Catatan A. Umar Said



( Tulisan ini juga disajikan dalam website

http://perso.club-internet.fr/kontak/ )





                        ARTI KONFERENSI BANDUNG DAN

                        PERAN  SEJARAH BUNG KARNO





Tidak lama lagi akan dilangsungkan peringatan 50 tahun Konferensi
Asia-Afrika atau Konferensi Bandung. Seperti diakui oleh banyak sejarawan
dan pakar politik di dunia, Konferensi Bandung adalah peristiwa yang amat
besar dalam sejarah dunia modern. Konferensi Bandung telah memberikan
sumbangan yang amat besar bagi perjuangan rakyat-rakyat � terutama
rakyat-rakyat Afrika � dalam membebaskan diri dari kolonialisme. Konferensi
Bandung juga pernah disebut-sebut  sebagai kebangkitan bangsa-bangsa yang
berwarna melawan penjajahan dan penghisapan bangsa-bangsa yang berkulit
putih.



Di masa yang lalu, di bawah pimpinan Bung Karno, Konferensi Bandung pernah
menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bukan saja kebanggaan bagi bangsa
Indonesia, melainkan juga kebanggaan banyak sekali bangsa-bangsa di Asia dan
Afrika. Tetapi, seperti sama-sama kita saksikan sendiri selama puluhan tahun
Orde Baru, kecemerlangan Konferensi Bandung telah lama menjadi pudar, bahkan
pernah mati atau padam. Karenanya, sebagian besar rakyat Indonesia, termasuk
generasi barunya, tidak mengenal secara baik pentingnya Konferensi Bandung
bagi bangsa Indonesia dan bagi sejarah dunia.



Dalam banyak buku-buku pelajaran sejarah di berbagai negeri di dunia
dicantumkan bagian-bagian yang berkaitan dengan Konferensi Bandung. Selama
puluhan tahun Orde Baru, dalam buku-buku pelajaran sejarah di negeri kita,
memang ada disebut-sebut Konferensi Bandung atau Konferensi AA dalam tahun
1955 itu. Tetapi, biasanya hanya serba singkat atau seolah-olah � sepintas
lalu � saja, dan tanpa penjelasan betapa penting peran yang dipegang Bung
Karno dalam peristiwa bersejarah itu.



Seperti dalam hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan Bung Karno, maka
rezim militer Suharto dkk juga melakukan � de-Sukarnoisasi � terhadap
sejarah  Konferensi Bandung. Hal ini bisa dimengerti, sebab jati-diri rezim
militer Orde Baru adalah bertentangan atau berlawanan sama sekali dengan �
roh � Konferensi Bandung, yang pada pokoknya adalah anti-imperialisme dan
anti-kolonialisme. Dan, justru, � roh � anti-imperalisme dan
anti-kolonialisme inilah � jati-diri � Bung Karno, yang disandangnya sejak
perjuangannya di masa muda-belianya dalam tahun 20-an.





 KONFERENSI BANDUNG DAN BUNG KARNO ADALAH SATU



Kalau kita telaah dalam-dalam latar belakang lahirnya rezim militer Orde
Baru, maka akan mengertilah kita secara gamblang mengapa Orde Baru, pada
dasarnya ( !)  tidak mau menjunjung tinggi semangat Konferensi Bandung atau,
bahkan, telah berusaha � mengerdilkan � atau � membunuh �-nya. Sebab,
rupanya, banyak tokoh Orde Baru yang beranggapan bahwa menjunjung tinggi
Konferensi Bandung adalah berarti sama saja dengan menjunjung tinggi nama
Bung Karno.



Anggapan ini tidak salah, karena memang bisa dikatakan bahwa nama Bung Karno
adalah satu dengan Konferensi Bandung. Konferensi Bandung adalah salah satu
di antara berbagai realisasi gagasan Bung Karno. Bung Karno adalah salah
satu di antara motor-motor penting (kalau tidak yang terpenting) penggerak
Konferensi AA di Bandung.



