedua organiasi itu tidak berbenturan, karena hal itu akan >> >mengakibatkan keterpecah-belahan yang dilarang oleh kitab suci Al- >> >Qur'an, yaitu dalam ayat "Berpeganglah kalian pada tali Allah >secara >> >keseluruhan, dan jangan terpecah belah" (Wa'tashimu bi habli Allahi >> >Jami'an wala tafarraqu). >> > >> >Mengapakah adanya kedua organisasi dapat `dibiarkan' di kalangan >> >Nahdliyin? Karena kitab suci kaum muslimin juga yang >> >mengatakan: "Sesungguhnya telah ku-ciptakan kalian lelaki dan >> >perempuan, dan ku-jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku >> >bangsa agar saling mengenal" (Inna khlaqnakum min dzakarin wa untsa >> >wa ja`alnakum syu`uban wa qabaila li ta`arafu) hingga akhir ayat. >> >Jadi, masalahnya sekarang bagaimana kedua organisasi dapat berbeda >> >tanpa membuat kaum Nahdliyin terpecah. Disinilah kearifan penulis >dan >> >Dr. KH. A M Sahal sekali lagi diuji. Karena Drs. KH Hasyim Muzadi >> >tidak seperti DR. KH. Idham Chalid yang bersedia mengalah kepada >para >> >sesepuh NU dalam Muktamar ke-27 di Asembagus, dengan tidak >> >mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU sehingga keutuhan >> >organisasi "dapat diselamatkan". >> > >> >Sudah tentu hal ini berarti kesediaan untuk bertemu dan berbicara >> >antara para sesepuh, yang memerintahkan berdirinya organiasi baru >itu >> >dengan para ulama yang mendukung PBNU. Cukup banyak kegiatan yang >> >dapat dihadiri kedua belah pihak bersama-sama, tanpa harus bertolak >> >belakang antara mereka dalam gerak kehidupan sehari-hari. Ini >berarti >> >kesediaan untuk bersilahturahmi antara kedua belah pihak, dengan >> >menggunakan berbagai "kesempatan", seperti berbagai peringatan >hari- >> >hari besar, acara perhelatan (seperti perkawinan) dan hari-hari >> >peringatan nasional. Sudah tentu, kehidupan pondok pesantren dan >> >hubungan kekeluargaan sangat dekat antara para warga pondok >> >pesantren, akan menjadi wahana komunikasi antar warga seperti yang >> >dimaksudkan itu. Hal-hal semacam inilah yang dapat menjadi penjaga >> >hubungan antar warga NU sendiri seperti dikemukakan diatas. >> > >> >Mengapakah penulis mengemukakan hal itu? Karena melihat beberapa >> >indikator yang obyektif seperti akan berakhirnya krisis multi- >dimensi >> >pada ujung tahun ini. Nah, apa yang akan menjadi kesudahan dan >proses >> >itu? Jawabnya adalah salah satu antara dua hal berikut: kita tetap >> >menjadi bangsa yang kecil, lemah dan miskin, atau mengatasi krisis >> >itu sehingga kita mampu menciptakan bangsa yang kuat dan negara >yang >> >besar. Sudah tentu kita ingin yang berjalan adalah jawaban kedua. >> >Munculnya kemampuan untuk menjadi bangsa yang besar dan negara yang >> >kuat, adalah kalau benar-benar kita menuju kepada tegaknya >demokrasi >> >yang harus diwujudkan dalam bentuk kedaulatan hukum yang tuntas, >> >perlakuan sama pada seluruh warga negara tanpa pandang bulu asal- >usul >> >mereka, kemerdekaan berbicara pendapat, pengembangan SDM yang >memadai >> >dan keadaan yang mantap dalam kehidupan bersama para anak bangsa. >> > >> >Untuk mencapai sasaran-sasaran diatas diperlukan hal yang sama >> >diantara para warga NU. Karena itu prioritas tindakan-tindakan >> >yang "harus" kita ambil adalah memelihara keutuhan NU baik secara >> >kolektif maupun individual diantara para warganya. Penulis tidak >> >dapat melukiskan dengan tepat tindakan apa yang dilakukan untuk >> >menuju ke arah itu, yang baru terasa makna dan artinya dikala >> >ada "ancaman-ancaman perpecahan" tersebut. Penulis menyadari, >menjaga >> >terlaksananya sekian macam kegiataan untuk mencapai keadaan itu >> >tidaklah mudah. Apalagi di kalangan warga NU yang demikian >heterogen >> >dan memiliki pola hidup yang memang tidak "di desain" untuk itu. >> >Memang benar klaim bahwa NU adalah gerakan Islam terbesar di >seluruh >> >dunia, yang mengharuskan kita untuk mencari unsur-unsur yang >> >membuatnya besar. Dan itulah yang tampak dalam berbagai kegiatan >yang >> >semula tidak dirasakan sebagai demikian. >> > >> >Jelaslah dengan demikian bahwa arti kehadiran NU menjadi sangat >> >penting, kalau kita menginginkan keadaan dimana kita menjadi bangsa >> >yang kuat dan negara yang besar. Sudah tentu NU yang bersatu, >> >sehingga tenaga dan kekuatannya tidak terpencar-pencar dan terfokus >> >seperti yang kita perlukan. Hal ini hanya akan dapat tercapai jika >> >secara sadar warga NU menghindarkan diri dari keterpecah-belahan. >Dan >> >untuk menghindari hal itu, tidak berarti mereka harus melakukan >upaya >> >penyeragaman (uniformisasi) kehidupan mereka dalam segenap >aspeknya. >> >Kita percaya para warga NU cukup dewasa, sehingga mereka tidak akan >> >melakukan tindakan-tindakan yang akan memecah-belah organiasi yang >> >mereka cintai itu. Dan yang akan menjalani proses alami menuju >kepada >> >perbenturan bangsa yang kuat dan negara yang besar. Proses yang >> >berintikan upaya melestarikan apa yang kita inginkan untuk masa >> >depan, dan membuang apa yang mungkin mengganggu kita saat itu >adalah >> >sebuah proses sejarah yang terjadi dimanapun, bukan? >> > >> > >> > >> >--- In [EMAIL PROTECTED], "Muhammad.Faqih" >> ><[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> >===== Original Message From "nur munir" <[EMAIL PROTECTED]> ===== >> >> >Alhamdulillah, >> >> >tapi.....nanti lain kali kalau sudah beramal jangan ditunjuk- >> >tunjukkan lagi >> >> >yaa >> >> >yang ikhlas saja. >> >> >wassalamu'alaikum >> >> >> >> Yang beramal itu Pak Ghoffar, pak Kusno, Pak Agus, Mas Ifan, >> >delegasi NU UK. >> >> Yang menunjuk-nunjukkan dan menyombong-nyombongkana dan ya ria >> >adalah saya. >> >> >> >> Tanyakan Gusti Allah, apakah mereka masih diberi pahala. >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> >>_____________________________________________________________________ >_ >> >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU >Mesir dan >> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. >> >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ >> >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal >Anda harus >> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: >> >[EMAIL PROTECTED] >> > >> >Yahoo! Groups Links >> > >> > >> > > > > > > > >______________________________________________________________________ >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: >[EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
