Gus Dur: Yang Mau Nolong Tuhan, Gendheng Dewe!
Jakarta, gusdur.net
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berpendapat, perbedaan di atas dunia
adalah sesuatu yang telah didesain Tuhan sejak awal. Oleh sebab itu, perbedaan
bukan lah masalah.
Demikian Gus Dur menyampaikan hal itu di depan ribuan kaum muslimin saat
menjadi penceramah umum pada acara Haul Tradisi Desa Suradadi ke-45, Rabu
(6/4/05) siang, di pemakaman umum Ds. Suradadi, Kec. Suradadi, Kab. Tegal Jawa
Tengah.
Bukti bahwa perbedaan memang sudah didesain Allah, tercermin dalam
al-Qur'an (49:13). "Dengan adanya perbedaan itu Allah memerintahkan kita agar
saling mengenal satu sama lain, bukan saling menggunakan kekerasan," jelas
mantan Ketua Umum PBNU ini.
Selain itu, Gus Dur juga menyayangkan adanya pendapat yang
membesar-besarkan perbedaan antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah.
"Itu keliru. Yang berbeda cuma waktu berdirinya. NU berdiri tahun 1926
dan berarti lebih muda dari Muhammadiyah yang berdiri tahun 1912."
Bahkan sebelum dua lembaga itu didirikan, kata Gus Dur, budaya keduanya
telah ada dalam masyarakat Indonesia.
"Asal-usulnya sudah lama. Cuma, Muhammadiyah asal-usul budayanya dari
orang-orang Islam yang tidak setuju tahlil. Lha, NU itu orang yang setuju
tahlil," kata Gus Dur berupaya menyederhanakan penjelasannya kepada massa yang
sebagian besar berprofesi petani itu.
Kendati antara NU dan Muhammadiyyah secara lahir ada perbedaan, tambah
mantan Presiden Ri ini, namun hakikatnya tunggal. Ini seperti semboyan sakral
Bhinneka Tunggal Ika, yang didengungkan Empu asal Majapahit, Empu Tantular
"Jadi, berbeda-beda asal jadi satu, itu nggak jadi masalah," lanjut Gus
Dur.
Karena itu, dia berkesimpulan, kaum muslim memiliki dua pendekatan dalam
memandang perbedaan . "Pendekatan yang mementingkan budaya dan yang
mementingkan lembaga," jelasnya.
Selama budaya Islam seperti membaca kitab, tahlil, halal bi halal, ziarah
kubur, doa, terbangan, dan sebagainya tidak terganggu, maka tidak ada masalah.
"Selama itu semua masih boleh, kita ndak usah kuatir. NU dan Muhammadiyah
boleh dibubarkan tiap hari 10 kali nggak apa-apa. Yang penting selama masih
bisa menjalankan budayanya masing-masing, Islam masih akan terus hidup," tegas
Gus Dur.
Sementara orang yang menggunakan pendekatan kelembagaan, biasanya selalu
memiliki ketakutan bahwa Islam akan kalah.
"Untuk mempertahankan lembaganya, mereka lalu menempuh cara apapun, ada
kalanya seperti Amrozi pakai bom di Bali. Itu orang Islam yang masih salah
paham. Masih saja ada yang beranggapan Islam akan kalah," tambah Gus Dur.
Padahal sejatinya, kata Gus Dur, al-Islam ya'lu wa la yu'la alaih (Islam
akan selalu di atas dan tidak bisa diungguli). Tuhan juga tidak perlu ditolong,
karena Dia berkuasa atas segalanya "Innahu 'ala kulli syai'in qadir.
"Allah tidak usah ditolong, yang mau nolong itu yang gendheng dewe (gila
sendiri -red)," imbuh Gus Dur.
Karenanya, menurut Gus Dur, Tuhan cukup kita ingat kebesaran-Nya. "Itu
sudah cukup."
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/