Ini menyusul kemudian Pak Solah dan Pak Akrom Malibari. Pak Akrom 
pernah jadi tutor dan teman dagelan saya dan teman-teman di Ceger  
(meski "sangar" orangnya) yang dulu saya pandang kritis terhadap GD.

Saya ingin bertanya apakah Pak malik Madani Jogja juga bersedia? 
Menurut informasi, jika tidak salah dia sangat kritis terhadap Hasyim 
Muzadi...begitu.



AM




Gus Solah, Gus Mus dan KH Akrom Malibary Tolak Masuk PBNU 
  
Jakarta, gusdur.net
Belum sehari susunan anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 
diumumkan, beberapa nama yang masuk dalam struktur pimpinan duet KH 
Sahal Mahfud dan KH Hasyim Muzadi itu, sudah menyatakan penolakannya 
ikut dalam kepengurusan. Mereka yang menolak adalah Solahuddin Wahid 
(Gus Solah), KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Akrom Malibary. 

Gus Mus, yang oleh formatur PBNU ditempatkan sebagai Rais Syuriah, 
menolak posisi tersebut dengan alasan tidak memiliki waktu. "Saya 
merasa dihargai dan berterima kasih sekali atas kepercayaan kepada 
diri saya untuk menjadi anggota pengurus PBNU periode 2004-2009. 
Namun mengingat waktu saya saat ini tidak selonggar tempo hari, 
terutama setelah kewafatan kakak saya K.H Cholil Bisri, maka dengan 
ini saya menyatakan Tidak Bersedia Ditunjuk Menjadi Rais Syuriah," 
kata Gus Mus dalam surat pernyataannya yang ditujukan kepada Rois Am, 
Ketua Umum dan Formatur PBNU itu. Copy surat tersebut dikirimkan oleh 
salah seorang sumber di PBNU kepada gusdur.net Sabtu (11/12/2004). 

Sementara itu, Gus Solah mengatakan dirinya menolak duduk sebagai 
salah satu ketua Tanfidziyah PBNU dengan alasan untuk mendorong 
terjadinya ishlah (rekonsiliasi -red). Dia menjelaskan tawaran untuk 
menjadi salah satu Ketua Tanfidziyah disampaikan oleh KH Hasyim 
Muzadi. 

"Pak Hasyim menelpon saya menyampaikan pesan dari Kyai Sahal. Dari 
sini saya minta pertimbangan kepada teman, istri dan anak dan 
terakhir saya melakukan istikharah," jelasnya.

Setelah istikharah, kata Gus Solah, dirinya mendapat petunjuk melalui 
Surat al Naml ayat 32-34 dimana pesannya supaya terjadi ishlah. "Ini 
adalah sikap final saya. Dan bagi saya alasan ini masuk akal, saya 
tidak ingin ada kesan memperuncing persoalan, saya ingin adanya titik 
temu," tambahnya 

Bahkan Gus Solah mengatakan penolakannya tersebut sudah disampaikan 
kepada KH Sahal Mahfud. "Saya sudah menelpon Kyai Sahal menyampaikan 
alasan-alasan saya tersebut. Beliau menyerahkan sepenuhnya kepada 
saya," katanya kepada gusdur.net, Sabtu (11/12/2004) pukul 20.45 WIB. 

Selain itu, KH Akrom Malibary yang ditunjuk oleh Formatur NU untuk 
duduk sebagai Katib Am juga menyatakan penolakannya. Ia menyampaikan 
itu dalam sebuah surat pernyataan yang dikirimkan kepada Rois Am KH 
Sahal Mahfud dan Hasyim Muzadi. 

"Saya dengan ini menyatakan TIDAK BERSEDIA menjadi angota pengurus 
dalam kepengurusan PBNU periode 2004-2009. Pernyataan ini dibuat 
dengan tulus ikhlas untuk diketahui oleh pihak-pihak yang 
berkepentingan," kata KH Akrom tanpa menjelaskan alasannya.

Seperti diketahui Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziyah 
Nahdatul Ulama telah resmi dibentuk dan diumumkan. Pengumuman 
Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziah ini langsung diumumkan 
oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Hasyim 
Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta , Sabtu (11/12/2004). 

Pengumuman kepengurusan PBNU yang baru tersebut ditandatangani oleh 
Tim Formatur, yaitu Rois Am KH Sahal Mahfud dan Ketua Umum PBNU 
Hasyim Muzadi. Selain itu yang ikut tanda tangan adalah empat orang 
anggota tim formasi, yaitu Ketua PWNU Kalimantan Selatan KH Rusdiyan 
Syah, Ketua PWNU Sulawesi Selatan KH Harifuddin Cawidu, Ketua PWNU 
Lampung KH. Choruddin Tahmidz dan Ketua PWNU Jawa Barat KH Sofyan 
Yahya.

Menurut Hasyim, semua pengusur baru sudah dihubungi dan menyatakan 
kesediannya. Hanya saja, jelas Hasyim, memang hanya satu orang yang 
belum menyatakan kabarnya apakah bersedia atau tidak, yaitu KH 
Salahuddin Wahid. 
  
Print Version 




--- In [EMAIL PROTECTED], zuhairi misrawi 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Buat teman-teman,
>  
> Gus Mus akhirnya menolak masuk PBNU. ini ancaman
> serius bagi NU. Berita ini hanya sekadar menguatkan
> adanya resistensi yang besar atas hasyim muzadi.
> Bagaimana mau membersihkan NU dari politik praktis,
> wong salah satu team formatur adalah ketua tanfidziyah
> PWNU Jawa Barat, sekaligus anggota DPD RI. 
> 
> ZM
> 
> 
> Minggu, 12 Des 2004,
> Gus Mus Tolak Masuk PB NU 
> 
> Gus Sholah Juga Tak Bersedia Namanya Diumumkan Hasyim 
> JAKARTA - Keinginan Rais Aam PB NU KH A. Sahal Mahfudz
> dan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi untuk merangkul semua
> pihak di kalangan nahdliyin agar duduk bersama di
> kepengurusan PB NU belum bisa diwujudkan. Dua tokoh NU
> yang diharapkan mampu mencairkan suasana perselisihan
> di organisasi tersebut menyatakan menolak duduk di
> kepengurusan PB NU 2004-2008. 
> 
> KH Mustofa Bisri dan KH Salahuddin Wahid yang nama
> mereka tercantum dalam susunan kepengurusan yang
> diumumkan Hasyim kemarin menyatakan tak bersedia.
> Dalam kepengurusan itu, Gus Mus -sapaan KH Mustofa
> Bisri- ditempatkan sebagai salah satu rais, sedangkan
> Gus Sholah - panggilan akrab KH Salahuddin Wahid-
> diposisikan sebagai salah satu ketua. Gus Sholah yang
> juga adik kandung Gus Dur itu, pada periode lalu,
> berada di jabatan tersebut. 
> 
> Menurut Gus Sholah, keputusan untuk tidak terlibat
> dalam kepengurusan Hasyim itu diambil setelah meminta
> pertimbangan istri, anak, dan saudara-saudaranya,
> kecuali Gus Dur yang kini sedang berada di Australia.
> 
> "Saya juga salat istikharah dan mendapat petunjuk dari
> Surat An Naml yang mengandung pesan untuk islah. Saya
> ingin ikut dalam pihak yang mendorong islah. Jadi,
> saya tidak boleh masuk dalam PB NU dan juga tidak ikut
> dalam kelompok Gus Dur. Karena itu, saya menolak
> tawaran untuk masuk PB NU supaya bisa mengupayakan
> islah," jelas Gus Sholah. Dia menambahkan, keputusan
> itu sudah disampaikan kepada Kiai Sahal dan Hasyim.
> 
> Dikonfirmasi koran ini setelah mengumumkan kabinetnya,
> Hasyim terlihat tidak begitu kaget. Mantan ketua PW NU
> Jawa Timur itu mengaku sudah dikontak langsung oleh
> Gus Sholah. "Kewajiban saya menyusun. Setelah itu,
> kalau keberatan, silakan ke rais aam. Hasilnya, ya
> tanya ke Gus Sholah," ujar Hasyim.
> 
> Sementara itu, Gus Mus mengungkapkan bahwa dirinya
> tidak bersedia menjadi pengurus karena akan lebih
> banyak mencurahkan waktunya untuk mengasuh pondok
> pesantrennya, Raudathul Tholibin, Rembang. Secara
> diplomatis, dia menjelaskan, saat masih ada Mbah
> Cholil (almarhum KH Cholil Bisri), pondoknya sudah
> keteteran, apalagi sekarang dirinya tinggal sendirian.
> 
> Sampai tadi malam, saat diwawancarai koran ini pukul
> 19.30, Gus Mus mengaku belum menerima surat konfirmasi
> kesediaan menjadi pengurus PB NU***. Sementara,
> pengumuman kepengurusan dilakukan Hasyim pukul 15.00.
> "Saya punya tiga nomor telepon Kiai Sahal dan tiga
> nomor telepon Pak Hasyim, tapi semuanya tidak bisa
> dihubungi. Karena itu, sikap ini saya sampaikan lewat
> surat dan sekarang sedang dikirim," ujarnya.
> 
> Sikap Gus Mus itu dipastikan akan berdampak sangat
> luas terhadap legitimasi kepengurusan PB NU kali ini.
> Tadi malam, santer beredar bahwa Tolchah Hasan yang
> ikut sebagai formatur juga akan mengikuti langkah
> tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang
> bersangkutan tidak berhasil dikonfirmasi.
> 
> Sementara itu, di lingkungan Kajen -tempat tinggal
> Kiai Sahal- pengunduran diri Gus Mus itu menjadi
> perhatian serius. Beberapa santri Kajen langsung
> menghubungi Kiai Sahal agar kiai karismatik itu segera
> melakukan penyelamatan. Misalnya, merombak pengurus PB
> NU.
> 
> "Kalau tidak, kami khawatir Pak Kiai (Kiai Sahal, Red)
> akan kena dampat dari kepengurusan PB NU yang terbukti
> kurang diterima warga NU tersebut," ujar salah seorang
> santri yang enggan disebut namanya.
> 
> Lalu, bagaimana reaksi Kiai Sahal terhadap desakan
> itu? Sumber itu menuturkan, Kiai Sahal yang kemarin
> berada di Semarang akan memikirkan usul tersebut
> secara serius. Kiai Sahal memandang keputusan Gus Mus
> itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Dalam
> waktu dekat, Kiai Sahal akan berusaha melakukan
> pembicaraan dengan kiai asal Rembang, Jateng, itu.
> 
> Soal dampak besar dari pengunduran diri Gus Mus itu
> juga diakui Masdar Farid Mas?udi. Alumnus IAIN Sunan
> Kalijaga, Jogjakarta, itu menyakini bahwa Kiai Sahal
> segera melakukan hal-hal yang diperlukan terkait
> pengunduran diri Gus Mus itu.
> 
> "Keberadaan beliau (Gus Mus, Red) di PB NU sangat
> penting. Setahu saya, Kiai Sahal juga sangat
> membutuhkan Gus Mus. Kiai Sahal sangat mempercayai Gus
> Mus. Karena itu, kalau sampai Gus Mus mundur, saya
> yakin Kiai Sahal akan melakukan sesuatu," kata Masdar.
> 
> Dia mengatakan bahwa dirinya ragu kalau keputusan Gus
> Mus itu hanya semata-mata didorong oleh sempitnya
> waktu yang tersedia sepeninggal kakaknya, KH Cholil
> Bisri. Dia menduga, ada hal prinsip yang menjadikan
> Gus Mus mengambil sikap seperti itu. "Saya yakin, Kiai
> Sahal bisa menangkap apa semestinya yang mendorong Gus
> Mus mundur. Dengan demikian, beliau akan menanggapinya
> secara serius dan mencari penyelesaian yang terbaik."
> 
> Ditanya apakah dirinya akan meniru langkah Gus Mus?
> Masdar dengan diplomatis mengatakan, dirinya diminta
> Kiai Sahal untuk melakukan amal sosial seluas-luasnya
> di NU. Bila kondisi kepengurusan mendatang memang
> memungkinkan untuk melakukan itu, dia akan
> melakukannya. "Kalau tidak, untuk apa saya di sana."
> 
> Pengurus PB NU yang diumumkan di Kantor PB NU, Jalan
> Kramat Raya, Jakarta, kemarin adalah 42 orang,
> termasuk Gus Mus dan Gus Sholah. Kepengurusan itu
> disusun oleh formatur yang diketuai Kiai Sahal dengan
> Sekretaris Hasyim Muzadi. Sedangkan lima formatur lain
> adalah KH Tholhah Hasan yang juga wakil rais aam, H
> Rusdiansyah, Harifuddin Cawidu, Choiruddin Tahmidz,
> dan KH Sofyan Yahya. 
> 
> Dalam struktur yang diumumkan Hasyim, Masdar Farid
> Mas?udi yang menjadi rival Hasyim pada Muktamar Ke-31
> NU di Asrama Haji Donohudan, Solo, lalu masuk dalam
> posisi salah seorang ketua tanfidziyah. Nama lain yang
> diakomodasi adalah Katib Syuriah PW NU Jogjakarta KH
> Malik Madany yang ditempatkan pada posisi salah
> seorang katib. 
> 
> Sususan kepengurusan baru itu juga mencakup tokoh di
> berbagai wilayah. Untuk posisi syuriah, selain Kiai
> Sahal dan Kiai Tholhah, ada KH Idris Marzuki (pengasuh
> Ponpes Lirboyo) dan Prof Dr KH Said Agil Al Munawar
> (mantan Menag). Dua nama yang disebut terakhir dikenal
> dekat Hasyim. 
> 
> Untuk perwakilan wilayah, ada Prof Dr Abdul Mu?iz
> Kabri (pengasuh Ponpes Pare Pare, Sulsel, yang juga
> pengajar IAIN Makassar), Habib Abullah Al Jufri (Al
> Khairat/Sulteng), Dr KH Artani Hasbi MA
> (Kalsel/Universitas Islam Negeri Jakarta). KH Ma?ruf
> Amin (Banten), KH Syarifuddin Amsir (Ponpes As
> Syafi?iyah Jakarta), dan Dr KH Masyhuri Na?im
> (Jakarta). 
> 
> Untuk posisi katib aam, muncul nama Dr KH Akrom
> Malibary. Dari informasi yang diterima koran ini, dia
> sekarang menjabat direktur Bait Al Qur?an Taman Mini
> Indonesia Indah (TMII).
> 
> Untuk posisi eksekutif atau tanfidziyah, didominasi
> kalangan dekat Hasyim. Ada Ahmad Bagdja, Rozy Munir,
> Said Agil Siradj, Fajrul Falakh, Andi Djamaro, dan
> Mustafa Djuhad Mugni. Seperti diketahui, nama-nama
> tersebut termasuk black list di kantong Gus Dur. 
> 
> Sementara itu, nama baru yang masuk adalah Prof Dr
> Ridwan Lubis (Sumatera Utara) dan Prof Dr Qodry Azizi
> MA (dirjen Bimbaga Depag).
> 
> Yang menarik, di posisi kesekjenan, formasi yang
> diumumkan Hasyim menunjukkan perubahan yang cukup
> mendasar. Taufik R. Abdullah yang sebelumnya diplot
> menjadi sekjen ternyata balik ke posisi semula,
> sebagai wasekjen. Sementara itu, posisi sekjen
> diamanatkan kepada Dr Endang Turmudzi yang juga
> dikenal dekat dengan Hasyim. "Kemarin kan masih dalam
> proses. Sekarang finalnya," ujar Hasyim saat
> dikonfirmasi koran ini.
> 
> Perubahan nama sekjen tersebut memang berlangsung
> mendadak. Menurut sumber kuat koran ini, Hasyim tidak
> melakukan koordinasi dengan Kiai Sahal terlebih
> dahulu. Dari informasi yang dihimpun koran ini,
> kepastian pergantian dilakukan sekitar pukul 11.00.
> Endang yang ditemui koran ini mengaku baru dikontak
> Hasyim pukul 10.00 dan ditawari posisi sekjen. 
> 
> Pria asal Karawang yang kini menjadi peneliti madya di
> pusat kemasyarakat dan kebudayaan Lembaga Ilmu
> Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengaku tidak bisa
> menolak. Sebab, sebagai orang NU, dia harus mau
> mendarmabaktikan dirinya untuk organisasi yang
> membesarkannya.
> 
> Untuk diketahui, peraih gelar master dari Flinders
> University dan doktor di Australia National University
> itu murni didikan madrasah dan Ponpes Cipasung,
> Tasikmalaya. Sebelum ke Australia, dia terlebih dulu
> mengambil S1 di IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. "Saya
> nggak tahu prosesnya, kok kemudian tiba-tiba masuk,"
> ujar Endang, yang kemarin langsung berkoordinasi
> dengan Hasyim.
> 
> Taufik Abdullah yang dikonfirmasi koran ini berterus
> terang mengakui bahwa perubahan berlangsung mendadak.
> Tapi, dia mengaku legawa tetap di posisi wakil Sekjen.
> "Kemarin sebenarnya masih dalam proses, tapi sayangnya
> sudah banyak yang tahu. Saya sudah menerima ratusan
> SMS (short message service) yang mengucapkan selamat,"
> katanya.
> 
> Nama lain yang semula ada tapi mendadak hilang adalah
> Nur Iskandar SQ. Pengasuh Pondok Pesantren Assydiqiyah
> Jakarta itu konon didrop gara-gara penolakan yang
> muncul di internal NU sangat besar.
> 
> Mengenai formasi kabinet yang baru tersebut, Hasyim
> menjelaskan bahwa penyusunannya diarahkan untuk
> melanjutkan program yang telah dicanangkan pada
> periode sebelumnya, penataan institusional, jaringan,
> dan program. Terkait dengan misi itulah, untuk posisi
> syuriah, dia ingin memperkokoh dengan memasukkan tokoh
> yang bukan hanya menguasai ilmu keagamaan, tapi juga
> disiplin ilmu lain atau yang menguasai
> interdisipliner.
> 
> Formasi yang diumumkan kemarin baru sebagian di antara
> formasi lengkap PB NU. Seperti diketahui, selain
> pengurus harian, PB NU juga dilengkapi kepengurusan,
> seperti lembaga dan lajnah. Diperkirakan, masih ada
> seratusan posisi lagi yang harus diisi. Sementara itu,
> untuk badan otonom, -seperti GP Ansor, Fatayat,
> Muslimat- mereka mempunyai mekanisme penyusunan
> pengurus sendiri. Untuk menyusun kepengurusan
> tersebut, Hasyim berjanji akan melakukan secepat
> mungkin.
> 
> Bagaimana tanggapan kubu Abdurrahman Wahid atas
> pembentukan PB NU itu? Koordinator tim kecil
> pembentukan organisasi NU "baru", KH Aminullah
> Muchtar, mengaku tak mempermasalahkan pengumuman
> nama-nama PB NU tersebut. "Kami tak ada urusan dengan
> itu. Biarkan saja," kata Aminullah kepada koran ini
> kemarin.
> 
> Aminullah menegaskan, pihaknya tetap melaksanakan
> keputusan Buntet yang menyatakan mufarroqoh dari NU
> saat ini. Karena itu, dia enggan mengomentari ataupun
> terlibat dalam kepengurusan NU di bawah duet KH A.
> Sahal Mahfudz-Hasyim Muzadi. "Kan yang mufarroqoh juga
> banyak. Di antara nama-nama itu, saya dengar juga
> banyak yang tak bersedia," ujarnya. (lex/nur)
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> The all-new My Yahoo! - What will yours do?
> http://my.yahoo.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke