Surabaya, NU Online
Tokoh senior NU KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) mengusulkan perlunya ada Munas 
(musyawarah nasional) Alim Ulama untuk membahas islah (perdamaian) atas konflik 
antara kubu cucu pendiri NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Ketua 
Umum PBNU terpilih H Drs A Hasyim Muzadi.

"Untuk mengatasi konflik yang ada, saya kira perlu ada islah, karena itu perlu 
ada Munas Alim Ulama yang diikuti seluruh ulama dari kedua kubu untuk membahas 
hal itu," katanya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (19/12) kemarin, 
menanggapi konflik berkepanjangan pasca Muktamar ke-31 NU.

Menurut satu-satunya putra pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang masih hidup itu, 
konsep islah yang memungkinkan antara lain dengan menempatkan Gus Dur dan 
Hasyim Muzadi di struktur NU dalam posisi yang tak memiliki kewenangan, semisal 
mustasyar (penasehat). "Yang jelas, islah itu tak mungkin dilakukan Gus Dur dan 
Hasyim, karena itu perlu ada Munas Alim Ulama untuk membahas sejumlah konsep 
islah yang paling memungkinkan dan nantinya dapat ditawarkan kepada Gus Dur dan 
Hasyim," katanya.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengatakan Munas Alim Ulama untuk 
mengupayakan islah antara Gus Dur dan Hasyim Muzadi itu dapat diprakarsai Rois 
Aam PBNU terpilih KHA Sahal Mahfudz dengan mengundang ulama NU se-Indonesia dan 
kiai sepuh (ulama senior) yang selama ini mendukung Gus Dur. Secara terpisah, 
Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar menyatakan pembagian NU atas 
kelompok jam'iyah dan jama'ah atau struktural dan kultural merupakan dikotomi 
yang merugikan NU sendiri, karena yang benar adalah organisasi NU dan anggota 
NU.

"Kalau perkembangan pasca Muktamar ke-31 NU dikembangkan dengan perpecahan 
struktural dan kultural juga sangat merugikan NU, karena itu perbedaan pendapat 
pasca muktamar harus dilihat secara norma, karena muktamar memang tak mungkin 
memuaskan semua orang, apalagi semua orang harus mempunyai satu pendapat," 
katanya. Pengasuh Pesantren Miftakhus Sunnah Surabaya itu menambahkan perbedaan 
pendapat di NU memang harus dipelihara, tapi perbedaan pendapat itu harus 
dengan menjunjung tinggi aturan main organisasi, karena supremasi ulama juga 
telah diwakilkan dalam AD/ART NU.

NU Online mencatat sikap sejumlah ulama pendukung Gus Dur, diantaranya KH 
Abdullah Faqih (Tuban) sepakat dengan mufarraqoh (memisahkan diri) dari PBNU 
dan tak menginginkan PBNU tandingan, KH Chotib Umar (Jember) memilih keluar 
dari kepengurusan PWNU Jatim dan PCNU Jember, dan Gus Solahuddin Wahid (adik 
Gus Dur) dan Pak Ud memilih untuk terlibat dalam proses islah. Sementara itu 
baru-baru ini pengasuh Yayasan Islam Buntet mendatangi Hasyim ke kantor PBNU 
menyatakan dukungan dengan menerima hasil muktamar NU ke-31(cih)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke