http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=194242&kat_id=23
 
Rabu, 13 April 2005  15:35:00
Banyak Madrasah Terancam Tutup Jika Diberlakukan Standar Nasional 
Pendidikan


Jakarta-RoL -- Banyak madrasah di Indonesia terancam ditutup jika 
tidak segera mempersiapkan diri untuk melengkapi segala persyaratan 
pendidikan, seperti yang ditentukan dalam rancangan peraturan 
pemerintah (RPP) tentang standar nasional pendidikan.  

"RPP tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) segera disetujui tahun 
ini. Di samping RPP juga akan dibentuk badan independen yakni Badan 
Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) yang akan diresmikan," kata 
kata Dirjen Kelembagaan Agama Islam (Bagais) Qodry A Azizy di 
Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, jika badan itu terbentuk, maka sebuah 
madrasah harus mengikuti standar yang telah diberlakukan untuk suatu 
lembaga pendidikan dan jika tidak memenuhi ketentuan RPP itu akan 
terancam ditutup.

Kepada pers di sela Konsultasi Penyusunan Program Sosialisasi Program 
Kompensasi Penyaluran Subsidi BBM, Qodry mengatakan, RPP tersebut 
merupakan penegasan dari UU Sistem Pendidikan Nasional no 20/2003. 
Karena itu Pemerintah (Depag), ujarnya, akan  memberi pendampingan 
kepada madrasah agar tetap hidup, karena madrasah merupakan lembaga 
pendidikan yang tumbuh dari masyarakat sendiri di pedesaan bagi anak-
anak yang kebanyakan tidak memiliki kemampuan ekonomi.

"Madrasah memiliki sejarah panjang yang memberi kontribusi banyak 
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan karena itu tak seharusnya 
ditutup karena tidak memenuhi standar nasional," katanya.  Dikatakan 
Qodry, hingga masa orde baru madrasah atau sekolah Islam tidak 
mendapat perhatian yang layak dari pemerintah dan karena pemerintah 
melihat Islam dengan rasa takut (Islamo-phobia) dan sebagai lawan 
politik.

Sebanyak 90 persen madrasah, kata Qodry, didirikan oleh masyarakat di 
pelosok dan hanya 10 persen dibangun oleh pemerintah, sementara 
sekolah umum 90 persen justru didirikan oleh Pemerintah dan hanya 10 
persen oleh swasta. "Itulah mengapa, kualitas madrasah rendah, 
pasalnya masyarakat atau yayasan tak memiliki uang banyak untuk 
membayar guru-gurunya, tak punya dana untuk mengadakan berbagai 
sarana," katanya.

Perhatian kurang layak juga dilakukan oleh badan-badan donor dunia, 
ujarnya, karena mereka hanya mau membantu sekolah umum  dan 
menganggap sekolah agama Islam bukan sebagai lembaga pendidikan. Data 
tahun 2003 jumlah madrasah di Indonesia total mencapai 37.362 buah, 
di mana madrasah negeri hanya 3.226 buah dan swsata 34.136 buah. 
Sementara jumlah Madrasah Ibtidaiyah 22.799 buah, Madrasah Tsanawiyah 
10.791 buah dan madrasah Aliyah 3.772 buah, baik swasta dan negeri. 
ant/mim 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke