Nah, ini bukti kalau ponpes ikut arus politik kekuasaan, ketika 
dekat dengan kekuasaan, berkolusi minta jatah, ketika kekuasaan 
jatuh dan berlawanan, jatah dihapus.
nasib ponpes dan kiai yang semakin suram, yang menjadi korban ya 
santri, tapi salah juga kalau santri selalu ikut kiai hehehe..

-GuN-

http://www.nu.or.id
Puluhan Santri Lirboyo Gagal Jadi Pegawai Depag

Kediri, NU Online
Sekitar 50 orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, 
Jawa Timur harus "gigit jari" karena gagal menjadi calon pegawai 
negeri sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Agama (Depag) setempat 
akibat "jatah" untuk Lirboyo tak ada lagi. "Memang, kami mendapat 
jatah PNS Depag yang diperuntukkan sekitar 30-50 santri Lirboyo yang 
diberikan Menag yang dulu (Prof Dr KH Said Aqiel Husin Al Munawwar," 
kata salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo KH Imam Yahya Makhrus 
seperti dikutip ANTARA di Kediri, Sabtu.

Namun, 'jatah' kepada jajaran pengasuh Ponpes Lirboyo itu kini 
dibatalkan Menteri Agama yang baru Basuni Maftukh di bawah kabinet 
Presiden Yudhoyono-Kalla. "Kami dan teman-teman yang lain kecewa 
dengan pembatalan tersebut, apalagi didukung ilmu selama mondok," 
ujar seorang santri Ponpes Lirboyo asal Jawa Tengah yang tidak 
bersedia menyebutkan namanya itu.

Menurut KH Imam Yahya Makhrus yang juga rektor Institut Agama Islam 
Tribakti (IAIT) Kediri itu, jatah untuk santri Lirboyo itu diduga 
diperoleh pengasuh Ponpes Lirboyo lainnya KH Idris Marzuqi saat 
menghadap langsung kepada Menag Said Aqiel di Jakarta. Setelah itu, 
Ponpes Lirboyo pun menawarkan secara terbuka kepada para santri yang 
hendak melamar CPNS Depag dengan kompensasi memberikan sejumlah uang 
sebagai bentuk sumbangan untuk kelangsungan kegiatan ponpes.

Menurut Kyai Imam, puluhan santri rata-rata sudah menyerahkan 
pembayaran awal sebesar Rp1 juta yang digunakan untuk biaya 
administrasi dan tetek bengek lainnya. "Jadi mereka baru menyetor 
Rp1 juta dan tidak benar kalau sampai ada yang membayar mencapai 
Rp20 hingga 50 juta segala," katanya. Namun, puluhan santri yang 
sudah telanjur berharap dengan sistem jatah tersebut tampaknya 
banyak yang tidak bersedia mengikuti proses ujian sesuai prosedur 
yang ditetapkan Depag.

Oleh karena itu, kata Imam Yahya Makhrus, sejumlah uang yang sudah 
telanjur disetorkan santri kepada pengasuh dikembalikan tanpa ada 
potongan sepeser pun. Menanggapi dugaan adanya permintaaan jatah 
kepada Menag itu, pengasuh Ponpes Lirboyo lainnya yang juga salah 
satu ulama sepuh NU KH Idris Marzuqi ketika dikonfirmasi tampak 
membantah.

"Saya tidak pernah meminta jatah CPNS kepada menteri agama yang 
dulu, apalagi dikaitkan dengan dukungan Ponpes Lirboyo kepada Mega- 
Hasyim. Kami mendukung benar-benar tulus dan ikhlas," ujar Kyai 
Idris.  Saat ini, ponpes yang berdiri sejak tahun 1910 itu dihuni 
sekitar 12.000 orang santri putra dan putri dari berbagai daerah di 
seluruh pelosok nusantara. (cih)

 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke