http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2195&Itemid=1
Ganti KPU Dengan Yang Baru!
"Pada suatu ketika nanti, akan ada orang yang melakukan penelitian
tentang bagaimana birokrasi Indonesia dan mengungkap KPU sebagai bagian dari
sebuah sistem yang korup," tulis KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam
artikel PKB, KPU, dan Pemilu (31 Maret 2004) silam.
Saat itu, statemen Gus Dur dianggap mengada-ada. Maklum, Gus Dur dikenal
sebagai biangnya pencetus statemen-statemen aneh, janggal, atau bahkan asal
ucap. Apalagi waktu itu kemarahan Gus Dur lagi sempurna-sempurnanya kepada
Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena KPU dianggap menjegal dirinya sebagai calon
presiden periode 2004 - 2009 berpasangan dengan Marwah Daud Ibrahim, lantaran
alasan kesehatan. Karenanya, statemen itu kemudian dianggap sebagai bualan
orang yang sedang berada di puncak emosi saja.
Tapi kini, setelah anggota KPU yang dinilai paling bersih dan dosen
kriminologi FISIP Universitas Indonesia (UI), Mulyana W Kusumah, tertangkap
basah melakukan penyuapan, statement Gus Dur itu mulai menunjukkan bukti-bukti
nyata dan kebenaran tinggal menunggu selangkah lagi. Terbukti, statemen itu
bukan keluar dari mulut orang yang berada di puncak emosi, melainkan muncul
atas dasar fakta.
Seperti diberitakan, saat ini Mulyana W Kusumah menjalani penahanan di
Rutan Salemba setelah Jum'at lalu (8/4) tertangkap basah menyuap Rp 150 juta
kepada Oriansyah (staf BPK). Sebelumnya, 03 April 2005, Mulyana juga memberi
uang Rp 150 juta kepada orang yang sama. Pemberian uang ini diduga karena
adanya keinginan Mulyana (baca: KPU) kepada BPK supaya mengubah hasil audit
pengadaan logistik KPU, sehingga tidak ada indikasi korupsi. Tapi justru dengan
keinginan menutupi korupsi itulah, korupsi yang sesungguhnya di KPU terkuak.
Pepatah "tak ada bau busuk yang tak tercium hidung" benar adanya. Bau
busuk korupsi di KPU itu kini kian menusuk hidung. Pada Agustus 2004, Koalisi
LSM untuk Pemilu Bersih yang beranggotakan antara lain LBH Jakarta, Fitra,
Formappi, Indonesian Procurement Watch (IPW) dan KIPP Indonesia, sebenarnya
telah melapor pada KPK terkait adanya dugaan penyimpangan dana Pemilu 2004
senilai Rp 600 milyar. Hanya saja, saat itu pihak yang diberi laporan tidak
melakukan tindakan apa-apa.
Apa makna peristiwa ini? Ini menunjukkan, dugaan korupsi yang terjadi di
KPU, ternyata bukan bualan semata. Korupsi memang benar-benar mewabah di sana.
Karenanya, usulan Gus Dur setahun silam kepada Presiden RI ke-4 saat itu,
Megawati Soekarnoputri, untuk membubarkan KPU dan menggantinya dengan KPU yang
baru, bisa dimengerti logikanya. Dan kini nasi telah menjadi bubur, karena
korupsi kadung menjadi tradisi di sana. Negarapun telah dirugikan ratusan
milyar rupiah.
Yang menarik lagi dari kasus Mulyana ini, seperti dikatakan pengacara
Mulyana, Eggi Sudjana, klainnya melakukan semua itu karena disuruh petinggi KPU
(Mulyana tidak menjelaskan orangnya). Karenanya, mau tidak mau, para petinggi
KPU termasuk Hamid Awaluddin, bekas anggota KPU yang diangkat jadi Menteri
Kehakiman, juga harus diperiksa guna mengungkap kebenaran skandal memalukan
ini. Dengan kata lain, kasus penyuapan ini jangan hanya dipersonifikasikan
sebagai skandal yang dilakukan Mulyana W. Kusumah semata. Jika hal itu terjadi
ini semakin membuktikan, "KPU sebagai bagian dari sebuah sistem yang korup,"
seperti kata Gus Dur setahun silam, benar belaka.
Melihat kejadian ini, barangkali Gus Dur akan berkata: "Saya sudah bilang
dari dulu, KPU bubarkan saja, karena cuma menjadi sarang koruptor. Ganti KPU
dengan yang baru!"
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/