Guntur... Laporanmu sangat bagus. Aku ada cerita gres menyangkut ini ketika kemarin beberapa kawan utusan PCI Syiria dan Sudan "menghadap" Hasyim. Kalau mau dapat cerita via japri aja. atau kamu bisa tanya kepada mereka. Dia masih di Jakarta kok.
Salam, Rumadi >From: "--==GuN==-" <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: [kmnu2000] Orang Lama Pengelola Dana (Keuangan PBNU) >Date: Mon, 20 Dec 2004 07:12:24 -0000 > > >GATRA >6 / XI 25 Des 2004 > > >NASIONAL > >NAHDLATUL ULAMA >Orang Lama Pengelola Dana > >Laporan keuangan PBNU periode 1999-2004 disoal. Ada saldo dana, >padahal masih ada utang yang seharusnya dilunasi. Pengurus jadi >penyetor pemasukan dana terbesar. > >NAMA-nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar >Boyolali diumumkan, Sabtu lalu. Yang merilis adalah Ketua PBNU >terpilih Hasyim Muzadi. Di antara personel yang bakal berkantor di >Kramat Raya itu, kemunculan kembali nama Abdullah Mahrus sebagai >bendahara umum banyak mendapat sorotan. > >Adalah KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid yang berteriak paling kencang >ihwal adanya ketidakberesan pengelolaan duit organisasi sosial >keagamaan yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu. Generasi muda NU >seperti Nahdliyyin Crisis Centre dan Kaum Muda Nahdlatul Ulama >berada satu gerbong dengan Gus Dur meneriakkan hal yang sama. Mereka >mencium gelagat tak sedap bahwa Abdullah Mahrus sengaja diposkan >kembali ke posisi lama sebagai bendahara umum untuk >menyimpan "rahasia" keuangan PBNU. > >Saldo duit senilai Rp 5,4 milyar di buku keuangan NU periode 1999- >2004 disoal. Hasyim Muzadi, ketua umum periode itu, mengklaim adanya >tirkah alias peninggalan dana itu sebagai bukti keberhasilan. >Padahal, kata Hasyim di awal kepemimpinannya --menggantikan Gus Dur-- > ia sangat disibukkan dengan pelbagai masalah di dalam NU. Persoalan >itu, antara lain, lemahnya manajemen NU karena mengandalkan kultur >tanpa struktur. > >Namun kubu yang berseberangan dengan Hasyim menilai saldo fulus itu >terasa janggal. "Lucu ya, ada saldo lima setengah milyar rupiah," >kata Gus Dur. Padahal, Gus Dur menambahkan, PBNU masih punya utang >Rp 4 milyar. Tagihan itu berasal dari kontraktor pembangunan Gedung >PBNU Kramat Raya yang belum dilunasi. "PBNU tak mau bayar dan tak >ambil peduli. Terus gimana?" mantan Presiden RI itu menambahkan. > >Data lain yang disodorkan Gus Dur adalah tertunggaknya pembayaran >listrik kantor PBNU selama beberapa bulan. Fachri Thaha Ma'ruf, >pengelola Gedung PBNU, menjelaskan bahwa sejak dinonaktifkan dari >jabatannya --dicalonkan PDI Perjuangan sebagai wakil presiden-- >Hasyim menyetop aliran dana untuk pengelolaan Gedung NU. Ini juga >bukti bahwa pengelolaan duit NU terpusat di tangan ketua umum. > >Akibatnya, pada Juli lalu, aliran listrik ke Gedung PBNU diputus. >Setelah dilakukan pembayaran, aliran listrik mengalir kembali. >Namun, lagi-lagi, aliran setrum ke Gedung PBNU diputus selama tiga >hari karena ada tunggakan pembayaran dua bulan. > >Yang memilukan, pemutusan terjadi pada saat Muktamar Boyolali >berlangsung dan Hasyim sedang mengumumkan kebanggaannya bisa >menyisakan duit Rp 5 milyar selama kepengurusannya. Fachri >menyatakan, jauh hari sebelum pemutusan dilakukan, ia sebenarnya >sudah berkirim surat ke Hasyim. Isinya, meminta agar tunggakan >tagihan segera dibayar. > >Masalah lain yang juga jadi sorotan adalah sumber dana yang masuk ke >kas PBNU, yang besarnya Rp 8,9 milyar. Dalam buku keuangan PBNU >tertulis, dana itu bersumber dari pengurus, penjualan almanak NU, >buku muktamar, dan lain-lain. Porsi sumbangan pengurus yang >mendominasi. Ketua umum, misalnya, setor Rp 4,7 milyar atau lebih >dari separo duit yang masuk. Pertanyaannya, dari mana ketua umum >punya duit sebanyak itu? > >Abdullah Mahrus mencoba meluruskan. Duit setoran pengurus itu >sebenarnya tak berasal dari kocek pribadi. "Uang tersebut dari >donatur," katanya. Siapa yang menyumbang? "Ini masalah internal. >Tidak boleh diberitahukan," ia menambahkan. Toh, ia menjamin, masuk >dan keluarnya duit PBNU bisa dipertanggungjawabkan. Abdullah >menunjuk laporan yang hanya diketahui Ketua Umum dan Rais Aam PBNU >(KH Sahal Mahfudz) tentang kejelasan penyumbang dan besarnya donasi. > >Tak hanya di buku keuangan, menurut Jazuli Kasmani, Koordinator >Nahdliyyin Crisis Centre, dalam penyelenggaraan Muktamar Boyolali >juga ada skandal keuangan yang perlu ditelanjangi, yakni adanya >dugaan praktek politik uang dalam pemilihan ketua umum. Di luar >itu, "Penyelenggaraan muktamar juga terkesan elitis dan hanya >melayani pengurus, tanpa menghormati partisipasi warga NU," kata >menantu Mbah Lim, kiai nyentrik asal Klaten, Jawa Tengah, itu. > >Ditembak kiri-kanan, Hasyim tak tinggal diam. "Tak ada politik >uang," kata Hasyim Muzadi. Di tubuh PBNU yang dipimpinnya segalanya >juga dilakukan dengan transparan. Hasyim pun meluruskan pernyataan >yang dilontarkan Gus Dur soal adanya utang Rp 4 milyar dan tunggakan >pembayaran listrik. "Soal utang dan sebagainya itu, siapa yang >mengatakan begitu. Sampeyan kok percaya sih sama yang begitu- >begitu," katanya. > >Toh, kalaupun masih dianggap kurang transparan, ia berjanji akan >melakukan perbaikan di sana-sini. Sebagai langkah awal, Hasyim >membentuk tim manajemen keuangan yang diketuai Abdullah Mahrus. >Anggotanya, Ronin Hidayat (wakil bendahara kepengurusan sebelumnya), >Sirodjul Munir, Bambang Adyaksa, dan Asmui Suhaimi. > >Persoalan keterbukaan pengelolaan duit di tubuh PBNU, kata Zuhairi >Misrawi, justru harus terus diteriakkan. NU bersama Muhammadiyah >telah menggagas dan membentuk Aliansi Gerakan Nasional Antikorupsi, >Oktober 2003. "Seharusnya NU jadi uswatun hasanah (teladan). Tapi >faktanya, Ketua Umum PBNU lebih kaya dari NU-nya," kata alumnus >Universitas Al-Azhar, Mesir, itu. Hal itu menimbulkan kecurigaan di >mata warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. > >Irwan Andri Atmanto, Mohammad Guntur Romli, dan M. Agung Riyadi > > >--------------------------------------------------------------------- >----------- > >Akomodasi Setengah Hati > >JUMLAH personel PBNU Periode 2004-2008 sebanyak 41 orang. Masing- >masing 18 orang di Syuriyah yang dipimpin seorang Rais Aam, dan 23 >orang di jajaran Tanfidziyah yang dipimpin seorang Ketua Umum >Tanfidziyah. Namun beberapa tokoh NU menolak duduk dalam kabinet >PBNU ini. > >Misalnya, KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus tidak >bersedia menjadi salah satu Rais Syuriyah. Kemudian Ir. H. >Salahuddin "Gus Solah" Wahid mundur dari salah satu Ketua >Tanfidziyah. Demikian juga Dr. KH Akram Malubary yang menolak diplot >menjadi Katib Aam Syuriyah. > >Tokoh NU yang mundur itu sering diasumsikan berseberangan dengan >Hasyim Muzadi. Namun, pada hakikatnya, posisi Gus Mus dalam >polarisasi kubu Gus Dur vis a vis kubu Hasyim bukan berada dalam >satu kubu itu. Gus Mus adalah kubu yang saat ini bersikap sukut >(diam, pasif). Gus Solah dari pihak yang aktif menyerukan islah >antara kedua kubu itu. Sedangkan Akram Malibary memang berasal dari >kubu Gus Dur. Motifnya bisa ditangkap dari alasan mundurnya mereka. > >Gus Mus tidak bersedia karena tidak ada waktu. Ia akan bekonsentrasi >menguris pesantren, setelah KH Cholil Bisri, kakak kandungnya, wafat >tiga bulan silam. Alasan yang sama ia ungkapkan ketika tidak >bersedia dicalonkan menjadi ketua umum. > >"Saya merasa dihargai dan berterima kasih sekali atas kepercayaan >kepada diri saya untuk menjadi anggota pengurus PBNU periode 2004- >2009," kata Gus Mus dalam surat pernyataannya yang dilansir website >resmi PBNU www.nu.or.id. "Mengingat waktu saya saat ini tidak >selonggar tempo hari, maka dengan ini saya menyatakan tidak bersedia >ditunjuk nenjadi Rais Syuriyah," Gus Mus menegaskan. > >Alasan Gus Solah mundur, saat ini ia sedang berusaha membangun >komunikasi antara dua kubu yang bersetu: Hasyim dan Gus Dur, agar >bisa berdamai. Setelah meminta pertimbangan istri, anak, teman, >keluarga, dan beristikharah, Gus Solah mengaku mendapat petunjuk >dari surat Al-Naml ayat 32-34 yang memberi makna islah. > >Sedangkan Akram tidak bersedia menjelaskan alasannya. Ia hanya >mengirim surat lewat faksimili kepada Rais Aam KH Sahal Mahfudz dan >Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, "Dengan ini menyatakan tidak bersedia >menjadi anggota pengurus dalam kepengurusan PBNU periode 2004-2009. >Pernyataan ini saya buat dengan tulus ikhlas untuk diketahui pihak- >pihak yang berkepentingan," tulis Akram dalam suratnya. > >Guru besar bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Syarif >Hidayatullah, Jakarta, itu memang sangat intens dalam kegiatan- >kegiatan kubu Gus Dur. Di setiap pertemuan kaukus Gus Dur, baik >dengan nama kiai khos, kiai sepuh, maupun kiai NU kultural dan lain- >lain, Akram Malibary tidak pernah absen. Terakhir, dalam pertemuan >Gus Dur bersama para kiai sepuh di kediaman KH Abdullah Abbas di >Buntet, Cirebon, Akram juga terlihat hadir. > >Selain nama-nama yang mundur itu, beberapa nama juga disorot. Endang >Turmudi, yang menduduki posisi sekretaris jenderal, dinilai kurang >beken di kalangan kiai NU. Sejumlah tokoh NU yang menjadi tim sukses >Hasyim Muzadi pada pemilihan preriden dan Muktamar NU juga masuk >dalam jajaran pimpinan PBNU. Antara lain Hafidz Utsman, Said Aqil >Siraj, Ahmad Bagdja, Andi Jamaro, Mustofa Zuhad, Saiful Bahri, >Abdullah Mahrus, dan Ronin Hidayat. > >Ada juga pendatang baru, seperti Anas Thahir, Iqbal Sullam, Sirojul >Munir, Asmui, dan Bambang Adyaksa. Lima nama terakhir ini dalam >Muktamar ke-31 NU terlihat getol memperjuangkan Hasyim Muzadi. > >Mohammad Guntur Romli > > > _________________________________________________________________ Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
