Iya begitulah manusia, selalu menuruti hawa nafsunya, cobalah kalau mereka mau mendengarkan hati nuraninya, maka kita akan menemukan hikmahnya semoga kita termasuk dalam orang-orang yant tidak menuhankan hawa nafsunya amiiin
--- Nur Rochman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Apakah kisah seperti ini bisa masuk dalam sinetron > religius yang sedang > ngetren diTV saat ini :(... > -----Original Message----- > From: EkoAP [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, July 26, 2005 9:43 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [kmnu2000] "Sufi Kolsal" Aabad Ini > ?.......... > > > Ya ! .... hanya Allah lah yang maha tahu > segalalanya. maha segala maha... > seperti kisah hikmah di bawah ini. > > > Ziarah ke Makam Pelacur > > Malam itu, Jockil dengan jama'ah pelacur kelas > tinggi sedang berbincang di > hotel berbintang lima. Di bulan suci, apa yang > mereka inginkan? Ya, mereka > pasti juga ingin hari raya, pulang kampung dengan > membawa oleh-oleh. Di > antara mereka banyak yang libur melacur, hanya minta > kiriman uang lewat ATM > para pelanggannya. Ada pula yang masih ngebut > mencari "tumpangan" layaknya > angkot. Ada pula yang sudah berjanji, selepas > lebaran, dunia kelam akan > ditutup selamanya dalam hidupnya. Macam-macamlah. > > Jockil bercerita banyak tentang sejarah pelacuran di > dunia, sampai > profil-profil pelacur hingga seorang pelacur yang > menjadi permaisuri raja, > dan sempat menyelamatkan negerinya. Tak kurang pula > bagaimana Jockil > mengisahkan tobatnya para pelacur dan sejumlah > pelacur yang memondokkan > anaknya di pesantren, dari hasil pelacuran. > > "Malam ini kita akan lanjutkan ziarah bersama ke > sebuah makam seorang > perempuan mulia di mata Allah tapi hina di mata > manusia...." > > "Apakah dia seorang penjahat? Koruptor? Kanibal? > Atau...? Seperti kita-kita > ini, Mas?" tanya salah satu hostes di hotel itu. > > "Ya, Anda tebak sendiri. Kita ke sana, kita tahlil, > dan berdoa bersama?" > > Para pelacur itu sepertinya sudah mengerti siapa > yang akan diziarahi itu. > Wajah-wajah mereka mengekspresikan pancaran yang > beragam. Ada yang > kelihatan pucat pasi, ada pula yang gembira, ada > pula yang menunduk, ada > pula yang langsung menitikkan air matanya. > > "Bagaimana kisahnya Mas Jockil, kok sampai dia > begitu mulia di depan Allah? > Apakah kita-kita ini yang sangat kotor juga bisa?" > > Mata Jockil menerawang jauh. Lalu ia kisahkan > tentang kehidupan pelacur > itu. Ia adalah seorang hostes yang sangat cantik dan > sangat laris. Semua > orang di Jakarta, yang hobi berselingkuh dengan > dunia perempuan tahu > namanya. Begitu jua orang-orang di kampungnya tahu > profesinya. Makanya, > ketika tiba-tiba meninggal dunia, hampir tak ada > yang mau menguburnya. > Sanak saudaranya juga tidak jelas. Akhirnya pelacur > ini dikubur saja > asal-asalan, di kuburan dekat sungai, yang tempatnya > jauh dari kuburan > umum. Masyarakat merasa jijik, dan sekaligus > menjadikan monumen, agar > dikenang, bahwa seorang pelacur kalau mati tidak > akan dikubur di pemakaman > umum. Mungkin masyarakat mau menghukum pelacur ini. > > Sepuluh tahun kemudian, tiba-tiba ada proyek > pelebaran sungai. Tentu > kuburan pelacur ini akan digaruk begitu saja. Benar, > ketika kuburan pelacur > itu dibuldoser, tiba-tiba buldosernya macet, dan > berulang kali demikian. > Akhirnya seorang kiai di kampung itu datang bersama > masyarakat untuk > mengeduk kuburan itu. Apa yang terjadi? Mereka semua > terkejut setengah mati > ketika melihat mayat pelacur sepuluh tahun yang lalu > masih utuh, kafannya > masih bersih, kulitnya masih mulus bahkan tercium > semerbak bau harum. > Mereka terhenyak, dan hampir semua yang melihat di > sana menangis, memohon > ampun kepada Allah Azza Wa Jalla atas dosa dan > penghinaan yang mereka > lakukan selama itu. Akhirnya ia dipindahkan dan > dikuburkan di makam umum, > dihormati layaknya yang lain. > > Jockil terdiam sejenak hampir tersedak suaranya. > Sementara para pelacur > lainnya itu, sudah saling berpelukan menahan tangis > atas kisah tragis itu. > > "Apa yang dilakukannya selama jadi pelacur, Mas?" > > "Saya tidak tahu. Mungkin hatinya tidak pernah > melacur, jiwanya untuk > Allah! Dan setiap dia melacur ia hanya ingat Allah, > bahkan menjerit-jerit. > Saya dengar dalam dunia waktu yang saya tembus, > melihat dia menjelang > meninggalnya menangis sampai kering air matanya, dan > menjerit sampai > pingsan atas pertobatannya, sampai wafatnya... Allah > mengampuni segala > dosanya yang berlalu. Saya merasa mendengarkan > munajatnya begini: > > Ya Allah, Tuhanku, Engkau Maha Tahu aku adalah hamba > yang Engkau Ciptakan, > dan Engkau pun Tahu aku seperti ini tidak lepas dari > TakdirMu. Kini aku > hanya ingin kembali kepadaMu, setelah seluruh isi > makhlukMu tidak ada yang > menjadi harapanku. Kalau seluruh makhlukMu saja > mencaciku, menghinaku, > menghempaskanku, lalu Engkau pun juga hendak > membuangku, lalu siapa lagi > yang bakal menerima hamba yang hina ini ya > Tuhaaan... Padahal Engkaulah > satu-satunya harapanku...karena itu terimalah aku di > PangkuanMu, ya > Allah..." > > Hotel berbintang itu seakan-akan mau roboh, > mendengar kisah Jockil, karena > setelah kisah itu diuraikan, berurai pula air mata > dari jeritan jama'ah > pelacur itu. > > > > ____________________________________________________ Start your day with Yahoo! - make it your home page http://www.yahoo.com/r/hs ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
