Turut berduka cita atas wafatnya K. H. Fuad Hasyim. Semoga arwahnya diterima di
sisi Allah SWT. Amin
Salam
Najlah
Nasrull Afandy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
KH. Fuad Hasyim; Kiai Eksklusif Yang Belum Terganti
Diary Ikhlas : Nasrul Afandi
(Fans Ki Fuad, Di Kampus Tepi Pantai Pasir Putih La Mediterranee Maroko)
Tulisan ini, sengaja dibuat sebagai memori untuk mengenang setahun wafatnya al-
Maghfurlah KH. Muhammad Anis Fuad Hasyim(selanjutnya penulis sebut ki Fuad),
atau yang oleh warga Cirebon dan sekitarnya akrab disapa kang Fuad.
Ki Fuad, kiai kharismatis berwajah lembut bersih nan tampan itu lahir di
Cirebon Jawa Barat 26 Juni 1941, wafat pada usia 63 tahun, merupakan putra
sulung dari K.H. Hasyim bin Mansur salah satu perintis Buntet
pesantren(demikian biasa disebut, bukan pesantren Buntet). Meninggalkan istri
Nyai .Hj. Minhatul Maula, 11 orang anak dan 9 cucu.
Hari senin tanggal 12 Juli 04 kira-kira pukul 04,15 (waktu Maroko) atau
sekitar pukul 11.15 WIB. Di sela-sela persiapan menghadapi ujian kuliah,
penulis seakan tidak percaya dan kaget dibuatnya, tiba-tiba mendapat khabar
dari tanah air via SMS dari seseorang, bahwa shohibu al-fadhilah KH. Fuad
Hasyim telah menghadap Allah Subhnahu Wataala, sekitar tiga puluh menit yang
lalu.
Esoknya. Pada hari Selasa 13 Juli 2004, berita utama hampir di semua media
massa (Indonesia) cetak dan elektronik, adalah wafatnya tokoh kolosal asal
Buntet Cirebon dalam usia 63 tahun, yang fisiknya menurut banyak orang, masih
nampak segar-bugar itu. Bahwa beliau telah wafat pada hari senin 12 Juli
2004, sekitar pukul 10. 45 WIB. Dengan air mata menetes, seketika itu penulis
mengungkapkan inna lillah wainna ilaihi rojiun, penulis yakin bahwa ki Fuad
benar-benar telah wafat.
Sontak, air mata kesedihan deras mengalir dan ungkapan inna lillahi wa inna
ilaihi rojiun bergema di mana-mana, komunitas Muslim maupun non Muslim,
utamanya republik Nahdliyyin gempar. Bumi pesantren Buntet pun, hampir tidak
mampu menampung lautan manusia dari berbagai pelosok tanah air yang berduka
cita, dengan ikhlas datang bertajiah. Banyak pula yang datang dari negara
tetangga.
Dari para petani sampai kelas mantan presiden, para mentri dan utamanya kaum
bersorban hijau(elit kiai), tak kurang para pengusaha papan atas, seniman,
artis dan lain sebagainya, tanpa di undang bak semut keluar dari sarangnya
mereka berduyun-duyun ikhlas datang, untuk bertajiah atas wafatnya kiai
kolosal itu. Tidak saja di tanah air dan negara Asia tetangga dekat Indonesia
yang di rundung duka cita mendalam, tetapi juga(utamanya muslim Indonesia) yang
berada di berbagai negara nan jauh.
Di antaranya, Prof. Dr. Idris Khalifah asal Maroko, yang pernah bertemu dengan
ki Fuad dalam acara International Conference of Islamic Scholars (ICIS),
Jakarta 2004, yang diselenggarakan oleh PBNU. Ketika mendengar khabar wafatnya
ki Fuad, dekan fakultas ushuluddin universitas al-Qurawiyien yang juga anggota
penasehat kerajaan Maroko itu, pun terperanjat dan langsung mengirim faximile
surat tajiyah sebagai ungkapan turut berduka cita yang mendalam kepada
keluarga besar ki Fuad di Buntet.
Tak terasa, kiai Fuad yang lahir sampai wafat berada di bumi pesantren yang
terletak di sebelah Timur wilayah Cirebon Jawa Barat itu, setahun telah
berlalu meninggalkan kita. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan
mengampuni segala dosa-dosanya amien, ya Allah .......
§§§
Sang Kiai Eksklusif
Tawaddlu, adalah di antara honoris cuasa sangat lekat pada pribadi ki Fuad
sekeluarga, yang dianugerahkan oleh para elit kiai, dan berbagai lapisan
masyarakat biasa yang sering diistimewakan oleh ki Fuad sekeluarga ketika
mereka bertamu ke pondok pesantren Buntet.
Baju koko, sarung dan peci yang berwarna serba putih dengan model
sederhana(bukan macam pakaian mahal seperti pakain para kiai pada umumnya),
itulah ciri khas pakaian keseharian KH. Fuad Hasyim, baik ketika berada di
berbagai forum ilmiah di hotel-hotel berbintang bersama para petinggi negara
dan intelektual papan atas, maupun pengajian-pengajian di lapangan terbuka
kampung pedalam, bersama kaum kuli, para tukang becak dan berbagai lapisan
masyarakat bawah lainnya, dan berpakain demikian juga ketika beliau menerima
aneka ragam kelas tamu-tamu di kediamannya yang berada di pusat complek
pesantren Buntet Cirebon.
Kesederhanan itu, juga nampak kental dimiliki oleh nyai Minhah sang istri, dan
anak-cucunya. Bahkan banyak orang bergumam kagum, sungguh sederhana sekali
sikap hidup ki Fuad sekeluarga. Adapun mobil mobil mewah yang dimilikinya,
menurut orang-orang dekatnya, bahwa mobil - mobil tersebut merupakan hadiah
dari orang-orang yang mencintai perjuangan sang kiai eksklusif berwajah tampan
penuh kharisma itu.
Uniknya, meskipun ki Fuad memiliki mobil Mercedes dan Volvo jenis sedan, namun
sampai dengan pada tahun 2003, bahkan dalam kondisi sering sakit menjelang
kewafatannya (tahun 2004) itu, beliau masih sering menghadiri undangan ceramah
di daerah-daerah sekitarnya dengan menaiki mobil jenis jeef Feroza(di antara
jenis mobil miliknya) yang identik mobilnya anak-anak muda dan tentunya kurang
nyaman dikendarai itu, uniknya lagi sering Ia sendiri yang mengemudikan mobil
tersebut (tanpa sopir) dan tanpa ditemani siapa pun. Hal itu, sering membuat
orang terkagum-kagum dan bertanya-tanya atas kekuatan fisik dan eksklusivisme
falsafah hidup ki Fuad yang nyentrik itu.
Dalam berorganisasi, di akhir hayatnya, beliau sebagai Rois Syuriah PBNU,
sebuah posisi cukup bergengsi pada organisasi keagamaan terbesar di Indonesia
bahkan organisasi yang terbanyak warganya di dunia itu. Jabatan tersebut
dipercayakan kepadaNya mulai beberapa dekade kepengurusan PBNU sebelumnya.
Sebagaimana yang sering beliau ceritakan secara terbuka di panggung-panggung
pengajian umum. Pada masa remajanya Ia pernah melakukan mogok belajar, dengan
cara berpindah-pindah dari pesantren satu ke pesantren lainnya, di antaranya
pondok pesantren Ploso, Bendo Kediri, Lasem Rembang dan seterusnya, dan dari
sekian banyak pesantren yang pernah disinggahinya, ki Fuad muda tidak pernah
berlama-lama berada di pesantren tersebut, tetapi hanya beberapa minggu atau
maksimalnya beberapa bulan saja.
Dalam kalkulasi rasional, tentunya Ia jauh dari kualitas ilmiah. Tetapi
realitasnya, setelah ki Fuad terjun ke tengah-tengah gelanggang masyarakat,
banyak kiai-kiai senior yang menjadikan ki Fuad sebagai kamus untuk rujukan
atas berbagai permasalahan hukum dan berbagai persoalan yang terjadi di
masyarakat. Sehingga, banyak orang beranggapan bahwa ki Fuad adalah figur yang
berilmu ladunni (autodidak), wallohu alam.
Setiap kali bergulirnya putaran musim silaturrahim politik, mulai perebutan
kursi presiden sampai kursi bupati, kediaman beliau selalu menjadi salah satu
obyek utama wisata politik para pemburu kekuasaan itu.
Bahkan, banyak pula orang-orang yang hanya mengincar kursi kepala desa, mereka
tak segan dan berani melakukan silaturrahim politik kepada ki Fuad, untuk
mohon dukungan massa maupun moril(doa). Dikarenakan, meskipun ki Fuad
tergolong tokoh(kiai) papan atas, bagi beliu siapaun yang bertamu padanya,
mendapat perlakuan yang sama, (maaf) tidak sebagai mana para kiai papan atas
lainnya, yang akhir-akhir ini, sering sengaja jaga jarak dengan kelas tamu
tertentu.
Termasuk di akhir hayatnya, yang bertepatan dengan musim ziarah politik
berbagai pasangan capres-cawapres. Beberapa waktu sebelum wafat, Ki Fuad sempat
menitipkan pesan kepada Wiranto ketika sebagai cawapres bersilaturrahim ke
Buntet. Kalau (Wiranto) menang nanti, supaya menjadikan Gus Dur sebagai
penasehat presiden, demikian pesan ki Fuad kepada Capres pasangan Cawapres
Sholahuddin Wahid waktu itu.
Selain aktiv mengajar dan mengimami sholat jamaah para santri di pesantren, ki
Fuad, juga adalah muballigh yang sangat laris, hampir tiada hari kosong untuk
tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum pengajian di hotel-hotel
berbintang dan lapangan perkampungan. Bagi ki Fuad, pengajian berlokasi di
lapangan menggembala kambing maupun di hotel berbintang, adalah sama.
Masyarakat Cirebon dan sekitarnya, biasa tidak repot untuk mengundang muballigh
besar sekelas ki Fuad dalam pengajian hajat pribadi yang dilaksanakannya,
semisal acara khitanan, pernikahan dan sejenisnya. Lantaran ki Fuad sebagai
kiai papan atas itu, dengan menaiki mobil jenis sedan volvo atau merci
miliknya, beliau senang menghadiri undangan pengajian para masyarakat bawah.
Sebuah sikap yang sungguh sangat bijaksana, yang belum tentu bisa dilakukan
oleh para kiai lain sekelasnya, utamanya fenomena kiai angkatan dekade
akhir-akhir ini.
Bahkan, dalam anggapan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, ki Fuad adalah kiai
pesantren Buntet yang paling dekat dan loyal dengan berbagai kelas masyarakat
dibandingkan dengan kiai (pesantren Buntet) lainnya. Di antaranya, di
waktu-waktu senggangnya, ki Fuad juga gemar mengunjungi para kiai di
kampung-kampung sekitar daerahnya.
Jarang pula ditemui, seorang kiai yang mampu fasih berbagai bahasa. Selain
menguasai bahasa Arab dan Inggris, ki Fuad juga menguasai dan fasih berbagai
bahasa lokal. Selain bahasa Cerbonan(bahasa Cirebon) sebagai bahasa ibu, bahasa
daerah Jogja, bahasa daerah Solo, bahasa daerah Madura, bahasa
Suroboyoan(Surabaya), bahasa Sunda, bahkan ki Fuad juga mampu dengan fasih
bahasa gaul Jakarta, dan berbagai bahasa lokal serta bahasa daerah lainnya.
Setiap kali beliau menyampaikan ceramah ilmiah, sesuai dengan bahasa daerah di
mana pengajian dilaksanakn itulah, beliau dengan fasih (berbahasa daerah
tersebut) menyampaikan ceramah ilmiahnya.
Tegas, lantang, sopan, penuh humor. Bahkan sering terlontar ungkapan yang
terkesan nyelekit, bila berada di panggung pengajian mimbar terbuka. Di
antaranya kiai Fuad sering menyentil kaum non pesantren, dengan ungkapan:
Setiap tahun ribuan sarjana pengangguran terus bertumpuk yang dikeluarkan oleh
berbagai perguruan tinggi negeri. Tetapi, tidak ada ceritanya ustadz lulusan
pesantren swasta mana pun yang jadi pengangguran.
Sering pula secara blak-blakan di panggung pengajian umum, beliau mengatakan;
meskipun saya hanya tamatan pesantren swasta, tetapi mobil dan rumah saya
tidak kalah bagusnya dengan ente-ente(kamu-kamu, pen) yang bayar mahal menempuh
pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Demikian di antara sentilan dari kiai Fuad yang jelas menampakkan keberanian
beliau, tentunya kadang membuat komunitas non pesantren kurang begitu senang
mendengarnya. Tapi, inilah di antara realitas eksklusifnya pribadi ki Fuad yang
belum penulis temukan dari sekian banyak elit NU yang ada dasawarsa terakhir
ini.
Tentu kita masih ingat. Pasca lengsernya Suharto --secara struktural--, pada
tahun 1998 silam. Tiba-tiba bangsa kita di guncang teror oleh ninja-ninja yang
menculik dan membantai para kiai, utamanya kiai NU.
Pada masa masa itu, setiap hari Jumat pagi, puluhan ribu --menurut ki Fuad
lebih dari dua puluh lima ribu orang-- Muslimin dari berbagai plosok tanah air,
baik yang rombongan memakai bis, maupun yang memakai mobil-mobil mewah,
berjubelan datang ke pesantren Buntet Cirebon, untuk menimba ilmu kanuragan.
Meskipun ada beberapa kiai sepuh di pesantren Buntet, tetapi Ki Fuad lah yang
menjadi rujukan utama Muslimin dari berbagai penjuru republik ini. Yang waktu
itu terkenal bernama ajian paldot, untuk kekebalan dan kekuatan melumpuhkan
orang dholim. Disertai dengan baiat(janji) dari ki Fuad, bahwa siapapun yang
menerima ilmu itu, bersedia untuk membela NU dan PKB serta para kiainya, yang
waktu itu menjadi target utama operasi teror para ninja.
Di antara kegemaran ki Fuad, beliau banyak mengoleksi foto pribadinya bersama
orang-orang dekatnya. Di di dinding ruang tamu rumahNya, selain foto-fotoNya
bersama elit-elit NU lainNya, juga dipenuhi dengan foto-fotoNya bersama para
kaum berbintang(jenderal), para artis, budayawan, pengusaha papan atas, yang
pada bersilaturrahim kepadanya.
Termasuk, ada foto ki Fuad yang cukup unik bersama KH. Abdurrahman Wahid,
dengan pose Gus Dur duduk dikursi, sedangkan ki Fuad berdiri disampingnya
dengan berkacak pinggang dan tangan mengepal(sebagaimana gaya anak muda gaul)
foto tersebut bisa dilihat oleh siapa saja yang bertamu. Dapat diartikan, bahwa
ki Fuad mempunyai loyalitas dan toleransi tinggi dengan berbagai kalangan
manusia, juga berjiwa fleksibel.
Akhirnya, wajar muncul pertanyaan. Di tengah-tengah realitas zaman cukup
kompleks dengan dipadati oleh manusia-manusia yang hanya penuh gaya ini,
akankah ada generasi ummat santri --khususnya Nahdliiyin untuk sanggup
menggantikan posisi Beliau yang telah lama pergi itu ?. Ataukah kita akan
membiarkan posisi ki Fuad kosong untuk selamanya ?.
Kemudian di antara resikonya, tidak adalagi kiai dengan energi super yang
dimilikinya, Ia ihlas sibuk mengabdikan diri kepada masyarakat dari kelas akar
bumi sampai atap langit, dan mampu mangaktualkan relevansi ilmiah dengan
moderat dalam pranata kehidupan masyarakat, sekaligus dengan orientasi utama
mengajak masyarakat istiqomah beramal ibadah. Meskipun Ia juga jelas-jelas
tidak menjauhkan diri dari tanggung jawab hiruk-pikuk politik untuk mengabdi
kepada bangsa dan negara tercinta ini ?.
Mudah-mudahan segera hadir kembali ribuan generasi dengan energi besar sebagai
penggantiNya, baik moral istiqomah beribadah maupun kualitas ilmiahnya, untuk
menempati posisi Beliau yang telah lama kosong itu amien, ya Allah.........
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "kmnu2000" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
http://najlah.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/