> Ini yang saya mau mas Munir, dan ide saya sprti yang
> sampean tulis dibawah. Mestinya yang kita diskusikan
> adalah pendekatan dari sisi mau kemana amina wadud,
> siapa yang bersama dia dan siapa dibelakang dia
> dalam
> menggoalkan ide teori globalnya yahudi untuk mengadu
> domba world muslim. Sebenarnya kalau hanya dasar
> hukum
> dan tinjauan fikh-nya kita semua telah tahu dan saya
> yakin akan menambah beban khilafiah dari hal yang
> sudah mukhtalaf fih, karena diskusan akan salaing
> berbeda dari sudut mana ia memandang dan akan
> megarah
> pada ide dasar dia untuk memperbolehkan atau
> melarang,
> sehingga natijahnya akan sama, yaitu khilaf.
>
> Tanpa menyepelekan Legal Islamic law, juga tidak
> dalam
> rangka mencurigai kelompok tertentu, akan lebih
> bagus
> apabila kita diskusi menyikapi sosok Wadud, dengan
> penekatan seperti yang mas Munir paparkan dibawah,
> sehingga kita akan dapat melihat utuh "siapa
> sebenarnya Wadud, mau kemana dia, apa target dia".
> Maka kita akan dapat defend on sekaligus kita dapat
> tambahan maklumat apakah mereka termasuk yang
> menggerogoti islam dari dalam.
>
> Termasuk yang saya sayangkan dari sikap Wadud adalah
> volume action yang berlebihan, setidaknya Wadud
> hanya
> menampilkan aksi wacana khilafiah, tidak pada
> tataran
> praktik yang menantang seperti yang ia lakukan. Atau
> maksimal pada praktik jamaah sholat maktubah bersama
> keluarga. Sekiranya dia lakukan sebatas ini pasti
> tidak mengundang konflik muslim dunia, tapi ternyata
> Wadud melebihi dari aksi ini, maka ini yang perlu
> dita
> diskusikan dibalik tindakan Wadud.
>
> Mari kita saling memberikan informasi syakhshiyah
> Wadud serta organisasi dan pergerakannya!!!
>
> Salam kangen buat Mas Munir.
> Fadlolan M.
>
>
> --- nur munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > Bismillaahirrokhmaanirokhiim
> >
> > Pendekatan legal formal perspectif dalam
> > mengapproach fenomena Aminah Wadud
> > imam wanita, contohnya ngurusi njelimetnya status
> > kisah umu waroqoh,
> > gontok-gonto�an antar mufassir tentang ayat dan
> > hadits, fuqohaa, syari�ah
> > students dll, ada pendekatan lain yang tidak kalah
> > penting dan mungkin lebih
> > penting buat kemaslahatan orang banyak. Yaitu
> > political approach mau kemana
> > aminah ini, di mana her political position in the
> > middle of global political
> > scheme of todays. Selain political approach,
> > historicity dan historiography
> > of any groups, multi religious groups, multi
> > cultural groups, international
> > political groups, dan group-group apa saja that
> > related to the Aminah Wadud
> > phenomenon, untuk mengidentifikasi di mana, apa,
> dan
> > mau ke mana si gerangan
> > ini. Selain scholarly devotion, para kawan, please
> > also be war oriented,
> > security minded di tengah konteks cultural war,
> > philosophical war,
> > theological war, conventional war dan war war
> > lainnya biar tidak keblinger
> > di tengah dunia yang penuh dengan multi agendas,
> > political, economical, mass
> > jealousy, makar dll.
> >
> > pelik dan njelimetnya pendekatan Legal Islamic law
> > perlu tapi bukan
> > satu-satunya yang perlu. Bila pendekatan
> literature
> > on Islamic law jadi
> > satu-satunya tool untuk mengejawantahkan phenomena
> > of Aminah Wadud maka bisa
> > terjebak kepada tercapainya target pihak ketiga
> yang
> > direct or indirectly
> > punya gawe ngadu jago, memberi pe er supaya sibuk
> > ngurusi pelik-pelik
> > internal yang itu potensi mentrigger pecohan
> > internal supaya loss tima nggak
> > sempat mengalokasikan energinya mengarahkan
> moncong
> > kekuatan kepada pihak
> > yang nduwe gawe tersebut, disebabkan memang
> > obviously Pendekatan Islamic
> > legal formal itu tafsirable terserah ke mana
> > interest penafsirnya sesuai
> > dengan background, pengalaman, kemauan, gawe,
> group
> > afiliasi, posisi social,
> > dll. contohnya karena berafiliasi feminism, orang
> > nguuuotot mbelani Aminah
> > wadud dengan mengonstruksi landasan-landasan yang
> > dia maui.
> >
> > posting saya �Latar Belakang Sejarah Secualisme�
> > adalah sekedar pancingan
> > kepada para hadirin bahwa beyond the phenomena of
> > Aminah wadud there is a
> > giant cultural hegemony yang itu was constructed
> > through chain of a non
> > Islamic community�s history encounter with
> > surrounding world simultaneously
> > berkulminasi kepada spreading budaya barat yang
> > menjadi raksasa kebudayaan
> > dunia, the secularism, the feminism.
> >
> > Phenomenology of the ethical movement, the ethical
> > society, komunitas umat
> > beragama tanpa tuhan, the feminist movement, juga
> > phenomena
> > reconstructionist Judaism dengan rabbi-rabbi
> > wanitanya adalah bagian dari
> > kristalisasi a non-Islamic historic encounter
> > tersebut. Here Aminah Wadud is
> > not alone.
> >
> > Jauh hari sebelum pelaksanaan sholat oleh aminah
> > wadud diumumkan di media
> > tapi dirahasiakan tempatnya, hanya bagi yang mau
> > ikut akan diberi tahu
> > tempatnya dan harus mendaftar dulu supaya
> > teridentifikasi siapa-siapa
> > pesertanya. Ternyata tempatnya di gereja. Tidak
> > terbuka, hanya bagi
> > pendaftar saja, setelah itu diekspose beritanya,
> > mengundang world muslim
> > tengkar. This is a sophisticated makar.
> >
> > posting saya �emansipasi� bermaksud
> mengidentifikasi
> > apakah feminism yang
> > historical root nya bukan dari komunitas muslim
> itu
> > Islamic? Ternyata
> > sebagian tidak. Equal right pria-wanita di Islam
> > ternyata tidak berarti
> > equal job, dengan natural reasoning as Allah telah
> > fadldlola lloohu
> > ba�dluhum �alaa ba�dlin..
> >
> > >Perbedaan kapasitas disebabkan perbedaan natural
> > fisik dan nature of
> > > > emotional device installation control katanya
> > orang kampung hormon
> > > > perasaan
> > > > wanita lebih tinggi dari pria, ringkih,
> gampang
> > njegot.
> >
> > Proof dari nature ini antara lain respon emailnya
> > sdri fathonah di bawah
> > ini.
> >
> > Posting email �emansipasi� tidak dimaksudkan
> > menjudgement boleh atau tidak
> > bolehnya wanita jadi president. Hanya dimaksudkan
> > bahwa pemimpin wanita
> > tidak akan bernature pria, demikian juga pemimpin
> > pria tidak bernatur
> > wanita. Kebetulan di Amerika yang bapaknya
> demokrasi
> > itu tidak pernah punya
> > presiden weanita. Demikian juga hampir di semua
> > sejarah peradaban kebetulan
> > kebanyakan laki-laki yang memimpin, walaupun tidak
> > banyak, wanita juga ada,
> > seperti ratu bulqis yang akhirnya di bawah
> Sulaiman
> > pria itu. Lha terus
> > siapa yang melarang, ya tidak ada seperti tidak
> > adanya undang-undang di
> > Amerika melarang wanita jadi president.
> >
> > Demikian juga phisical nature wanita vs.
> > psychological nature pria di
> > email-email saya tidak menjudgement legal formal
> > boleh atau tidak bolehnya
> > aminah wadud jadi imam. Hanya by nature kalau
> > imamnya wanita dan makmumnya
> > pria konsekwensinya potensi cabul oriented karena
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/