Kita bisa melihat dengan lebih jelas lagi sekarang ini bahwa Bung Karno
inilah yang dimusuhi oleh sebagian pimpinan TNI-AD (waktu itu), yang
bersekutu dengan kekuatan imperialisme (terutama AS) beserta konco-konconya
di dalamnegeri, sebelum dan sesudah terjadinya G30S. Kekuatan imperialisme
dan kolonialisme (Barat) sudah melihat makin sangat berbahayanya tokoh  Bung
Karno bagi kepentingan mereka,  dengan terselenggaranya Konferensi Bandung
dalam tahun 1955.



Kita ingat bahwa sesudah selesainya Perang Dunia ke �II, timbullah Perang
Dingin antara blok Barat dan blok Timur, yang kemudian melahirkan berbagai
peristiwa penting dalam dunia, antara lain pecahnya Perang Korea. Lahirnya
Republik Indonesia dan Republik Demokratik Vietnam dalam tahun 1945 yang
disusul oleh diproklamirkannya RRT dalam tahun 1949, menyebabkan terjadinya
perubahan penting dalam peta geo-politik di Asia. Imperialisme AS, yang
kuatir melihat bahaya � komunis � melebar kemana-mana di Asia, memperkuat
pangkalannya di Korea Selatan ,  di Jepang (Okinawa),  di Taiwan, di
Filipina, di Thailand dan di Indo-Cina. SEATO, yang merupakan tumpuan
penting bagi AS dalam mengontrol Asia Tenggara (dan terutama Indonesia) pun
kemudian telah dibentuk. Dalam suasana politik internasional yang demikian
itulah Konferensi Bandung telah diselenggarakan.





DUDUKKAN NAMA BUNG KARNO PADA TEMPATNYA



Sekarang ini,  ketika Konferensi Bandung (atau Konferensi AA) akan
diperingati secara besar-besaran di Indonesia, perlulah kiranya kita ingat
bersama bahwa memperingati peristiwa penting ini tanpa berusaha mendudukkan
nama dan peran Bung Karno pada tempatnya yang sebenarnya (dan selayaknya !)
adalah sesuatu yang perlu dikutuk. Adalah untuk kebaikan kita semua,
lau   - dalam bentuk dan cara yang bagaimanapun juga -  nama dan peran Bung
Karno bisa dicerminkan secara sepatutnya dalam kesempatan ini. Juga melalui
peringatan 50 tahun Konferensi Bandung ini kita semua bisa terus
mengupayakan � merehabilitasi � nama dan peran sejarah Bung Karno, yang
sudah dicemarkan atau dirusak begitu hebat oleh rezim militer Orde Baru
selama puluhan tahun.



Dengan mendudukkan Bung Karno pada tempat yang selayaknya dalam peringatan
50 tahun Konferensi Bandung ini, maka bangsa kita bisa mengkoreksi kesalahan
monumental yang sudah dibuat oleh Orde Baru terhadap tokoh besar bangsa
kita.  Tetapi, sebaliknya, kalau sisa-sisa kekuatan Orde Baru masih mau
terus bersitegang urat leher berusaha � men-de-Sukarnoisasikan � peringatan
Konferensi Bandung, maka ini berarti bahwa dosa besar Orde Baru terhadap
Bung Karno masih tetap terus ditanggung oleh mereka.



Dengan kalimat yang lebih tegas (atau ungkapan lain yang lebih kasar) :
memperingati setengah abad Konferensi Bandung dengan � mempreteli � atau
menghilangkan nama dan peran Bung Karno dari dalamnya berarti sama dengan
MENIPU SEJARAH. Peringatan semacam itu hanya menjadi pesta-pesta besar dan
mewah (dan mahal !)  yang juga merupakan sandiwara yang dimainkan oleh
penipu-penipu, yang sebenarnya sama sekali tidak mengerti apa arti �
Semangat Bandung � yang sesungguhnya.  Oleh karena peringatan peristiwa
penting ini diselenggarakan di Indonesia, maka masalah mendudukkan nama dan
peran Bung Karno pada tempat yang sepatutnya ini adalah soal yang amat
serius yang harus dipikirkan oleh kita semua, dan terutama oleh Panitia
Penyelenggara dan lembaga-lembaga yang bertanggungjawab.





JANGAN � MEMBONCENGI �  KONFERENSI BANDUNG



Tidak lama lagi kita semua bisa mengamati sampai di manakah Presiden Susilo
Bambang Yudoyono akan bisa (atau akan mau) mengakui jasa, nama, dan peran
Bung Karno dalam peringatan setengah abad Konferensi Bandung yang akan
datang. Dan, kita semua tentunya ingin tahu juga bagaimana visinya atau
pemahamannya,  sebagai presiden/kepala negara,  mengenai � Semangat
Bandung � (Bandung Spirit) dan Dasa Sila Bandung, yang pernah terkenal di
dunia.



Pastilah Presiden SBY, dan berbagai tokoh terkemuka Indonesia lainnnya, pada
kesempatan ini akan menyanjung-nyanjung tinggi Konferensi Bandung, dan
mungkin pula berjanji akan mewarisi atau meneruskan berbagai prinsip agung
yang telah diputuskan. Tetapi, hanya menyanjung-nyanjung saja Konferensi
Bandung tanpa menghormati Bung Karno adalah sebenarnya penipuan dan
kemunafikan, atau � mencuri � jasa besar orang lain hanya untuk menjual
omong kosong belaka.



Kita semua (termasuk Presiden SBY atau tokoh-tokoh bangsa kita lainnya) sama
sekali tidak berhak dan tidak patut hanya � memboncengi � kebesaran
Konferensi Bandung, yang merupakan hasil gemilang Bung Karno dan
kawan-kawannya pada waktu itu. Artinya, kita tidak boleh bicara muluk-muluk
tentang Konferensi Bandung tetapi tidak menghargai pelaku utamanya atau
pemrakarsanya, yaitu Bung Karno. Apalagi, peringatan 50 tahun ini digelar di
hadapan dunia internasional, yang sedikit banyaknya mengetahui tentang
perlakuan rezim militer Orde Baru  terhadap Bung Karno, arsitek Konferensi
Bandung.



 Ketika kita memperingati setengah abad Konferensi Bandung, kita akan
menyadari betapa besarnya keagungan gagasan Bung Karno mengenai perjuangan
rakyat-rakyat berbagai negeri melawan imperialisme dan kolonialisme, dalam
segala bentuknya dan segala caranya, termasuk dalam bidang ekonomi, politik
dan kebudayaan.  Kalau kita lihat situasi internasional dewasa ini, dan
situasi aktual di banyak negeri, maka kelihatan bahwa banyak gagasan besar
Bung Karno masih relevan atau masih cocok untuk dijadikan pedoman. Kebenaran
visinya yang jauh dan jernih  tercermin dalam perjuangan rakyat berbagai
negeri yang tertuang dalam pertemuan-pertemuan raksasa di Seattle, Porto
Allegre (Brasilia), Genoa (Itali), Bombay, Paris, untuk menentang
neo-liberalisme dan globalisasi, dan membela kepentingan ekonomi dan politik
negeri-negeri miskin di dunia.





JANGAN LUPAKAN PERAN DAN JASA  BUNG KARNO



Karena itu, kita semua akan bisa menyaksikan bahwa Bung Karno dihormati oleh
banyak tokoh di dunia, dan namanya cukup harum bagi banyak rakyat di
berbagai negeri yang berjuang demi kebebasan dan keadilan. Adalah satu hal
yang menyedihkan sekali, kalau bangsanya sendiri, bangsa Indonesia, tidak
tahu menghargai pemimpinnya sendiri, hanya karena akibat � de-Sukarnoisasi �
selama lebih dari 32 tahun yang dilakukan oleh rezim militer Orde Baru.



Dari segi ini, nyatalah kelihatan dosa besar dan kesalahan monumental yang
dibuat oleh Suharto (beserta konco-konconya yang terdekat) terhadap bangsa,
karena telah dengan berbagai cara - termasuk cara halus, tersembunyi dan
secara sistematis -  telah membusukkan nama Bung Karno, sehingga sebagian
rakyat Indonesia tidak mengenal sama sekali jasa dan kebesaran beliau bagi
sejarah bangsa.



Mengingat itu semuanya, adalah untuk kebaikan bagi bangsa kita seluruhnya,
dan juga untuk kebaikan generasi kita yang akan datang, kalau dalam
memperingati setengah abad Konferensi Bandung yang bersejarah ini, nama,
peran dan jasa  Bung Karno tidak kita lupakan.





Paris, 11 April 2005



--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.308 / Virus Database: 266.9.5 - Release Date: 07/04/2005


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke