NU Harus Mandiri (10/10)
Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah
amma ba'du... 

--------------------------------------------------------------------------------


PENGANTAR :

Perkembangan politik Indonesia belakangan ini, perlu diamati secara serius. 
Apakah ada perubahan-perubahan substantif yang dialami Indonesia baik dari sisi 
ekonomi, politik, sosial dan budaya ? Apakah perubahan yang dilakukan mengarah 
pada kemajuan atau kemunduran ? lantas dimana akar problem yang menjadi 
ganjalan sehingga Bangsa Indonesia belum mengalami kemajuan dalam penegakan 
demokrasi ? Siapakah yang dapat berperan maksimal dalam penataan Indonesia ke 
depan ? 
Ditengah-tengah situasi itu, bagaimana posisi dan peranan NU dalam 
mengapresiasi perkembangan zaman. Bagaimana NU memainkan peran strategis dalam 
bidang sosial, ekonomi maupun Politik ?. Adakah kemajuan-kemajuan yang dicapai 
atau justru mengalami stagnasi? Bagaimana pula proses kaderisasi di tubuh NU 
dan dialektikanya dalam mengapresiasi nilai-nilai demokrasi ? Untuk menelusuri 
jawaban ini, wartawan NU Online, Ahmad Kosasih Marzuki mencoba melakukan 
wawancara jarak jauh dengan JJ. Kusni, Ph.D, pemerhati NU dari l'Ecole des 
Hautes Etudes en Sciences Sociales (l'EHESS, Sorbonne), Paris,France. 

Berikut ini petikannya :

T:12.Beberapa tahun terakhir, gerakan fundamentalisme Islam di Indonesia 
menunjukkan peningkatan aktivitas luar biasa, apakah ini bukti bahwa 
konsolidasi mereka relatif berhasil dibanding dengan kekuatan lain semisal NU? 

J:[Kegiatan luar biasa belum tentu jadi petunjuk bahwa organisasi itu berhasil 
mengkonsolidasi diri. Kegiatan bisa juga berarti sebagai cara mengkonsolidasi 
diri. Kegiatan kongkret adalah cara menyaring kader dan setelah tersaring maka 
tenaga-tenaga tersaring ini dijadikan teras organisasi dan konsolidasi. Apalagi 
sesungguhnya melakukan teror dengan pemboman sebagai taktik dalam perjuangan 
politik, sebenarnya relatif tidak terlalu sulit. Kalau yang dimaksud dengan 
meningkatnya kegiatan kekerasan, sebagai tanda konsolidasi organisasi, 
barangkali masih bisa dipertanyakan ketepatannya. Yang lebih mendekati 
kenyataan barangkali meningkatnya kegiatan tindak kekerasan adalah usaha untuk 
menarik perhatian dan diperhitungkan eksistensinya. Dengan tindakan kekerasan 
membabi buta, taktik ini kemudian menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk, 
dan penduduk menjadi tidak simpati. Sehingga yang dicapai dengan taktik ini 
sebenarnya hanya makin mengucilkan diri, dan pengucilan diri tidak bisa 
dipandang sebagai memperluas pengaruh dan pengkonsolidasian pengaruh. Benar 
bahwa dari kegiatan kekerasan demikian akan tersaring tenaga-tenaga yang bisa 
diandalkan, tapi kesetiaan tenaga-tenaga ini lebih didasarkan pada fanatisme. 
Organisasi-organisasi ekstrim pada galibnya bersandar pada fanatisme dan 
sentralisme yang  kuat.  Pertanyaan itu adalah pintu tertutup dan sering 
dicurigai sebagai gejala khianat.Anggota lebih merupakan alat jinak atau docile 
tool belaka. Berdasarkan keterangan Dinas Rahasia Perancis, DGSE [Direction 
G�n�rale de la Securit� Ext�rieure], grup fundamentalis di Perancis merekrut 
anggotanya dari anak-anak pinggiran kota [banlieu] yang menganggur dan biasa 
melakukan berbagai tindak kejahatan bahkan kriminalitas, kosong ide. Dari 
keterangan ini kita melihat dasar dan sebab sosial berkembangnya fundamentalis. 
Dengan memasuki grup-grup kekerasan fundamentalis begini mereka mendapatkan 
jalan kehidupan dan meninggalkan jalan-jalan kota di mana mereka mencopet, 
merampok dan membongkar rumah-rumah atau toko-toko  sebagai sumber penghasilan. 
Mereka dikirim ke medan teror sebagai alat oleh para pemikir. Apakah perekrutan 
begini bisa dipandang sebagai konsolidasi solid? Barangkali pengacauan akan 
bisa terus mereka lakukan tapi dengan mengembangkan ketakutan, mereka tidak 
punya harapan untuk membesar. Di Aljazair penduduk akhirnya mengorganisasi diri 
untuk melawan mereka. Di Kalteng, penduduk Dayak mengorganisasi diri untuk 
melawan mereka. 
 
Saya kira, NU tidak bisa dibandingkan dengan grup-grup begini. Dan merupakan 
suatu kekeliruan membandingkan NU yang merupakan organisasi budaya dengan 
grup-grup teroris begini. NU bukanlah organisasi para penganggur dan 
kriminal.NU dan grup-grup teroris berada di petak yang berbeda. Kemelut yang 
dihadapi NU sekarang, dari segala memang nampak suatu hal yang negatif, tapi 
sesungguhnya kemelut dan debat sekarang merupakan cara konsolidasi diri yang 
solid bagi NU. NU akan lebih memungut hasil besar dari kemelut dan debat 
sekarang, jika pimpinan NU menyalurkannya dengan berani dan bertindak sesuai 
dengan kesimpulan. Idham Kholid telah memberikan teladan bagi NU mengatasi 
konflik intern berpatokan pada nilai-nilai NU. Sejarah NU adalah sejarah suatu 
gerakan budaya dan menyediakan banyak pelajaran berharga. Karena itu 
mempelajari sejarah NU saya kira merupakan suatu keniscayaan.
 
Yang saya khawatirkan peningkatan tindakan teror begini lebih membuka jalan 
bagi berkuasanya kembali militerisme. Atas nama menghalau ketakutan, penduduk 
tanpa pikir panjang lalu menyokong militerisme. Jika kekhawatiran ini beralasan 
maka tindakan teroris merupakan bagian dari permainan catur politik di negeri 
ini. Di hadapan situasi begini maka peranan NU sebenarnya lebih ditagih dan 
ditunggu. (cih)



tamat



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke